Mengapa Bentuk Es Batu Mencair Setelah Dimasukkan ke Air Panas?

    Mungkin pernah terlintas di pikiran kita pertanyaan tentang mengapa bentuk es batu setelah dimasukkan ke dalam gelas air panas jadi mencair. Bagaimana bisa demikian dan apakah penyebabnya. Nah, peristiwa ini terjadi karena perpindahan kalor. Kalor atau panas merupakan energi yang dapat berpindah dari suhu tinggi ke suhu rendah.

    Membahas tentang pindahnya kalor tersebut, kita bisa ambil contoh es batu yang dimasukkan ke dalam gelas air panas dan juga pada beberapa kasus lain. Berikut adalah pembahasannya.

    Bagaimanakah bentuk es batu setelah dimasukkan ke dalam gelas air panas?

    Apakah es batu tersebut jadi mencair? Mengapa bisa demikian?

    Jawabannya adalah bentuk es batu tersebut ukurannya menjadi semakin kecil dan mencair dikarenakan pengaruh kalor yang dirambatkan oleh air yang panas.

    Jadi es batu menjadi mencair karena mendapatkan panas, tapi berasal dari manakah panas tersebut?

    Berasal dari manakah panas tersebut?

    Jelas, panas yang membuat es batu mencair tersebut berasal dari air panas.

    Apakah zat yang menjadi perantara pada percobaan ini?

    Perantara pada percobaan ini adalah air yang ada di dalam gelas.

    Peristiwa apakah perpindahan panas pada percobaan ini?

    Ada beberapa macam perpindahan kalor. Nah pada percobaan ini, termasuk peristiwa perpindahan panas secara konveksi. Sebab pindahnya kalor tersebut dengan disertai pindahnya zat perantara.

    3 contoh perpindahan panas secara konveksi yang terjadi di sekitar kita

    Ada berbagai macam contoh perpindahan panas secara konveksi yang biasa terjadi di sekitar kita selain pada es batu. 3 contoh lainnya misalnya adalah ketika kita sedang memasak air, ketika terjadinya angin darat dan air laut, serta cerobong asap.

    Penutup

    Perpindahan kalor secara konveksi merupakan peristiwa pindahnya kalor dengan disertai pindahnya zat perantara. Biasanya terjadinya perpindahan ini adalah pada zat cair dan zat gas.

    Zat yang menjadi penerima kalor akan memuai hingga jadi lebih ringan, kemudian bergerak ke atas. Ketika zat yang lebih ringan tersebut pindah ke atas, molekul zat yang berada di atasnya akan menggantikannya.

    Pindahnya kalor secara konveksi ini bisa diibaratkan ketika kita sedang memindahkan benda dari suatu tempat ke tempat yang lain. Ketika kita membawa benda ke tempat yang lain, sudah pasti kita harus turut bersama buku itu. Kalau benda tersebut diibaratkan energi kalor, sedangkan kita adalah medianya. Maka pindanya kalor secara konveksi menyertakan perantaranya.

    Perpindahan panas secara konveksi ini terjadi pula ketika kita sedang memasak air. Air yang berada di dekat api memperoleh panas hingga jadi lebih ringan. Kemudian air tersebut bergerak naik dan digantikan oleh air yang berada di atasnya, begitu pula seterusnya.

    Pindahnya kalor secara konveksi ini mengakibatkan angin darat dan angin laut pula. Terjadinya angin darat dikarenakan udara di darat saat malam hari lebih cepat dingin jika dibandingkan udara di laut. Karena itu udara yang ada di atas laut bergerak naik dan udara dari darat menggantikan udara yang naik tersebut.

    Sementara itu terjadinya angin laut dikarenakan saat siang hari di darat lebih cepat panas daripada di laut. Karena itu udara di darat naik dan udara di laut menuju ke darat menggantikan udara yang naik tersebut.

    Peristiwa ini biasanya dimanfaatkan oleh nelayan untuk pergi melaut saat malam hari dan balik ke darat saat pagi atau siang hari.

    Mungkin sementara itu cukup untuk pembahasan tentang bagaimana bentuk es batu setelah dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air panas. Mudah-mudahan bisa bermanfaat ya.


    Share this post:
    Loading...