Elastisitas Permintaan dan Penawaran: Jenis dan Faktornya

Dalam dinamika praktik ekonomi, dikenal istilah elastisitas permintaan dan penawaran. Keduanya punya keterkaitan satu sama lain dan mempengaruhi aktifitas ekonomi. Menurut ilmu ekonomi, elastisitas merupakan derajat kepekaan pada suatu gejala ekonomi terhadap perubahan ekonomi lain.

Supaya pemahaman elastisitas penawaran maupun permintaan dapat dipahami dengan baik, berikut adalah penjelasan lengkapnya. Penjelasan tersebut diikuti dengan faktor yang mempengaruhi elastisitas sekaligus jenis-jenisnya.

Pengertian Elastisitas Permintaan dan Penawaran

Sebelum tahu mengenai pengertian elastisitas penawaran ataupun permintaan, ada baiknya tahu lebih terlebih dahulu arti dari permintaan dan penawaran.

1. Pengertian Permintaan

Permintaan adalah jumlah barang atau jasa yang diinginkan oleh konsumen dengan rentang harga tertentu. Terdapat hukum permintaan, yakni jika harga barang atau jasa rendah, maka jumlah permintaan terhadap barang atau jasa tersebut cenderung meningkat.

Sebaliknya, jika harga barang atau jasa tersebut meningkat, maka jumlah permintaannya cenderung turun. Hukum ini berlaku untuk barang produksi pabrik ataupun barang yang bersumber dari alam tanpa campur tangan manusia.

2. Pengertian Penawaran

Pengertian dari penawaran adalah jumlah barang atau jasa yang ditawarkan oleh produsen dengan rentang harga tertentu. Sama dengan permintaan, penawaran juga memiliki hukum yang berlaku secara universal.

Hukum tersebut berbunyi, jika ada kenaikan harga suatu barang atau jasa, maka akan ada pula peningkatan kegiatan penawaran terhadap barang atau jasa tersebut. Tapi jika ada penurunan harga pada barang atau jasa tersebut, maka kecenderungan penawarannya juga akan berkurang.

3. Pengertian Elastisitas Permintaan

Setelah mengetahui makna dari permintaan dan penawaran,selanjutnya adalah pengertian elastisitas permintaan. Elastisitas permintaan adalah pengaruh naik turunnya harga terhadap besar atau kecilnya barang yang diminta oleh konsumen atau pasar.

Selain pengertian tersebut, elastisitas permintaan juga bisa berarti tingkat kepekaan perubahan jumlah barang yang diminta oleh konsumen terhadap perubahan harga barang tersebut. Jadi elastisitas dalam permintaan fokus membahas tingkat kepekaan kuantitas barang yang diminta sebab naik turun harga.

4. Pengertian Elastisitas Penawaran

Pengertian elastisitas penawaran adalah pengaruh perubahan harga barang maupun jasa terhadap kuantitas barang yang ditawarkan. Bisa juga berarti tingkat kepekaan perubahan jumlah barang yang ditawarkan oleh produsen terhadap perubahan harga.

Berbeda dengan elastisitas permintaan, elastisitas penawaran akan membahas dan menunjukkan tingkat kepekaan jumlah barang yang ditawarkan. Barang yang ditawarkan tersebut punya tingkat kepekaan yang naik turun karena perubahan harga,

Jenis Jenis Elastisitas Permintaan dan Penawaran

Baik elastisitas permintaan dan penawaran, keduanya memiliki jenis-jenisnya sendiri. Berikut adalah rincian lengkap dari jenis elastisitas permintaan dan elastisitas penawaran.

1. Jenis Elastistitas Permintaan

Dalam elastisitas permintaan, ada lima jenis koefisien, diantaranya adalah:

Merupakan persentase perubahan ketika jumlah barang yang diminta lebih besar dibandingkan dengan persentase perubahan harga. Elastis bisa terjai jika nilai koefisiennya lebih dari satu dan sering kali terdapat dalam barang yang tingkat subtitusinya banyak.

Berikutnya adalah elastis uniter, yakni persentase jumlah barang yang diminta sama dengan persentase perubahan harganya. Dalam artian lain, jumlah nilai koefisiennya sama dengan satu. Bisanya sering ditemukan dalam sebagian alat elektronik.

Berbeda dengan dua jenis sebelumnya, inelastic berupa jumlah presentase jika perubahan jumlah barang yang diminta lebih kecil dibandingkan perubahan harganya. Inelastis bisa terjadi jika nilai koefisiennya kurang dari satu dan sering terjadi pada barang yang tidak memiliki subtitusi.

Pengertian dari inelastis sempurna adalah berapa pun perubahan harga terjadi pada suatu barang atau jasa, perubahan harga tersebut tak akan berpengaruh pada jumlah barang yang diminta oleh konsumen, kasusnya terjadi pada harga beras.

Jenis elastisitas permintaan yang terakhir adalah elastis sempurna, arti dari istilah ini adalah suatu keadaan ketika harga tidak berubah, namun jumlah barang yang diminta mengalami perubahan. Contohnya terlihat pada harga garam atau harga BBM.

2. Jenis Elastisitas Penawaran

Tidak jauh berbeda dengan elastisitas permintaan, elastisitas penawaran juga memiliki lima jenis koefisien, diantaranya adalah:

Merupakan persentase perubahan jumlah barang atau jasa yang ditawarkan ternyata lebih besar dibandingkan dengan presentase perubahan harganya. Nilai koefisien dari elastis adalah lebih dari satu.

Elastis uniter bisa terjadi jika presentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan kepada konsumen sama dengan presentase perubahan harganya. Untuk nilai koefisien elastis uniter adalah sama dengan satu.

Jenis elastisitas penawaran selanjutnya adalah elastis sempurna, makna dari istilah ini adalah suatu kondisi ketika harga tidak mengalami perubahan yang signifikan. Sedangkan jumlah barang atau jasa yang ditawarkan berubah kuantitasnya.

Koefisien lainnya dari elastisitas penawaran adalah inelastis. Inelastis bisa terjadi jika persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan lebih kecil dibandingkan presentasi pergantian atau naik turunnya harganya. Nilai koefisien dari inelastic adalah kurang dari satu.

Inelastis sempurna bisa terjadi ketika harga berubah di pasar, tapi tetap tidak mampu mengubah jumlah barang yang ditawarkan. Ini tentunya menyebabkan konsumen tak bisa mendapatkan barang yang diinginkan.

Faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan dan Penawaran

Dalam elastisitas permintaan dan penawaran terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi, diantaranya adalah:

1. Faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan

Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi kondisi elastisitas permintaan, beberapa faktornya antara lain:

  • Ketersediaan barang substitusi, semakin banyak dan semakin baik suatu barang substitusi, maka elastisitas permintaannya seringkali makin besar.
  • Jumlah penggunaan barang atau jasa, jika jumlah pemakaiannya semakin besar, maka makin tinggi pula elastisitas permintaannya.
  • Pengeluaran atas barang dan jasa, apabila semakin besar persentasi pendapatan yang dipakai untuk mengeluarkan barang atau jasa tersebut, maka elastisitas permintaannya juga semakin besar.
  • Faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan berikutnya adalah intensitas kebutuhan. Apabila kebutuhan suatu barang atau jasa terus meningkat, maka kenaikan harga akan berpengaruh kecil terhadap permintaan.
  • Masa penyesuaian, semakin lama periode yang diperlukan untuk menyesuaikan kuantitas suatu produk, maka permintaannya cenderung makin elastis. Ini bisa terjadi karena konsumen butuh waktu untuk mempelajari pergerakan harga baru.

2. Faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Penawaran

Serupa dengan elastisitas permintaan, elastisitas penawaran juga memiliki faktor pembentuknya sendiri, antara lain:

  • Jumlah persediaan, apalagi produsen menyimpan persediaan barang dalam jumlah besar, maka kurva penawara akan lebih elastis karena produsen bisa langsung memasok ke pasar sesuai permintaan konsumen.
  • Mobilitas faktor produksi, apabil faktor produksi punya mobilitas tinggi, maka produsen bisa menyesuaikan kapasitas produksinya. Dengan begitu penawaran barang atau jasa yang terjdi akan lebih elastis.
  • Faktor yang mempengaruhi elastisitas penawaran selanjutnya adalah jangka waktu produksi. Penawaran barang hasil industry akan berbeda dengan hasil pertanian, sebab jangka waktu pembuatannya juga berbeda.
  • Daya tahan penyimpanan, produk yang daya tahannya lebih singkat biasanya bersifat inelastic. Sedangkan produk yang daya tahannya lama cenderung lebih elastis dalam penawarannya.

Dengan mengetahui pengertian dan jenis elastisitas permintaan dan penawaran, maka proses dan dinamika ekonomi lebih mudah untuk di pahami dan di pelajari.

Baca Juga: 

Tinggalkan Balasan