Doa Menyembelih Hewan Kurban Latin, Arab & Arti

Mello.id – Menjelang hari raya Idul Adha, umat muslim berbondong-bondong melakukan ibadah qurban. Ada yang membeli sapi, kambing atau domba. Hewan kurban harus disembelih atas nama Allah SWT, maka dari itu mengetahui niat dan doa menyembelih hewan kurban sangat dianjurkan.

Kurban sebaiknya dilakukan oleh muslim yang mempunyai kecukupan harta. Ibadah yang diadakan setiap setahun sekali ini mempunyai keutamaan yang berlimpah. Dalam menyembelih hewan kurban pun tidak boleh sembarangan. Penyembelihan dilakukan atas niat mengharapkan rida Allah SWT.

Salah satu cara meluruskan niat yaitu dengan membaca doa, hal ini juga dituangkan dalam sebuah hadits yang akan dibahas pada artikel di bawah ini. Tanpa basa-basi lebih panjang, mari simak rangkumannya!

Hukum Kurban

Ada beberapa pendapat yang mengatur tentang hukum kurban bagi umat Islam. Kurban hukumnya menjadi sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) bagi orang dengan kelapangan harta, hal ini dituangkan dalam Ringkasan Fikih Sunnah Sayyid Sabiq.

Namun hukum kurban bisa berubah menjadi wajib akibat beberapa alasan. Contohnya, orang yang telah bernazar. Bagi orang yang membeli hewan kurban dan berniat akan menyembelihnya sebagai hewan kurban, maka wajib hukumnya untuk melaksanakan nazar tersebut.

Begitu juga ketika seseorang berkata “ini adalah hewan kurban” atau “hewan ini untuk Allah SWT”, Imam Malik mengungkapkan bahwa jika sudah berniat demikian, maka wajib berkurban.

Hadits Anjuran Membaca Doa Menyembelih Kurban

Penyembelih hewan dianjurkan untuk membaca doa sebelum menyembelih hewan kurban. Membaca doa dapat membersihkan keburukan dari niat dalam hati. Anjuran ini juga disampaikan dalam sebuah hadist di bawah ini:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِكَبْشٍ أَقْرَنَ يَطَأُ فِي سَوَادٍ وَيَبْرُكُ فِي سَوَادٍ وَيَنْظُرُ فِي سَوَادٍ فَأُتِيَ بِهِ لِيُضَحِّيَ بِهِ فَقَالَ لَهَا يَا عَائِشَةُ هَلُمِّي الْمُدْيَةَ ثُمَّ قَالَ اشْحَذِيهَا بِحَجَرٍ فَفَعَلَتْ ثُمَّ أَخَذَهَا وَأَخَذَ الْكَبْشَ فَأَضْجَعَهُ ثُمَّ ذَبَحَهُ ثُمَّ قَالَ بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ثُمَّ ضَحَّى بِهِ

“Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menyuruh untuk diambilkan dua ekor domba bertanduk yang kakinya berwarna hitam, perutnya terdapat belang hitam, dan di kedua matanya terdapat belang hitam. Kemudian domba tersebut diserahkan kepada beliau untuk dikurbankan, lalu beliau bersabda kepada Aisyah, ‘Wahai Aisyah, bawalah pisau kemari.’ Kemudian beliau bersabda: ‘Asahlah pisau ini dengan batu.’ Lantas ‘Aisyah melakukan apa yang beliau perintahkan. Setelah diasah, beliau mengambilnya dan mengambil domba tersebut dan membaringkannya, lalu beliau menyembelihnya. Kemudian beliau mengucapkan: ‘Dengan nama Allah, ya Allah, terimalah ini dari Muhammad, keluarga Muhammad, dan ummat Muhammad.’ Beliau berkurban dengannya.” (HR. Muslim, no. 1967

Doa Menyembelih Hewan Kurban Bahasa Arab Beserta Latinnya

Dalam tata cara menyembelih hewan kurban yang sunnah, penyembelih hendaknya memanjatkan doa kepada Allah SWT. Harapannya supaya kurban diterima oleh Allah SWT dan mendapatkan keberkahan karena telah melakukannya. Adapun bacaan doanya adalah sebagai berikut:

بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ إِنَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ

Bismillahi wallahu Akbar, Allahumma inna hadza minka wa laka.

Bacaan Doa Menyembelih Kurban untuk Orang Lain

Ketika diminta untuk menyembelih hewan kurban atas nama orang lain, maka doa yang dipanjatkan bisa berbeda. Di dalam hadist disebutkan bahwa doa yang digunakan ketika menjadi wakil orang lain adalah sebagai berikut:

بِسْمِ اللهِ، وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُمَّ هَذَا عَنْ فُلَانٍ

Bismillahi wallahu Akbar, Allahumma hadza ‘an fulan (sebutkan nama pemiliknya)

Namun bisa juga menggunakan doa yang terdapat di dalam surah Al-Baqarah ayat 127, sebagaimana yang disarankan oleh mayoritas ulama. Berikut bacaannya:

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Ya Rabb kami, terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al Baqarah: 127)

Syarat Hewan Kurban

Hewan kurban yang bisa disembelih di antaranya sapi, kambing, domba dan unta. Namun hewan dikurbankan haruslah dalam kondisi sehat, tubuhnya berisi dan tidak mempunyai kecacatan seperti kaki pincang atau buta. Hewan yang layak dikurbankan minimal memenuhi syarat berikut:

  • Sapi, minimal berusia 2 tahun ke atas dan dapat dijadikan hewan kurban bagi 7 orang.
  • Kambing, minimal berusia 1 tahun ke atas dan hanya dijadikan hewan kurban bagi 1 orang.
  • Domba, minimal berusia 1 tahun ke atas dan hanya dijadikan hewan kurban bagi 1 orang.
  • Unta, minimal berusia 5 tahun ke atas dan dapat dijadikan hewan kurban bagi 10 orang.

Tata Cara Menyembelih Hewan Qurban

Setelah mengetahui doa menyembelih hewan kurban sesuai sunnah di atas, terdapat rangkaian cara penyembelihan hewan yang harus diperhatikan pula. Proses penyembelihan haruslah cepat dan menggunakan alat yang tajam, biar lebih lengkap simak pembahasan berikut:

  1. Rebahkan hewan ke bagian rusuk kiri. Kemudian, ikat semua kakinya untuk menghindari hewan kurban meronta-ronta.
  2. Posisikan hewan kurban dan penyembelih ke arah kiblat.
  3. Siapkan alat pemotong yang tajam. Lalu, ucapkan basmalah supaya mendapatkan keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT.
  4. Sembari itu, lantunkan selawat untuk Rasulullah SAW dengan harapan meningkatkan kebajikan dan menambah pahala.
  5. Lafalkan takbir tiga kali dan tahmid sekali, kemudian disambung dengan membaca doa menyembelih hewan yang dijelaskan tadi.
  6. Berikutnya sembelih kedua urat nadi dan kerongkongan hewan kurban. Urat tersebut berada pada bagian kanan kiri hewan, keduanya harus putus dalam sekali potong supaya tidak menyiksa hewan.
  7. Namun jika hewan memiliki leher yang panjang, seperti unta, hendaknya penyembelihan dilakukan di pangkal leher bagian atas.
  8. Apabila terjadi situasi di mana hewan kurban jatuh ke dalam lubang dan menghambat proses penjagalan, penyembelih bisa memilih bagian tubuh mana saja. Namun pastikan bahwa hewan kurban tersebut mati karena disembelih atas nama Allah SWT, bukan faktor lain.
  9. Setelah hewan kurban dipastikan mati, penyembelih bisa mulai menguliti seluruh bagian tubuh hewan kurban.
  10. Untuk mempermudah proses pengulitan hewan kurban, sebaiknya ikat kaki belakang dan ikat juga saluran makanan hewan. Saluran pembuangan kotoran pun perlu diikat untuk memudahkan proses ini.
  11. Buka isi perut hewan kurban dan keluarkan semua yang ada di dalamnya.
  12. Lalu, potong-potong seluruh bagian hewan kurban sesuai jumlah yang ditentukan.
  13. Pisahkan dan masukkan secara per bungkus. Kemudian, distribusikan daging hewan kurban tersebut ke masyarakat yang membutuhkan.
  14. Setelah proses penyembelihan selesai, jangan lupa untuk membersihkan lokasi penyembelihan agar tidak tertinggal sisa-sisa darah atau bagian-bagian tubuh hewan yang bisa menyebabkan bau tidak sedap karena proses pembusukan.

Hal-hal yang Perlu Dipahami Saat Menyembelih Hewan Kurban

Pertama-tama tentu membaca doa menyembelih hewan kurban latin atau bahasa arab. Namun ada beberapa ketentuan lain yang wajib diperhatikan saat melakukan kurban. Supaya ibadah kurban bisa mendapatkan kebaikan dan pahala yang maksimal, simak beberapa hal di bawah ini:

  • Hanya menggunakan alat tajam atau pisau yang benar-benar tajam. Dengan begitu kematian hewan kurban bisa berlangsung cepat dan tidak tersiksa lama.
  • Orang yang melakukan penyembelihan harus beragama Islam.
  • Niat berkurban harus didasari atas niat kepada Allah SWT, bukan karena tujuan lain yang diharamkan oleh Allah SWT, seperti sebagai persembahan kepada nenek moyang.
  • Hewan kurban haruslah hewan yang halal untuk dikonsumsi.

Hal-hal yang Perlu Dihindari saat Menyembelih Hewan Kurban

Kalau tadi membahas tentang hal-hal yang harus dilakukan, selanjutnya pahami juga apa saja yang tidak boleh dilakukan saat penyembelihan hewan kurban. Merangkum dari Kemenag, setidaknya ada tiga hal yang patut dihindari, di antaranya:

  • Menggunakan alat atau pisau yang tumpul, karena menghambat kematian hewan kurban.
  • Menyembelih hewan kurban sampai lehernya terputus, jadi cukup potong urat nadi dan kerongkongannya.
  • Memotong atau menguliti seluruh bagian tubuh hewan saat nyawanya masih ada.

Terlepas dari itu, ada pula ketentuan lain yang terkadang dilupakan oleh muslim yang hendak berkurban. Untuk pemberi hewan kurban hukumnya makruh untuk memotong rambut atau memotong kuku mereka sebelum hewan kurban disembelih.

Hukum tersebut berlaku sejak memasuki tanggal 1 Dzulhijjah. Mengapa demikian? Hal ini pernah diriwayatkan dalam HR. Muslim yang mana Rasulullah SAW pernah bersabda demikian:

“Barangsiapa yang telah memiliki hewan yang hendak dikurbankan, apabila telah masuk tanggal 1 Dzulhijjah, maka janganlah dia memotong sedikit pun bagian dari rambut dan kukunya hingga dia selesai menyembelih.” (HR. Muslim).

Tata cara doa menyembelih hewan kurban dapat membantu meluruskan niat berkurban semata-mata untuk mendapatkan rida Allah SWT. Sebaliknya, hewan kurban yang disembelih atas nama selain Allah SWT hukumnya sama seperti bangkai hewan yang tidak ada berkahnya.

Artikel tentang berbagai macam doa lainnya :

Tinggalkan Balasan