Batuan Sedimen: Pengertian, Proses, Jenis, dan Kegunaan

Batuan sedimen adalah salah satu jenis batuan yang banyak ditemukan di permukaan bumi. Pembentukan batuan ini berasal dari endapan dari material bumi yang kemudian memadat sehingga terbentuklah batuan dari sedimentasi.

Proses sedimentasi sendiri adalah peristwa dimana terbentuknya endapan di suatu tempat dari berbagai jenis partikel organik atau mineral. Sebelum pembentukan sedimen, batu tersebut mengalami proses pelapukan dan erosi terlebih dahulu.

Selanjutnya, baru sedimen tersebut mengalami proses pengangkutan ke wilayah pengendapan. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor contohnya seperti angin, air, es, yang membuat partikel terbawa ke daerah endapan atau disebut dengan erosi.

Proses Pembentukan Batu Sedimen

Pada umumnya, proses pembentukan batuan sedimen ini terjadi ketika ada agen transportasi seperti air, angin, atau gletser yang mengakibatkan erosi sehingga partikel tersebut terbawa ke daerah lainnya.

Selain itu, proses sedimentasi bisa terjadi saat endapan mineral dari cangkang hewan terlepas dan memadat di suatu wilayah. Secara umum, pembentukan batuan ini terbagi menjadi 4 tahapan, yaitu pelaukan, perpindahan, pengendapan, dan terakhir yaitu pemadatan.

Simak prosesnya berikut ini.

1. Pelapukan

Pelapukan adalah tahap pertama dari proses pembentukan batu sedimen. Pelaukan sendiri adalah peristiwa pemecahantanah, batu, kayu, dan berbagai material lain di permukaan bumi karena terkena pengatuh dari kondisi lingkungan.

Contohnya dari perairan, makhluk hidup, atau karena pengaruh dari atmosfer bumi. Pelapukan ini terjadi di tempat asalnya atau tidak ada gerakan yang signfikan. Proses pelapukan dipengaruhi oleh berbagai agen seperti air, es, angin, ombak yang membawa partikel tersebut dan mengendapkannya ke lokasi lain.

Ada 3 jenis proses pelapukan yang mengakibatkan sedimentasi, yaitu ada pelapukan fisika, kimia, dan biologi. Berikut penjabarannya satu per satu.

  • Pelapukan fisika. Jenis pelapukan yang terjadi akibat memiliki kontak secara langsung dengan atmosfer seperti air, es, suhu, dan tekanan dan berbagai faktor fisika lain. Setelah berkontak langsung, maka pelapukan tersebut mengakibatkan sedimentasi.
  • Pelapukan Kimia. Proses pelapukan yang disebabkan oleh kandungan kimia yang berkontak dengan permukan bumi sehingga mengakibatkan proses pelapukan. Bisa juga bahan kimia ini didapatkan dari biologis bukan hanya bahan yang sudah tersedia di atmosfer.
  • Pelapukan Biologi. Pelapukan oleh makhluk hidup seperti tumbuhan, manusia, dan hewan sehingga sering disebut sebagai pelapukan alami. Contohnya pelapukan oleh cacing, mikroorganisme, dsb.

2. Transportasi

Tahapan kedua setelah mengalami proses pelapukan yaitu transportasi. Transportasi adalah kondisi pengangkutan material dari satu tempat ke tempat lainnya. Proses perpindahan ini terjadi karena adanya agen transportasi yaitu angin, gletser, air, sampai karena pengaruh gravitasi.

Semua agen ini memiliki kekuatan untuk memindahkan material seperti debu, tanah, dan batuan sehingga akan terkumpul di satu wilayah dan mengakibatkan terbentuknya pengendapan.

3. Pengendapan

Tahap penting dalam pembentukan batuan ini yaitu pengendapan. Pengendapan yaitu proses geologi saat proses pelapukan tanah terjadi dan ada batuan dan tanah yang dikumpulkan di suatu lahan.

Lahan dari pengendapan tersebut terjadi karena datarannya lebih rendah dibandingkan tempat semula sehingga mudah dipindahkan oleh angin, gletser, air, dan faktor gravitasi. Semakin curam tempatnya, maka semakin mudah untuk mengalami erosi sehingga hal ini menyebabkan proses pembentukan endapan menjadi lebih mudah.

4. Pemadatan dan Penyemenan

Proses terakhir yaitu pemadatan dan penyemenan. Pemadatan ini terjadi saat sedimen sudah terkubur dalam-dalam sehingga membuat partikel tersebut semakin memadat karena adanya tekanan dan berat di bagian atasnya.

Hal ini yang membuatnya lama-kelamaan menjadi batuan yang padat. Sedangkan yang dimaksud dengan penyemenan adalah mineral lain yang berkontak dengan butiran sedimen seperi halnya semen. Mineral ini akan membantu untuk mengikat pasir dan bahan bangunan.

Jenis Batuan Sedimen

 

Setelah memahami bagaimana batu sedimen terbentuk, akan dijelaskan pula jenis-jenis batuan sedimen. Jenis batuan ini terbagi menjadi dua kategori yaitu berdasarkan tenaga yang mengangkut dan cara pengendapannya.

1. Berdasarkan Tenaga yang Mengangkut Hasil Erosi

Kategori jenis batuan yang pertama yaitu dari tenaga yang mengangkutnya. Sedimen ini tebagi menjadi 3 jenis, yaitu sedimentasi aquatic, Aeolis, dan glasial.

  • Sedimen aquatis. Batuan dari proses sedimentasi yang dilakukan oleh tenaga air. Jadi, pembentukan sedimentasi ini dipengaruhi oleh aliran air yang membawa material bumi. Contoh batuan dari jenis ini yaitu batu pasir, batu breksi, dan konglomerat.
  • Sedimen Aeolis. Jenis batuan yang terbentuk karena proses pengendapan akibat terbawa oleh angin. Angin punya kekuatan untuk memindahkan massa tanah ke tempat lain. Biasanya, sedimen ini terjadi di wilayah berpasir. Contohnya adalah tanah loss, sand dunes, dan gurun pasir.
  • Sedimen glasial. Jenis batuan ini terjadi karena diendapkan oleh gletser atau bongkahan es. Contohnya adalah Moraine dan drumlin.

2. Berdasarkan Cara Pengendapan

Batuan sedimen berdasarkan cara pengendapannya terbagi menjadi 3, yaitu

  • Sedimen klastis: Pembentukan sedimen yang berasal dari pecahan batuan atau dari sisa organisme yang sudah mati kemudian terkumpul menjadi sebuah batuan.
  • Sedimen organik: batuan yang terbentuk dari organisme yang mengalami proses pengendapan dan terkubur lama. Contohnya adalah batu bara.
  • Sedimen kimiawi: batuan yang terbentuk karena larutan dan kandungan kimia lalu mengalami pengendapan di tempat lain. Contohnya adalah mergel, dolomite, chalk, dsb.

3. Berdasarkan Tempat Pengendapan

Kategori selanjutnya adalah sedimen dari tempat pengendapan. Ada 5 jenis dari batuan dari tempat pengendapannya yaitu sebagai berikut:

  • Sedimen teristris: batuan pengendapan yang terbentuk karena daratan. Batuan ini dipengaruhi oleh air, es, dan angin sehingga menghasilkan daratan yang baru.
  • Sedimen marine: jenis batuan yang mengalami pengendapan di laut. Batuan ini terbentuk dari cangkang laut, alga, dan organisme laut lainnya.
  • Sedimen limnis: batuan yang terbentuk di danau atau rawa.
  • Sedimen fluvial: batuan yang terbentuk di sekitar sungai.
  • Sedimen glasial: pembentukan batuan diendapkan pada wilayah yang mengandung es.

Manfaat Batuan Sedimen

Setiap jenis batuan ini memiliki karakteristik tertentu dari segi warna, kekompakan batuan, dan bentuknya. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia. Beberapa manfaat dari batuan ini adalah sebagai berikut:

  • Batu konglomerat: adalah batuan yang digunakan untuk bangunan. Batuan ini umumnya mengandung mineral hidrokarbon. Biasanya digunakan untuk pembangunan rumah.
  • Breksi: batuan yang dibuat sebagai hiasan. Contohnya digunaan untuk kerajinan seperti vas bunga, asbak, atau berbagai perabotan lainnya. Selain itu, breksi bisa dimanfaatkan untuk campuran dari bahan bangunan.
  • Kapur: batuan yang digunakan untuk campuran dari bangunan, industri karet, kertas, gelas, sampai dimanfaatkan untuk industri semen.
  • Serpihan: batuan yang dimanfaatkan untuk perabotan rumah. Contohnya seperti cobek.
  • Gipsum: bahan perekat, pupuk tanah, bahan kapur tulis, dsb.
  • Batu bara: dimanfaatkan untuk bahan bakar kendaraan.

Batuan sedimen adalah proses pengendapan yang terjadi karena  adanya pelapukan dan erosi. Ada banyak jenis dari batuan ini sehingga bisa digunakan untuk kehidupan terutama sebagai bahan bangunan. Contoh-contohnya juga dapat Anda pahami dengan mudah.

Baca Juga:

  • Batuan Beku: Pengertian, Proses, Jenis, dan Contohnya
  • Jenis-jenis Batuan, Pengertian, Cara Terbentuk & Contohnya
  • Pengertian Sedimentasi, Jenis, Proses dan Cara Mengatasinya
  • Apa Itu Erosi? Ini Faktor Penyebab, Jenis, dan Cara Mengatasi
  • Batuan Metamorf: Ini Pengertian, Proses, dan Contohnya

Tinggalkan Balasan