Cara Mengatasi Masalah Pribadi dengan Saksama

    Pada waktu tertentu, kita cenderung menghadapi masalah yang menguji keberanian kita. Masalah kesehatan, keuangan, hubungan dengan pasangan, atau apa saja. Bahkan kita bisa mendapati situasi di mana kita harus memiliki cara mengatasi masalah pribadi setelah berhasil menyelesaikan masalah lain. Sepertinya mereka tidak akan pernah berhenti dan kemungkinan besar mereka tidak akan berhenti.

    Kita semua memiliki masalah untuk dihadapi, beberapa besar dan beberapa kecil. Jika ingin mengatasi masalah, kita harus menggunakan sumber daya yang kita miliki. Ada sesuatu tentang deteksi awal untuk dapat mempersiapkan antibodi sebelum menjadi masalah yang berat. Namun kita harus memiliki sumber daya, lalu mengerti bagaimana cara memanfaatkannya untuk mengatasi masalah pribadi yang dihadapi.

    Beberapa cara untuk mengatasi masalah pribadi antara lain adalah sebagai berikut.

    1. Lihat kemungkinan

    Kadang tidak semua masalah perlu diatasi secara langsung. Beberapa masalah sama sekali tidak memerlukan penyelesaian. Waktu sangat berharga, jadi kecuali ada masalah yang penting untuk diatasi, jangan sia-siakan dengan mencoba mengatasi masalah yang tidak mungkin selesai. Namun tidak berarti untuk melarikan diri dari masalah yang perlu diselesaikan.

    2. Menerima terlebih dahulu

    Penting bagi kita untuk menerima kenyataan bahwa masalah pribadi akan selalu menjadi bagian dari kehidupan tidak peduli berapa usia kita. Namun jika kita menemukan masalah pribadi yang berlebihan dan mengganggu pekerjaan kita, maka harus tahu cara mengatasi.

    3. Tetap tenang

    Aturan pertama dalam cara mengatasi masalah pribadi adalah menjaga ketenangan. Setiap orang bisa menjadi marah dari waktu ke waktu. Beberapa orang bereaksi negatif terhadap emosi dengan cepat. Namun yang lain bisa mengelola kemarahan mereka dan melakukan pendekatan dengan cara yang tenang.

    4. Komunikasi pekerjaan

    Kadang masalah pribadi memengaruhi pekerjaan. Misalnya terlambat bekerja, tidak produktif, terlalu lama istirahat, melewati deadline, atau menyerahkan hasil pekerjaan yang tidak maksimal. Maka masalah pribadi Kamu sudah memengaruhi pekerjaan. Tanda-tanda lain adalah perilaku, seperti tidak peduli dengan rekan kerja lain, mudah marah, perilaku tidak menentu yang dapat menyebabkan kesalahan pekerjaan, tidur di meja kerja, mengabaikan kebersihan pribadi, atau mengasingkan diri dari rekan kerja. Jika demikian, Kamu perlu mengatasi masalah ini sebelum atasan menindaklanjuti.

    Jika Kamu memiliki masalah yang memengaruhi pekerjaan, Kamu harus segera membicarakan dengan atasan Kamu. Jangan menunggu sampai kualitas pekerjaan menurun. Kamu bisa meyakinkan atasan bahwa Kamu sedang berhadapan dengan suatu masalah yang menurunkan fokus kerja temporer. Dengan alasan yang relevan, mereka mungkin akan menanyakan apa yang terjadi dan memahami. Lalu mendukung Kamu untuk dapat mengatasi dan mengembalikan produktivitas kerja.

    Kendati demikian, tidak berarti mereka perlu mengetahui setiap masalah pribadi yang Kamu alami. Tujuannya adalah menyeimbangkan dan memberikan alasan bahwa masalah pribadi Kamu temporer, namun pekerjaan Kamu tidak temporer.

    Hal yang sama berlaku untuk rekan kerja. Hanya ungkapkan masalah pribadi bila perlu atau kepada orang-orang di tempat kerja yang Kamu tahu dapat dipercayai secara positif dengan empati yang sesuai.

    Rekan kerja dan atasan hanya akan tahu tentang kehidupan pribadi Kamu, saat Kamu berbagi dengan mereka. Jika Kamu tidak ingin orang-orang yang bekerja dengan Kamu tahu tentang hal-hal yang terjadi dalam hidup Kamu di luar pekerjaan. Maka Kamu harus belajar cara menyimpan rahasia.

    5. Beristirahat di beberapa titik

    Jika Kamu mengalami masalah pribadi yang memengaruhi pekerjaan. Maka sebaiknya ambil cuti beberapa hari daripada bekerja full time namun tidak bisa menyelesaikan pekerjaan sepenuhnya. Ketika masalah menghabiskan seluruh pikiran, konsentrasi bisa menjadi sulit dan dapat berdampak pada pekerjaan.

    6. Menetapkan konsekuen

    Kemampuan untuk mengidentifikasi anteseden dan menyimpulkan konsekuen adalah keterampilan penting untuk menyelesaikan masalah yang sulit. Anteseden dapat memberikan acuan dan bisa dimanfaatkan untuk menganalisis masalah. Ketika Kamu memanfaatkan keterampilan ini, maka memungkinkan Kamu untuk mengalami lebih sedikit kecemasan. Lalu bisa mendapatkan kepercayaan diri dalam cara mengatasi masalah pribadi.

    7. Gunakan sumber daya yang dimiliki

    Tentu sekadar menyimpulkan masalah tidak cukup, namun juga perlu menggunakan sumber daya yang Kamu miliki. Misalnya jika masalahnya adalah kesehatan, Kamu perlu menggunakan uang atau asuransi untuk mendapatkan layanan konseling dan obat-obatan. Demikian juga pada kasus pembullyan, perlu diingat bahwa pembully memilih sasaran yang mereka anggap lemah. Oleh karena itu, korban perlu menggunakan sumber dayanya untuk menunjukkan bahwa dia tidak lemah dan dia punya hak-hak. Lalu pembully biasanya akan mundur.


    Share this post:
    Loading...