Bacaan Lafadz Takbiran Idul Adha dan Idul Fitri Pendek & Panjang

Mello.id – Lafadz takbiran selalu menggema saat menyambut datangnya hari raya, baik Idul Fitri dan Idul Adha. Lantunan bacaan lafadz takbiran Idul Adha dan Idul Fitri sudah dikumandangkan dari malam hari sebelum hari raya hingga setelah selesai salat Id.

Lafadz takbiran dilantunkan oleh umat muslim di seluruh penjuru negeri. Umat muslim di Indonesia akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1444 H yang jatuh pada tanggal 29 Juni 2023. Lafadz takbir menjadi salah satu sunnah yang dianjurkan untuk dibaca umat muslim menjelang hari raya.

Oleh karena itu, untuk ikut menyemarakkan dan merasakan hari kemenangan yang bernilai pahala, umat muslim harus tahu bacaan arab latin lafadz takbiran Idul Adha dan Idul Fitri yang panjang dan pendek. Hal ini penting untuk diketahui dan pahami, agar kita dapat melantunkan lafadz takbir dengan benar.

Makna takbir adalah sebagai bentuk perwujudan rasa syukur seorang hamba kepada Allah SWT. Takbir merupakan pujian-pujian yang kita panjatkan kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia-Nya. Lafadz takbir hakikatnya menjelaskan jika tak ada kekuatan yang lebih besar dari Allah SWT.

Seluruh makhluk Allah akan takluk dan tunduk kepada-Nya. Bahkan, dengan bertakbir kita sebagai hamba merendahkan diri dengan kebesaran, keagungan, dan kuasa atas segala sesuatu.

Umat muslim memang sudah tak asing lagi dengan lafadz takbir versi panjang ataupun panjang. Sebab, dengan mayoritas agama Islam, di saat menyambut hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, lantunan takbir akan serempat dikumandangkan di seluruh masjid di penjuru negeri. Meski begitu, tak ada salahnya untuk mengetahui bacaan arab latin lafadz takbiran yang pendek dan panjang lengkap dengan artinya.

Hukum Mengumandangkan Takbir di Hari Raya

Apa hukum mengumandangkan takbir di saat Hari Raya Idul Adha dan Idul Fitri? Dalam Kitab Al-Wajiz fi Fiqih As-Sunnah Sayyid Sabiq, Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi menjelaskan, bahwa hukum mengumandangkan takbir di Hari Raya Id adalah sunnah.

Untuk Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, dalil melantunkan takbir yakni sebagaimana dengan firman Allah SWT di dalam surah Al-Baqarah ayat 185:

“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.”

Dalam Kitab Syarh al-Muqaddimah al-Hadramiyah, Syaikh Said bin Muhammad Ba Ali Ba Isyan mengatakan bahwa, takbir Idul Fitri dan Idul Adha sangat disunnahkan untuk siapa pun dan di mana pun berada. Anjuran melantunkan takbir di hari raya ditujukan untuk laki-laki dan perempuan.

Namun, perempuan tak diperbolehkan untuk menyaringkan suaranya sebagaimana yang dilakukan laki-laki. Takbiran ini dapat dilakukan di mana-mana, tak hanya dilakukan di masjid saja. Kapan waktu membaca lafadz takbiran? Lafadz takbir dibaca sejak terbenamnya matahari di malam Idul Fitri dan Idul Adha sampai menjelang salat Id.

Bacaan Lafadz Takbiran Arab, Latin, Artinya Sesuai Sunnah

Bacaan lafadz takbir sesuai sunnah ada yang versi pendek dan panjang. Seperti apa lafadz takbir pendek dan takbir panjang? Simak bacaan lafadz takbir Idul Adha dan Idul Fitri di bawah ini:

Lafadz Takbiran Versi Pendek

Arab:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ ، لا إله إلا الله واللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَاللَّه الحَمْد

Latin:

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.

Artinya:

“Allah Maha besar, Allah Maha besar, Allah Maha besar, tiada Tuhan (yang berhak disembah melainkan. Allah dan Allah Maha besar. Allah Maha besar dan segala puji hanya bagi Allah.”

Arab:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً

Latin:

Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā

Artinya:

“Allah Maha besar dengan segala kebesaran. Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan sore.”

Lafadz Takbiran Versi Panjang

Arab:

لا إله إلا اللهُ وَلا نَعْبُدُ أَلا إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ، وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لَا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبِدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لا إِلَهَ إلا الله واللهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Latin:

Laa ilaaha illallallahu walaa na’budu illaa iyyaahu. Mukhlishiina lahuddiin walau karihal-kaafiruun. Laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, wa a’azza jundahu, wa hazamal-ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allahu akbar walillaahil hamd

Artinya:

“Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama Islam meskipun orang kafir membencinya. Tiada Tuhan selain Allah dengan ke-Esaan-Nya. Dia menepati janji, menolong hamba dan memuliakan bala tentara-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha besar. Allah Maha besar dan segala puji bagi Allah.”

Demikian bacaan arab, latin, artinya lafadz takbiran Idul Adha dan Idul Fitri versi pendek dan panjang. Semoga informasi di atas dapat membantu, ya.

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan