Fungsi Kritik dalam Karya Seni Rupa yang Utama

    Kritik seni rupa merupakan kegiatan untuk menilai kualitas hasil karya seni rupa dengan menunjukkan kelebihan dan kekurangannya. Penilaian ini bisa memiliki pengaruh pada harga jual karya seni. Lalu juga bisa memiliki manfaat yang penting bagi perupa dan karyanya. Apa saja fungsi kritik dalam karya seni rupa yg utama?

    Fungsi kritik seni rupa

    Fungsi utama

    Fungsi kritik seni rupa yang utama adalah untuk menjembatani persepsi dan apresiasi nilai keartistikan dan nilai estetika pada karya seni rupa, antara perupa, hasil karya, dan penikmat seni.

    Dengan adanya kritikan ini bisa menghasilkan interaksi timbal balik dari karya yang disajikan perupa ke penikmat seni.

    Bagi perupa, kritik seni rupa bisa dimanfaatkan untuk mengetahui kelemahan dan mengembangkan kualitas hasil karya. Sedangkan bagi penikmat seni, dapat membantu mereka untuk memahami dan meningkatkan pengetahuan karya seni rupa yang berkualitas.

    Fungsi lain

    1. Memberi masukkan kepada perupa

    Semua orang termasuk perupa biasanya tidak bisa terhindar dari subjektivitas untuk penilaian. Oleh karena itu, kritik seni rupa diperlukan untuk perupa biar bisa memperoleh sudut pandang dari sisi yang lain.

    2. Mengetahui kualitas karya

    Kritikan bisa menjadi parameter untuk mengukur kualitas hasil karya. Namun untuk mengetahuinya dengan pasti, maka perlu mendapatkan kritikan yang objektif, baik itu untuk tanggapan yang positif ataupun negatif.

    3. Menjaga kualitas karya

    Tanggapan positif yang didapatkan oleh perupa bisa dimanfaatkan untuk menjaga kualitas hasil karya yang dibuatnya.

    4. Meningkatkan kualitas karya

    Tanggapan positif yang didapatkan oleh perupa bisa dimanfaatkan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas hasil karya yang dibuatnya.

    Kritik yang bisa berfungsi

    Biar kritik seni rupa bisa berfungsi seperti yang di jelaskan di atas, maka memerlukan beberapa pendekatan. Pendekatan ini bisa dilakukan melalui tahapan-tahapan berikut.

    Tahapan kritik seni rupa

    1. Mendeskripsikan

    Untuk bisa mendeskripsikan karya seni, maka perlu mengetahui istilah-istilah teknis yang biasa digunakan pada ruang lingkup seni. Jika tidak demikian, tentu mendapati kesulitan untuk mendeskripsikannya.

    2. Menganalisis

    Menganalisis merupakan tahapan untuk menelusuri karya seni berdasarkan struktur formal, yaitu unsur-unsur seni rupa yang membentuknya. Untuk bisa menganalisis, maka perlu memahami unsur-unsur dengan prinsip-prinsip penataannya pada karya seni rupa.

    3. Menginterpretasikan

    Menginterpretasikan yaitu tahapan untuk menafsirkan makna karya seni. Yang mana bisa meliputi interpretasi tema, simbol, dan persoalan yang dihadirkan. Interpretasi ini biasanya memiliki sifat yang terbuka dan sangat dipengaruhi oleh sudut pandang yang subjektif.

    4. Mengevaluasi

    Mengevaluasi merupakan tahapan yang menentukan kualitas karya seni. Tahapan ini bisa melibatkan untuk membandingkannya dengan karya lain yang sejenis.

    Dengan menerapkan tahapan-tahapan kritik seni rupa tersebut, maka memungkinkan untuk menghasilkan kritikan yang memiliki fungsi seperti di atas.