Pengertian Deisme: Percaya Tuhan tapi Tidak Percaya Agama

    Pengertian Deisme: Percaya Tuhan tapi Tidak Percaya Agama – Jika di posting sebelumnya kita membahas tentang politeisme dan totemisme, sekarang ini kita beralih ke pembahasan tentang deisme. Pada beberapa posting berikutnya, mungkin kita masih membahas soal yang berhubungan dengan isme-isme juga. Karena masih banyak sekali istilah isme-isme ini. Ok, langsung saja berikut pembahasannya.

    Pengertian deisme

    Pengertian deisme menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yaitu berikut.

    Deisme adalah pandangan hidup atau ajaran yang mengakui adanya Tuhan sebagai pencipta alam semesta, tetapi tidak mengakui agama karena ajarannya didasarkan atas keyakinannya pada akal dan kenyataan hidup.

    Percaya Tuhan tapi tidak percaya agama

    Secara etimologi, deisme berasal dari Bahasa Latin, yaitu deus yang memiliki arti Tuhan. Deisme mengemukakan eksistensi Tuhan sebagai Sebab Pertama yang tidak bersebab, yang di mana Tuhan menciptakan alam semesta, namun kemudian tidak ikut campur dengan alam semesta yang diciptakanNya.

    Dengan arti yang serupa, deisme juga bisa didefinisikan sebagai pandangan yang meletakkan eksistensi Tuhan sebagai penyebab atas segala sesuatu dan mengakui kesempurnaanNya. Namun tidak menerima campur tangan Tuhan di alam semesta, baik itu wahyu ataupun mukjizat.

    Dengan demikian, maka pandangan deis ini tidak menerima ilmu agama sebagai sumber pengetahuan. Melainkan dengan menekankan bahwa melalui pemikiran dan pengamatan pada alam semesta, bisa untuk memastikan eksistensi pencipta tunggal yang absolut dari alam semesta ini.

    Deis biasanya menolak wahyu dan mukjizat, yang di mana menganggap bahwa agama dan kitab suci merupakan interpretasi yang dibuat oleh manusia lain, bukan dibuat oleh Tuhan.

    Ketika abad ke 17 dan 18 pada Masa Pencerahan, terutama di Inggris, Prancis, dan Amerika, banyak deis muncul. Kebanyakan dari mereka adalah orang yang dibesarkan sebagai seorang Kristen, namun kemudian mendapati diri mereka meragukan mukjizat, kebenaran, dan kepastian kitab suci. Namun tetap mempercayai Tuhan.

    Deisme merupakan sub kategori dari theisme. Seperti halnya theisme, deisme memiliki dasar keyakinan. Namun memiliki perbedaan dengan theisme umumnya, sebab deis tidak dapat mendidirikan agama, dengan kemungkinan pengecualian Unitarianisme, Universalisme dan Konfusianisme.

    Kata deisme dan theisme, keduanya merupakan kata yang merujuk pada kata Tuhan. Asal kata deisme adalah Bahasa Latin deus yang artinya Tuhan dan asal kata theisme adalah Bahasa Yunani theos (θεός), yang artinya juga Tuhan.

    Sejarah

    Paling tidak, sejauh pemikiran Thomas Aquinas Christian telah mengakui 2 sumber pengetahuan tentang Tuhan, yaitu wahyu dan natural reason. Studi tentang kebenaran yang diungkapkan oleh akal disebut sebagai natural theology.

    Pada Masa Pencerahan, terutama di Inggris dan Prancis, para filsuf mulai menolak wahyu sebagai sumber pengetahuan dan hanya menerima kebenaran yang menurut mereka dapat diungkapkan dengan pikiran. Para filsuf yang demikian ini disebut sebagai deis dan posisi filosofi yang mereka ambil disebut sebagai deisme.

    Akibatnya, banyak penulis deis melakukan intellectual war melawan gagasan wahyu. Pada intellectual war ini, penulis deis bergerak dengan independen dan tiap-tiap penulis menyerang dengan caranya sendiri yang unik. Misalkan beberapa penulis menyerang dengan tenang menggunakan logika, sementara yang lain dengan reaksi marah, beberapa yang lain mengajukan fakta sejarah, sementara yang lainnya menunjukkan humor dan sarkasme yang tajam.

    Para penulis ini menunjukkan berbagai pendapat pada natural theology. Beberapa percaya pada keabadian jiwa, hukuman bagi orang fasik dan ganjaran bagi orang saleh, yang lain tidak, dan beberapa yang lainnya tidak diputuskan.

    Para deis melakukannya karena berbagai motif yang berbeda, setidaknya beberapa menjelaskan berbagai keprihatinan mereka. Di Masa Scientific Revolution, beberapa digerakkan oleh rasa hormat yang baru mereka temukan pada natural philosophy (sains) disertai dengan rasa tidak suka terhadap takhayul dan irasionalitas.

    Beberapa yang lain merasa sedih karena perang agama yang telah membinasakan banyak orang Eropa pada beberapa dekade. Karena itu, tujuan mereka adalah menemukan cara untuk menghentikan pertikaian. Dan juga terdapat berbagai motif lainnya.

    Referensi:
    1. kbbi.kemdikbud.go.id/entri/deisme
    2. id.wikipedia.org/wiki/Deisme
    3. en.wikipedia.org/wiki/Deism