Mengapa Introspeksi Diri Sendiri Sangat Penting?

    Sepanjang hari kita terus mengamati dan menganalisis. Kita telah dibiasakan untuk mendapatkan informasi, lalu memeriksanya untuk diinterpretasi. Kendati sudah menjadi kebiasaan berpikir kritis, sisi lainnya adalah kita sering lupa untuk menerapkan konsep ini pada diri kita sendiri. Yaitu introspeksi diri sendiri.

    Introspeksi adalah pemeriksaan atas pikiran dan perasaan sadar seseorang. Dengan demikian, introspeksi diri berarti memeriksa pikiran dan perasaan sadar kita sendiri. Introspeksi dilakukan dengan mengamati secara objektif dan ditujukan untuk meninjau atau mengoreksi terhadap sikap, perbuatan, kelemahan dan kesalahan. Di bawah ini adalah alasan mengapa introspeksi diri sendiri bagi semua orang.

    1. Deteksi masalah pribadi

    Paling tidak kita mengambil waktu sejenak dari kehidupan sehari-hari kita untuk introspeksi diri. Introspeksi diri sangat membantu kita untuk mendeteksi masalah yang dibuat oleh kita sendiri untuk mencari solusi dan memecahkan masalah. Dapat dilakukan dengan duduk tenang, lalu mengajukan beberapa pertanyaan mendasar kepada diri kita sendiri.

    2. Memahami diri sendiri

    Introspeksi memberi kita gambaran nyata tentang bagaimana kita menjalani hidup. Bahkan bisa sampai untuk mengajukan beberapa pertanyaan sulit ke diri sendiri yang mungkin jarang menemukan jawaban yang tepat. Dengan demikian, dapat meningkatkan kemampuan kita untuk memahami diri kita sendiri dan belajar lebih banyak tentang nilai-nilai kehidupan.

    3. Menghindari pengaruh negatif

    Introspeksi memungkinkan seseorang untuk bebas dari pengaruh negatif. Dengan membawa pikiran untuk melihat ke dalam diri, sehingga memungkinkan seseorang untuk menyeleksi pengaruh yang masuk ke dalam diri. Dengan demikian, ketika menerima umpan balik, kita bisa mengoreksi hal yang penting bagi kita.

    4. Menentukan tindakan positif

    Dengan keterkaitan introspeksi pada pemahaman diri sendiri dan mengungkapkan pada nilai-nilai kehidupan. Kita bisa memutuskan sendiri apa tindakan yang harus diambil. Lalu dapat sepenuhnya bertanggung jawab atas tindakan kita dan tidak perlu menyalahkan orang lain. Kita bisa melakukan apapun yang diinginkan dengan hidup kita. Namun pastikan tidak menjadi beban bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitar.

    5. Fokus di dalam diri

    Mereka yang paling bahagia biasanya selalu mengevaluasi dan meningkatkan diri mereka sendiri. Sedangkan mereka yang tidak bahagia biasanya mengevaluasi dan menilai orang lain. Introspeksi dapat meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kualitas hidup dengan fokus pada energi yang ada di dalam diri. Namun kendati demikian, sangat penting untuk menyeimbangkan keadaan dan jangan berlebihan, untuk menghindari menghukum diri sendiri tanpa alasan.

    6. Mengaktifkan pikiran sadar

    Hati dan pikiran bekerja berdasarkan arah yang kita tentukan, namun dipengaruhi banyak faktor. Faktor pengaruh ini datang dari lingkungan, keturunan, guru, teman, dan orang kepercayaan. Mereka memegang mekanisme untuk kita melakukan sesuatu. Namun kita bisa menyesuaikan dengan niat dan perasaan kita dengan mengaktifkan pikian sadar sepenuhnya.

    7. Mengendalikan diri sepenuhnya

    Ketika kita introspeksi diri, kita mendapatkan dan menjabarkan banyak informasi untuk dianalisis lebih lanjut dengan kejujuran mengevaluasi diri sendiri. Semua terkait dengan apa, mengapa, bagaimana, di mana, dan kapan. Variabel-variabel ini menjadi bagian dari alam bawah sadar kita dan bisa mengarah pada penguasaan diri dengan mekanisme autopilot. Oleh karena itu, kita perlu menyadari dan merekontruksi dengan aktualisasi diri untuk membawa kita ke pikiran sadar, yang ditujukan untuk dapat mengendalikan diri sepenuhnya.

    8. Menghindari egoisme

    Tanpa introspeksi seseorang bisa menjadi egois dan mementingkan diri sendiri, lalu ingin segalanya berjalan sesuai keinginannya. Ketika tidak sesuai, menjadi kecewa dan tidak bahagia. Padahal bukan itu yang seharusnya terjadi. Kita tidak memiliki remote untuk mengendalikan semuanya. Kita harus menerima hidup dengan perkembangan yang berproses. Sifat ini dapat diperoleh dengan introspeksi.

    Egois seringkali menimbulkan dampak negatif. Membuat seseorang lebih banyak musuh daripada teman, lebih banyak membenci dari yang dicintai. Padahal kita bisa bahagia hanya ketika kita tidak mementingkan diri sendiri.

    Ketika kita introspeksi diri, kita berada dalam posisi yang jauh lebih baik untuk menanggapi situasi. Bayangkan sebuah perdebatan di mana kita mendengarkan pihak lain, namun justru kita sedang memikirkan jawaban untuk memenangkan argumen.

    9. Menghindari ketakutan

    Ketakutan membuat kita tidak mampu mengambil keputusan untuk menghadapi situasi. Introspeksi memungkinkan kita untuk menyelidiki penyebab ketakutan dan menyadari bahwa tidak semuanya berada di bawah kendali kita. Lalu kita belajar untuk melepaskan dan mengikuti alur.

    Loading...