Cara Menghadapi Masalah di Sepanjang Hidup

    Ketika sebagian orang tidur dengan perasaan yang hancur, yang sebagian lain bangun dengan perasaan bahagia. Maka dapat dikatakan bahwa siklus hidup berputar. Namun kadang kita mendapati situasi yang sulit untuk dikendalikan dan membuat segala cara menghadapi masalah hidup tampaknya tidak berhasil.

    Masalah adalah bagian dari hidup. Ada masalah hidup yang menguji pengetahuan kita dan apa yang telah kita pelajari sejauh ini. Kita semua dihadirkan dengan macam-macam masalah dengan terus-menerus. Kadang kita juga merasa sangat sulit menerima dan mengatasi.

    Terlepas dari masalah apapun yang dihadapi, baik kecil maupun besar. Penyelesaian dibutuhkan untuk melewati situasi sulit sepanjang hidup. Di bawah ini adalah cara menghadapi masalah hidup dengan poin-poin.

    1. Kendalikan emosi

    Ketika kita tidak bisa mengendalikan emosi, kita akan membuat keputusan yang akan kita sesali nanti. Tetap tenang adalah kunci utama untuk dapat membuat keputusan yang lebih cerdas. Beberapa orang dapat dengan cepat bereaksi negatif terhadap emosi. Namun yang lain bisa mengendalikan emosi mereka dan melakukan pendekatan dengan cara yang tenang untuk menghadapi masalah hidup.

    2. Jangan menyalahkan orang lain

    Banyak orang membiasakan diri dengan menyalahkan orang lain atas permasalahan mereka. Menyalahkan orang lain merupakan bentuk kegagalan dalam mengambil tanggung jawab penuh atas keputusan yang telah dibuat. Semakin kita menyalahkan orang lain semakin akan membuat orang tidak menyukai kita dan tidak ingin berada di dekat kita.

    Kita harus menganalisis kuantitatif dan bukan sekadar pergi ke persoalan kualitatif. Namun menganalisis segala sesuatu bukan ditujukan untuk mengalihkan perhatian dan tidak mengambil tindakan. Jika kita bisa menganalisisnya dengan cukup dekat, kita dapat mengetahui cara mana yang dibutuhkan untuk menghadapi masalah hidup.

    3. Lepaskan diri dari situasi buruk

    Kita di Indonesia sering mendapati situasi buruk, misal perdebatan politik dan kebijakan publik. Situasi buruk kadang membuat seseorang terperangkap. Kita tidak perlu menenggelamkan diri pada situasi yang bisa membuat kita kehabisan energi dan kehilangan kemampuan kita untuk menilai pro dan kontra. Suatu masalah hidup bisa menjadi sangat berbahaya jika ada situasi buruk. Dengan demikian, penting untuk bisa melepaskan diri dari situasi buruk, lalu beralih ke hal-hal yang diperlukan.

    4. Menuju realitas

    Mungkin kadang kita mengalihkan perhatian daripada menuju realitas kehidupan. Kita harus memastikan bahwa kita mengacu pada arah yang menghadap realitas. Acuan ini bisa mendorong kita untuk mengembangkan kualitas hidup.

    Bukankah sering apa yang membuat kita takut dulu, lalu sekarang kita merasa akrab. Ketika tumbuh dewasa, keyakinan dan perasaan mampu juga ikut tumbuh sebagai sumber untuk menghadapi masalah hidup.

    5. Menghargai pengalaman

    Proses kehidupan sangat abstrak, kita mencoba, berhasil, gagal, lalu mencoba lagi. Kita belajar melalui pengalaman bahwa kita pernah berhasil dan pernah gagal. Kita dapat menghargai pengalaman kita dan menjadikannya acuan untuk cara menghadapi masalah hidup berikutnya. Suplai energi dari pengalaman yang kita miliki adalah kesempatan untuk menentukan keputusan dan mengetahui apa yang bisa kita lakukan.

    Masa-masa buruk dalam kehidupan bisa direnungkan untuk membuktikan kepada diri sendiri bahwa kita pernah melewatinya. Biasanya kita takut bahwa masa-masa sulit akan menghancurkan kita. Tetapi ketika kita mengingatnya, kita benar-benar pernah melewati pengalaman yang tidak menyenangkan dan membuktikan bahwa kita mampu.

    6. Mendekatkan diri dengan perasaan

    Kita membutuhkan perasaan untuk menemukan makna dan kebahagiaan dalam hidup. Ketika kita membaca buku, kita mendapatkan nasihat dari beberapa penulis yang mungkin tidak relevan dengan masalah yang sedang dihadapi. Namun dengan mendengarkan perasaan kita sendiri, kita telah mengacu pada suatu energi yang telah dikembangkan oleh evolusi dengan seleksi alam yang keras selama jutaan tahun. Perasaan merupakan sumber energi untuk membuat hidup lebih berharga. Tanpa mereka hidup kita tidak ada yang penting.

    7. Jangan membandingkan gaya hidup

    Mungkin sangat sulit untuk tidak membandingkan diri kita dengan orang lain, namun semakin sering kita melakukannya, kita akan semakin merasa inferioritas. Adalah umum ada orang yang telah mencapai lebih dari kita. Namun hal utama yang perlu diingat adalah bahwa hidup bukan untuk menunjukkan apapun ke siapapun. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana cara kita menghadapi masalah hidup, daripada apa yang kita lakukan untuk mencapai kesuksesan hidup.

    8. Memindahkan keyakinan yang membatasi diri

    Seringkali hambatan adalah dari internal, bukan eksternal. Kita biasanya membuat asumsi tertentu tentang diri kita, lalu mendapati bagaimana cara menghadapi masalah hidup. Namun kadang kita dapat terjebak pada cara berpikir kuno yang menyulitkan dan justru berkontribusi pada hambatan.

    Tetapi kita memiliki kesempatan untuk membangun pola pikir yang potensial. Setiap orang yang sukses dari titik terendah adalah bukti bahwa kapasitas potensi manusia bisa ditingkatkan dan tidak sekadar terbatas di awal. Oleh karena itu, lakukan sesuatu yang dapat mendorong ke batas, lalu melampaui batas. Tidak ada yang bisa membuat kita merasa lebih, kecuali dengan melakukan seseuatu yang lebih banyak daripada yang pernah dibayangkan.

    9. Terima hasil dan dapatkan kembali

    Pada akhirnya kita berdamai dengan apa yang telah terjadi. Terlepas dari berhasil atau tidak terkait cara kita untuk menghadapi masalah hidup. Kita harus kembali dan menambahkan pengalaman baru ke memori kolektif kita untuk acuan menghadapi masalah berikutnya. Hidup terus berjalan, waktu tidak berhenti, dan keputusan menentukan apa yang akan terjadi. Lakukan apa yang kita bisa dan terima apa yang kita tidak bisa.