Faktor Penghambat Komunikasi Meliputi Apa Saja?

    Ada banyak alasan mengapa komunikasi bisa gagal. Karena ada sebagian faktor yang bisa menjadi penghambat komunikasi.

    Pada banyak komunikasi, pesan atau apa yang disampaikan oleh komunikator, bisa saja tidak diterima persis seperti yang dimaksudkan komunikator. Oleh sebab itu, penting bahwa komunikator mendapatkan umpan balik untuk memastikan apakah pesan dipahami oleh komunikan dengan jelas.

    Kecakapan mendengarkan, klarifikasi, dan refleksi komunikan bisa membantu. Namun komunikator yang terampil juga perlu memahami apa saja faktor penghambat komunikasi. Lalu mengetahui bagaimana cara menghindari atau mengatasinya untuk mendapatkan keberhasilan komunikasi.

    Beberapa faktor penghambat ini dapat terjadi pada proses komunikasi. Lalu menyebabkan pesan menjadi terdistorsi, berisiko membuang waktu, dan menyebabkan kebingungan dan kesalahpahaman. Akhirnya timbul kegagalan berkomunikasi dan komunikasi tidak dapat mencapai apa yang diharapkan.

    Oleh sebab itu, komunikasi yang efektif melibatkan mengatasi faktor-faktor penghambat ini untuk menyampaikan pesan yang jelas dan singkat.

    1. Kecapakan yang kurang

    Kurangnya kecakapan komunikator dalam mengobrol atau menulis dan kurangnya kecakapan komunikan dalam mendengarkan atau membaca, dapat menjadi faktor utama penghambat komunikasi. Untuk menuntaskan persoalan ini perlu belajar dan melatih kedua kecakapan tersebut.

    2. Sikap kurang tepat

    Sikap yang kurang tepat dapat menghambat proses komunikasi. Pada komunikasi, sikap yang diperlukan adalah sikap yang tegas, simpatik, dan rendah hati.

    3. Pengetahuan kurang

    Pengetahuan ini bisa menyangkut komunikator ataupun komunikan. Jika komunikator memiliki banyak pengetahuan, maka dia bisa menyajikan pesannya dengan lebih mudah. Demikian juga jika komunikan memiliki banyak pengetahuan, dia bisa lebih mudah memahami pesan dan memberi tanggapan.

    4. Kurang memahami sistem sosial

    Jika komunikator kurang memahami sistem sosial yang ada, maka akan mendapati kesulitan untuk menyesuaikan diri. Demikian juga jika komunikan kurang memahami komunikator, maka dia akan kesulitan untuk menangkap pesan dengan cepat dan tepat.

    5. Prasangka negatif

    Beberapa komunikasi mungkin terjadi dengan adanya prasangka dari komunikan terhadap komunikator. Yang mana prasangka tersebut belum tentuk benar dan cenderung bersifat negatif. Untuk tercapainya tujuan komunikasi, kecurigaan yang tidak beralasan perlu dihilangkan.

    6. Kesalahan interpretasi

    Pada bahasa yang dipahami komunikator dan komunikan, bisa saja memiliki perbedaan tentang arti dari istilah tertentu. Persoalan tersebut dapat mengakibatkan kesalahan interpretasi. Lalu penggunaan istilah-istilah yang terlalu rumit, asing, dan teknis juga dapat mengakibatkan demikian.

    7. Jarak komunikator dan komunikan

    Komunikasi dapat menjadi terhambat karena adanya jarak pada komunikator dengan komunikan. Oleh sebab itu, pendekatan perlu dilakukan oleh keduanya.

    8. Indra yang kurang sehat

    Komunikasi bisa terhambat jika mendapati indra yang sehat. Misalnya telinga dan mata yang sedang sakit, lalu mendapati kesulitan mendengar dan melihat.

    9. Pesan yang berlebihan

    Pesan yang berlebihan juga bisa menjadi faktor penghambat komunikasi. Alih-alih ingin memperjelas inti dari pesan, namun dengan pesan yang terlalu berlebihan justru dapat mengaburkan maksud yang sebenarnya.

    10. Komunikasi satu arah

    Pada komunikasi satu arah, komunikan biasanya kurang memiliki kesempatan untuk menanyakan dan menyampaikan umpan balik. Dengan demikian, dia tidak bisa memastikan mendapatkan interpretasi yang tepat.

    11. Kurangnya perhatian

    Kurangnya perhatian dan minat komunikan biasa terjadi jika komunikator yang menyampaikan pesan tidak relevan.

    12. Harapan yang mengarah pada asumsi lain

    Beberapa komunikan mungkin ingin mendengar apa yang mereka harapkan untuk didengar daripada apa yang sebenarnya dikatakan. Lalu pada akhirnya dia memilih beralih ke asumsi lain.

    Referensi: Korespondensi 1, Kemdikbud.