Perbedaan: BUMN dengan BUMS dan BUMN dengan BUMD

    Badan Usaha merupakan kesatuan yuridis, teknis, serta ekonomis yang bertujuan buat mencari laba atau profit. Badan usaha ini bisa dikategorikan menurut aktivitasnya, antara lain badan usaha agraris, badan usaha ekstraktif, badan usaha jasa, badan usaha industri, serta badan usaha pertambangan. Contoh Badan Usaha adalah BUMN, BUMS, dan BUMD berikut perbedaan dan pengertiannya.

    Perbedaan BUMN dan BUMS

    Berikut adalah perbedaan antara BUMN dan BUMS.

    BUMN

    1. Pengelola serta pemodal BUMN adalah negara.
    2. Bagian yang dikelola ialah bagian yang menguasai kepentingan banyak orang.
    3. Tujuan BUMN bukan sepenuhnya mencari keuntungan sebab cenderung ditujukan untuk memenuhi kepentingan umum.

    BUMS

    1. Pengelola serta pemodal merupakan swasta dan bisa individu.
    2. Bagian yang dikelola di luar bagian dari BUMN ialah yang tidak menguasai kepentingan banyak orang.
    3. Tujuan BUMS yaitu mencari laba dan biasa terjalin persaingan antara badan usaha.

    Perbedaan BUMN dan BUMD

    Perbedaan BUMN dan BUMD adalah BUMN merupakan badan usaha yang dikelola langsung oleh pusat, sedangkan BUMD dikelola oleh daerah.

    Pengertian BUMN, BUMS, dan BUMD

    1. BUMN (Badan Usaha Milik Negara) adalah perusahaan yang sumber permodalannya dari kekayaan negara dengan fungsi utama untuk melayani warga, serta mengambil keuntungan dari aktivitas yang dikerjakannya sebagai pemasukan negara nonpajak.
    2. BUMS (Badan Usaha Milik Swasta) adalah perusahaan yang dipunyai perorangan ataupun pihak swasta dengan tujuan utamanya untuk memenuhi kebutuhan warga serta mencari laba sebanyak-banyaknya.
    3. BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) adalah perusahaan punya pemerintah daerah serta pengelolaannya seluruhnya dikerjakan oleh pemerintah setempat.

    Baik itu BUMN, BUMS, serta BUMD mempunyai fungsi yang penting untuk perekonomian nasional, sebab ketiganya bisa meresap banyak tenaga kerja.

    Pelajari lebih lanjut

    Badan Usaha Milik Negara

    Sebagai Badan Usaha Milik Negara, modal BUMN pun juga dari duit negara yang dikhususkan. BUMN kepemilikannya dapat sepenuhnya punya negara dan dapat pula sebagian dengan pihak swasta. Walaupun badan usaha ini merupakan milik pemerintah namun status karyawannya bukan PNS, melainkan karyawan BUMN.

    Pada UU No. 19 Tahun 2003, “pengertian dari Badan Usaha Milik Negara, yang selanjutnya disebut BUMN, adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan, dan kegiatan utamanya adalah untuk mengelola cabang- cabang produksi yang penting bagi negara dan digunakan sepenuhnya untuk kemakmuran rakyat.”

    Sesuai yang tercantum pada UU, bagian yang dipegang BUMN merupakan bagian yang menguasai kepentingan orang banyak. Misalkan air PAM, listrik yang dikelola PLN, percetakan uang Perum PERURI, dll. Sebab itu, laba atau profit tidak dijadikan tujuan utamanya, melainkan lebih ke pelayanan umum.

    BUMN mempunyai 3 perwujudan, antara lain Persero, PERUM, serta Perjan. Namun Perjan sekarang ini tidak begitu dipakai, sebab kurang efisien.

    Seperti yang tercantum di atas, bahwa BUMN memiliki 3 tipe. Yang pernah tercantum Perjan yaitu PJKA atau Perusahaan Jawatan Kereta Api yang sekarang ini berganti jadi PT KAI.

    Tipe berikutnya dari BUMN yaitu PERUM. PERUM merupakan wujud peralihan dari Perjan. Pemfokusannya bukan sekadar pelayanan semata, namun juga berorientasi untuk mendapatkan profit atau laba yang berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan.

    Persero merupakan badan usaha yang dikelola oleh negara ataupun daerah, serta memfokuskan pada profit atau laba guna meningkatkan nilai perusahaan. Dengan dipandu oleh direksi, persero bergerak dengan profesional tanpa memakai berbagai sarana negara. Pada persero karyawannya merupakan karyawan swasta, dengan nama perusahaan yang ditulis sebagai PT. Contoh Persero yaitu PT BRI, PT Bank Mandiri, PT Angkasa Pura, PT Tambang Bukit Asam, dll.

    Badan Usaha Milik Swasta

    Sebagai Badan Usaha Milik Swasta, modal BUMS serta pemiliknya merupakan pihak swasta. Bidang yang dipegang badan usaha ini sangat bermacam-macam, tetapi tidak yang menguasai kepentingan orang banyak. Badan usaha ini sangat mengutamakan pada laba atau profit, sebab itu kesuksesan BUMS berdasarkan pada pengelola. BUMS bisa berkerjasama dengan BUMN, tetapi pada sesama BUMS cenderung terjalin persaingan.

    Perwujudan BUMS di antaranya meliputi industri perorangan (PO), Firma (Fa), Commanditaire Vennootsschap (CV), serta perseroan terbatas (PT).

    Badan Usaha Milik Daerah

    Sebagai Badan Usaha Milik Daerah, BUMD merupakan perusahaan milik pemerintah daerah yang didirikan dengan Peraturan Daerah dengan modal seluruhnya ataupun sebagian merupakan kekayaan daerah yang dikhususkan.

    Peran BUMD yaitu melakukan kebijakan pemerintah daerah di bidang ekonomi serta pembangunan. BUMD berperan pula sebagai pendorong peran serta warga pada bidang usaha dan memenuhi kebutuhan atau kepentingan warga yang tidak dapat dijalankan oleh perusahaan swasta.

    BUMD mempunyai fungsi yang sama seperti perusahaan swasta yaitu menawarkan kemampuan pengadaan benda dan jasa untuk memenuhi kebutuhan warga. Contoh BUMD merupakan Perusahaan Air Minum (PDAM) dan perusahaan perbankan daerah.

    Contoh BUMN, BUMS, dan BUMD

    Berikut ini merupakan contoh BUMN, BUMS, dan BUMD.

    1. Contoh BUMN

    1. PT. Garuda Indonesia
    2. PT. KAI
    3. PT. Pertamina
    4. PT. PGN
    5. Perum Bulog

    2. Contoh BUMS

    1. PT. Freeport Indonesia
    2. PT. Danone
    3. PT. Unilever Indonesia
    4. PT. Wings Food
    5. PT. Chevron Indonesia

    3. Contoh BUMD

    1. Bank Pembangunan Daerah
    2. Perusahaan Daerah Air Minum
    3. Perusahaan Daerah Angkutan Kota
    4. PD Pasar Jaya
    5. Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PDRPH)

    Loading...