Ciri-Ciri Desa Swasembada serta Penjelasannya

    Desa dapat diklasifikasi berdasarkan tingkat perkembangannya. Salah satunya adalah desa swasembada. Di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), swasembada ini diartikan sebagai usaha mencukupi kebutuhan sendiri (beras dan sebagainya). Lalu kata ini dapat diacu untuk menjelaskan tingkat perkembangan desa yang paling maju. Ciri-ciri desa swasembada ini dapat ditunjukkan oleh masyarakatnya yang telah bisa mengembangkan sumber daya dan potensinya untuk pembangunan.

    Di bawah ini adalah ciri-ciri desa swasembada dalam bentuk poin-poin dan penjelasan.

    Poin Ciri-Ciri Desa Swasembada

    1. Kebanyakan terletak di ibukota kecamatan dan sekitarnya.

    2. Biasanya memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.

    3. Adat istiadat tidak mengikat secara penuh.

    4. Sarana dan prasarana yang dimiliki telah memadai dan lebih maju daripada desa lain.

    5. Masyarakat desa menguasai dengan produktif fasilitas teknologi untuk mendukung kegiatan ekonomi.

    6. Partisipasi yang bisa dilakukan masyarakat untuk kemajuan pembangunan desa dapat lebih efektif.

    Penjelasan Desa Swasembada

    Berdasarkan tingkat perkembangannya, desa swasembada adalah bentuk pedesaan yang paling maju dari bentuk klasifikasi desa lainnya. Desa ini biasanya terletak di ibukota kecamatan dan sekitarnya dengan jumlah penduduk yang cenderung tinggi. Masyarakat di pedesaan ini umumnya tidak terikat penuh dengan adat istiadat. Namun mereka memiliki pola pemikiran yang terbuka dan bisa dengan mudah mendapatkan pengaruh dari luar.

    Di desa ini lembaga-lembaga yang tersedia biasanya sudah dapat menjaga keberlangsungan hidup, misalnya pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan yang beragam. Banyak penduduk di desa ini yang memiliki pendidikan tinggi dan dengan mata pencaharian di berbagai sektor.

    Dengan tingkat pendidikan dan keterampilan yang dimiliki, masyarakat di desa swasembada umumnya telah menguasai fasilitas teknologi untuk menunjang kegiatan di bidang pekerjaannya. Banyak juga penduduk yang bekerja di bidang perdagangan. Tidak demikian dengan desa lainnya yang mana kebanyakan mengutamakan pemanfaatan sumber daya alam untuk kegiatan ekonominya.

    Dengan lokasinya yang berada di sekitar ibukota kecamatan, hubungan dengan daerah lain bisa berjalan lancar. Lalu akses transportasi, distribusi, bisnis, ataupun kegiatan lainnya menjadi lebih mudah dan jarak tempuh tidak menjadi penghalang.

    Loading...