Apa Saja Tujuan Pembuatan Seni Kriya dan Fungsinya?

    Berbagai cabang seni seperti seni tari, seni musik, seni teater, dll tentu tidak asing bagi kita. Sedangkan seni kriya mungkin justru kedengarannya kurang familiar, termasuk fungsi dan tujuan pembuatannya. Padahal benda hasil dari seni kriya ini banyak dijumpai di kehidupan sehari-hari dan kita biasa menggunakannya.

    Seni kriya disebut juga sebagai handycraft, yang artinya kerajinan tangan. Artinya benda-benda yang termasuk pada seni kriya dikerjakan dengan menggunakan tangan. Seni kriya merupakan salah satu jenis seni rupa terapan. Contoh seni rupa terapan ini adalah seni keramik, seni tekstil, seni batik, dll.

    Benda yang termasuk seni kriya sekarang ini sangat banyak. Bisa dengan mudah kita jumpai di berbagai toko yang menjual aksesoris dan gerabah. Lalu di berbagai kawasan wisata di Indonesia, biasanya juga banyak didapati pusat kerajinan yang menghasilkan seni kriya.

    Di bawah ini adalah fungsi dan tujuan pembuatan seni kriya.

    Tujuan pembuatan seni kriya

    Tujuan seni kriya adalah menghasilkan kerajinan tangan berupa benda terapan yang bisa digunakan secara fungsional untuk keperluan sehari-hari. Lalu di samping itu juga memiliki nilai estetika.

    Fungsi seni kriya

    Seni kriya memiliki fungsi sebagai benda terapan, benda dekorasi, dan alat mainan. Berikut adalah penjelasan serta contohnya.

    1. Untuk benda pakai (terapan)

    Fungsi utama seni kriya yaitu sebagai benda yang bisa dipakai untuk keperluan sehari-hari. Benda ini dibuat untuk mengutamakan fungsional, sementara unsur estetika digunakan sebagai pendukung saja. Contoh seni kriya yang memiliki fungsi sebagai benda terapan adalah gerabah dan anyaman.

    2. Untuk benda hiasan (dekorasi)

    Fungsi kedua seni kriya yaitu bisa digunakan sebagai benda hiasan. Sebagai benda hiasan, seni rupa terapan ini memiliki nilai estetika. Dengan fungsi estetika tersebut, benda hasil seni kriya bisa ditujukan untuk sekadar dekorasi saja. Contoh seni kriya yang memiliki fungsi sebagai benda dekorasi adalah patung dan cendera mata.

    3. Untuk alat permainan

    Fungsi lain seni kriya yaitu juga bisa digunakan sebagai alat mainan. Contoh yang banyak dijumpai misalnya adalah boneka dan congklak. Kedua benda tersebut dibuat bukan untuk keperluan sehari-hari dan bukan juga untuk sekadar hiasan, melainkan untuk alat permainan.

    Kesimpulan

    Kriya memfokuskan pada kerajinan tangan dengan mengolah bahan baku menjadi benda yang memiliki fungsi pakai dan memiliki nilai estetik. Bahan baku ini bisa dari tanah, kain, kayu, logam, dll. Lalu teknik pembuatan bisa dengan teknik ukir, anyaman, tenun, dll.