Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha (Arab, Latin & Artinya)

Mello.id – Doa setelah sholat Dhuha tidak begitu panjang sehingga cenderung mudah untuk dihafalkan. Adapun sholat dhuha itu sendiri merupakan sholat sunnah yang dilaksanakan pada waktu dhuha. Adapun kata dhuha kalau secara bahasa merupakan nama untuk awal dari siang hari.

Istiqomah dalam menjalankan sholat dhuha sekaligus mengamalkan doanya adalah perbuatan yang sangat baik. Bahkan, menjalankan ibadah sholat dhuha walaupun sunnah bisa mendatangkan banyak manfaat. Adapun manfaat sekaligus dengan lafal doa sholat dhuha ini penjelasannya sebagai berikut.

Bacaan Doa Setelah Sholat Dhuha Beserta Artinya

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Arab Latin: Allaahumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka walbahaa-a bahaa-uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quw watuka wal qudrata qudratuka wal ‘ishmatta ‘ishmatuk. Allaahumma in kaana rizqii fissamaa-i fa anzilhu wa in kaanafil ardhi fa-akhrijhu wa in kaana mu’assaran fayas sirhu wa in kaana haraaman fathahhirhu wa in kaana ba’iidan faqarribhu bihaqqi dhuhaa-ika wa bahaa-ika wa jamaalika wa quuwatika wa qudratika aatinii maa aataita ‘ibaadakash shalihiin.

Artinya: “Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan kekuasaan adalah kekuasaan-Mu serta penjagaan adalah penjagaan-Mu. Ya Allah, jika rizqiku masih di atas langit, turunkanlah dan jika ada di dalam bumi, keluarkanlah. Jika sukar mudahkanlah, jika haram sucikanlah, jika masih jauh dekatkanlah, berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan dan kekuasaan-Mu, limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Kapan Waktu Sholat Dhuha dan Membaca Doanya

Layaknya sholat tahajud yang hanya bisa dilakukan pada waktu tertentu dan pada kondisi tertentu, sholah dhuha juga dilaksanakan pada waktu tertentu. Waktu pelaksanaan sholat dhuha ini perlu diperhatikan dengan betul agar sholat yang dilakukan benar-benar dianggap sebagai sholat dhuha.

Dengan kata lain, sholat dhuha tidak bisa dilakukan kapan saja. Adapun waktu pelaksanaan sholat dhuha ialah sebagai berikut:

  • Dimulai dari terbitnya matahari setinggi tombak
  • Batas akhir waktu pelaksanaan sholat dhuha adalah saat tiba waktu zawal. Sedangkan waktu zawal ini adalah waktu di mana matahari sudah mulai tergelincir ke arah barat atau bisa juga dianggap sebelum tiba waktu tengah hari.

Jika keterangan waktu di atas dinyatakan dengan jam, maka waktu melaksanakan sholat dhuha sekitar jam 7 pagi hingga 11.30 WIB. Kalau dalam kitab Syarh Al Arbain An Nabawiyah, Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan bahwa batas akhir sholat dhuha itu sekitar 5 menit hingga 10 menit sebelum dhuhur.

Sedangkan untuk waktu yang lebih utama melaksanakan sholat dhuha ialah saat matahari sudah terasa panas. Kalau dalam ilmu fiqih, waktu ini biasa disebut dengan rumus setelah melewati seperempat siang yang dihitung sejak awal shubuh. Biasanya waktu ini sekitar jam 9 pagi.

Adapun hikmah melakukan sholat dhuha pada waktu yang utama ialah supaya seperempat siang tersebut tidak kosong dari sholat dengan penjelasan sebagai berikut:

  • Seperempat siang yang pertama, sudah dilakukan sholat shubuh.
  • Seperempat siang yang kedua dilakukan sholat dhuha.
  • Seperempat siang yang ketiga dilakukan sholat dhuhur
  • Seperempat siang yang keempat dilakukan sholat ashar.

Terkait dengan waktu utama pelaksanaan sholat dhuha, terdapat hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim sebagai berikut:

عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ رضي اللهُ عنه: أَنَّهُ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى، فَقَالَ: أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ في غَيْرِ هذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ؟ إِنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ قَالَ: صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِيْنَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ (رواه مسلم)

Artinya: “Diriwayatkan dari Zaid bin Arqam radliyallahu ‘anh, sungguh ia pernah melihat segolongan orang melakukan shalat Dhuha, lalu ia berkata: ‘Tidakkah kalian tahu, bahwa shalat dalam waktu ini lebih utama? Sungguh Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Shalat kaum awwâbîn (shalat Dhuha) adalah saat kaki anak-anak unta merasakan panasnya bumi karena terik matahari’” (HR Muslim; lihat Abu Zakariya Yahya bin Syaraf an-Nawawi, Syarhun Nawawi ‘alâ Shahîh Muslim, [Bairut, Dâr Ihyâ’it Turâtsil ‘Arabi, 1292 H], juz VI: 30).

Lalu kapan waktu membaca doa setelah sholat dhuha? Doa sebagaimana yang sudah disampaikan sebelumnya bisa dibaca setelah seorang muslim menyelesaikan seluruh rangkaian sholat dhuha atau setelah salam.

Jumlah Rakaat dan Surat yang Dibaca Dalam Sholat Dhuha

Sholat dhuha merupakan sholat sunnah yang dilakukan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Jika ingin melakukan lebih dari dua rakaat, empat rakaat misalnya, maka sholat ini dibagi menjadi dua. Dengan kata lain, seorang muslim melakukan empat rakaat dengan dua kali salam.

Mengenai surat yang dibaca dalam sholat dhuha, tentu saja surat Al Fatihah harus dibaca di setiap rakaat. Setelah selesai membaca surat Al Fatihah, ada beberapa pilihan sebagai berikut sesuai dengan yang ada dalam Ad-Dimyathi, Hasyiyyah I’anatut Thalibin Juz 1:

  • Pada rakaat pertama membaca surat Asy-Syamsu sedangkan pada rakaat kedua membaca surat Adh-Dhuha
  • Pada rakaat pertama membaca surat Al-Kafirun sedangkan pada rakaat kedua membaca surat Al-Ikhlas
  • Pada rakaat pertama membaca surat Asy-Syamsu dan Al-Kafirun sedangkan pada rakaat kedua membaca surat Adh-Dhuha dan Al-Ikhlas

Manfaat Melaksanakan Sholat Dhuha

1. Dimasukkan Dalam Golongan Orang yang Bertaubat

Orang-orang Islam yang rajin mengerjakan sholat dhuha akan Allah SWT masukkan dalam golongan orang yang bertaubat. Rasulullah SAW sendiri sudah menegaskan hal ini dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim sebagai berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ: لَا يُحَافِظُ عَلَى صَلَاةِ الضُّحَى إِلَّا أَوَّابٌ. قَالَ: وَهِيَ صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ. (رواه الحاكم وقال: هذا حديث صحيح على شرط مسلم)

Artinya, “Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: ‘Rasulullah bersabda: ‘Tidak ada yang menjaga shalat Dhuha kecuali orang yang kembali kepada Allah dengan bertaubat.’ Rasulullah bersabda: ‘Shalat Dhuha adalah shalat orang-orang yang kembali kepada Allah dengan bertaubat’,”
(HR al-Hakim dan Imam Muslim).

2. Dijauhkan Dari Sifat Lalai

Pada dasarnya, Islam mengajarkan agar umatnya menyeimbangkan antara dunia dengan akhirat. Akan tetapi, ada juga manusia yang justru lebih memprioritaskan dunianya sehingga baik disadari atau tidak dia menjadi lalai dari menyembah Allah SWT.

Tentunya, mereka yang seperti ini merupakan orang-orang yang merugi. Salah satu kiat agar tidak tergolong dalam orang-orang seperti itu ialah dengan menjaga sholat dhuha. Selain itu, hal lain yang bisa membuat orang lalai dari Allah SWT ialah karena dosanya dan karena dia berteman dengan ahli maksiat.

Rasa terlalu cinta pada dunia, dosa serta pertemanan dengan ahli maksiat bisa menutup hati sehingga yang bersangkutan juga tidak akan segan untuk melalaikan Allah SWT.

3. Merupakan Waktu yang Baik untuk Berdoa

Sebenarnya doa bisa dilakukan kapan saja, karena Allah SWT itu Maha Mendengar. Namun memang ada beberapa waktu mustajab untuk berdoa dan salah satunya adalah setelah melaksanakan sholat dhuha.

Karena merupakan waktu yang mustajab, doa yang dipanjatkan setelah sholat dhuha ini akan langsung menembus langit tanpa ada halangan apapun. Dengan demikian, doa tersebut akan segera diijabah. Namun, kalaupun doa belum segera dikabulkan, juga tidak boleh putus asa dari rahmat Allah SWT.

Sebab, Allah SWT itu lebih tahu apa saja yang terbaik bagi umat-Nya. Sementara manusia tidak mengetahui apa hadiah yang sudah Allah SWT persiapkan untuknya sebagai balasan atas perbuatan baiknya termasuk balasan atas keistiqomahannya dalam menjaga sholat dhuha.

4. Memperoleh Pahala yang Setara dengan Ibadah Haji dan Umroh

Siapapun tentu ingin melaksanakan ibadah haji dan umroh ke tanah suci. Hanya saja, melaksanakan haji dan umroh memerlukan biaya yang tidak sedikit dan tidak semua orang mampu melakukannya. Bagi orang Islam yang belum dikaruniai kemampuan datang ke Makkah, sebaiknya melakukan sholat dhuha.

Pasalnya, rutin melakukan sholat dhuha membuat orang yang melakukannya akan memperoleh pahala yang setara dengan ibadah haji serta umroh.

5. Allah SWT Menyiapkan Istana Untuknya di Surga

Seperti yang sudah disampaikan, sholat dhuha minimal dikerjakan 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat dengan salam di tiap 2 rakaatnya. Baik mengerjakan jumlah minimal maupun jumlah maksimal, orang yang melakukan sholat sunnah ini akan tetap memperoleh manfaat yang luar biasa.

Terlebih lagi jika yang bersangkutan istiqomah dalam mengerjakannya, bersungguh-sungguh mengerjakannya serta penuh dengan ketaatan. Khusus untuk hamba yang mengerjakan sholat dhuha 12 rakaat, maka Allah SWT menjanjikannya sebuah istana di surga sesuai dengan hadits berikut:

من صلى الضحى ثنتي عشرة ركعة بنى الله له قصرا من ذهب في الجنة

“Barangsiapa yang shalat dhuha 12 rakaat, Allah buatkan baginya satu istana di surga.”

Akan tetapi memang perlu diketahui bahwasanya hadits tersebut di atas dianggap dhaif oleh sejumlah ahli hadits. Diantara ahli hadits tersebut ialah Syaikh Al-Albani dan Al-afidz Ibn Hajar Al-Asqalani.

6. Diampuni Dosanya

Mengerjakan sholat dhuha secara istiqomah juga bisa menjadi amalan yang akan menghapus dosa. Bahkan tidak peduli jika dosa yang dilakukan tersebut jumlahnya sangat banyak sebanyak buih di lautan.

7. Sebagai Pengganti Sedekah

Untuk orang-orang yang memiliki harta dengan jumlah terbatas sehingga tidak mampu bersedekah, Allah SWT memberikan keringanan. Keringanan tersebut berupa sholat dhuha sebagai penggantinya.

8. Dicukupkan Rezekinya oleh Allah SWT

Allah SWT akan melimpahkan rezeki kepada orang-orang yang menjalankan sholat dhuha secara rutin. Bahkan, manfaat sholat dhuha yang satu ini sudah disebutkan langsung dalam hadits yang benar-benar shahih dan diriwayatkan oleh Ad Darimi, Tirmidzi, Abu Daut serta Ahmad.

Bunyi hadits tersebut sebagai berikut:

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ يَا ابْنَ آدَمَ اكْفِنِى أَوَّلَ النَّهَارِ بِأَرْبَعِ رَكَعَاتٍ أَكْفِكَ بِهِنَّ آخِرَ يَوْمِكَ

Artinya: “Sesungguhnya Allah berfirman: “Wahai anak adam, laksanakan untukKu 4 rakaat di awal siang, Aku akan cukupi dirimu dengan shalat itu di akhir harimu.” (HR. Ahmad, 4: 153. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth berkata bahwa sanad hadits ini shahih. Perawinya tsiqah termasuk dalam jajaran perawi kitab shahih kecuali Nu’aim bin Himar termasuk dalam perawi Abu Daud dan An-Nasa’i).‎

Sholat dhuha adalah ibadah yang sangat dianjurkan. Bahkan pahalanya sangat besar dan Allah SWT sendiri sudah menjanjikan banyak manfaat pada setiap muslim yang menjalankannya. Jangan lupa untuk membaca doa setelah sholat dhuha usai mengucapkan salam ya. Wallahu a’lam.

Beberapa artikel tentang agama lainnya :

Tinggalkan Balasan