Tips Memilih Kertas Berdasarkan Karakteristiknya

    Tidak peduli sebagus apapun hasil desain grafis, jika tidak memilih jenis kertas berkualitas untuk proyek cetak, pekerjaan dapat berakhir sia-sia. Tentu sangat merugikan jika telah menghabiskan banyak waktu dan biaya, namun hasil pekerjaan tidak optimal karena ketidaksesuaian karakteristik kertas.

    Parameter untuk Memilih Kertas

    Setiap proyek cetak memiliki opsi jenis kertas yang disarankan. Lalu setiap jenis memiliki karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu, perlu memilih jenis dan karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan cetak dan efek yang ingin dihasilkan.

    Tips pertama dapat mengacu pada permukaan. Setiap jenis memiliki macam-macam permukaan, halus, kasar, atau bertekstur. Lalu dengan nuansa redup atau mengkilau. Karakteristik permukaan kertas ini memengaruhi tampilan hasil cetakan.

    Tips kedua adalah berat kertas yang terkait dengan ketebalan yang dimiliki. Tentu kertas lebih tebal lebih awet, namun perlu disesuaikan lagi dengan proyek cetak yang dibutuhkan.

    Di bawah ini adalah lebih lanjut terkait karakteristik kertas.

    Berat Kertas

    Berat kertas mengacu pada satuan Gram per Square Meter (GSM) atau gramasi. Gramasi ini bisa memengaruhi ketebalan, semakin tinggi gramasi kertas umumnya semakin tebal. Namun berlaku bagi kertas sejenis. Misal 2 kertas jenis X adalah X 190 gsm dan X 210 gsm, tentu lebih tebal kertas X 210 gsm. Tetapi jika jenis lain misal Y memiliki bahan baku berbeda dengan X dalam proses pembuatan kertas. Maka memungkinkan kertas Y 210 gsm lebih tebal dari X 210 gsm dan sebaliknya. Jadi jelas bahwa 2 lembar kertas dengan gramasi yang sama, jika memiliki jenis berbeda maka dapat memiliki ketebalan yang berbeda.

    Baik untuk mencetak selebaran atau buku, setiap produk memiliki gramasi yang disarankan. Memilih gramasi yang salah dapat mengakibatkan efek negatif. Misal jika memilih gramasi yang terlalu rendah untuk katalog. Maka halaman akan menjadi semi transparan, lalu gambar di balik halaman menjadi kelihatan.

    Di bawah ini adalah rekomendasi gramasi bagi produk cetak.

    1. 35-55 gsm, biasanya untuk kertas surat kabar.
    2. 60-100 gsm, biasanya untuk kertas fotokopi dan kop surat. Dengan hasil cetak yang relatif ringan dan tipis. Gramasi ini cocok untuk mencetak sejumlah besar teks, namun tidak untuk gambar atau foto.
    3. 100-150 gsm, biasanya untuk kertas halaman buku dan flyer. Gramasi ini cukup untuk produksi gambar berwarna berkualitas tinggi dan relatif untuk penggunaan jangka panjang.
    4. 200-300 gsm, biasanya untuk kertas sertifikat, kartu nama, dan sampul buku. Gramasi ini diperuntukkan bagi penggunaan jangka panjang.
    5. 300 gsm ke atas, biasanya untuk kertas paper bag dan box kemasan. Kertas ini semakin tinggi gramasi maka semakin kaku. Ketebalannya memastikan kekuatan dan daya tahan yang tinggi.

    Tipis atau Tebal?

    1. Kertas Tipis

    Kertas dengan karakteristik tipis membuatnya lebih mudah untuk membalik halaman pada buku. Dengan demikian, kertas tipis cocok untuk halaman buku catatan, majalah, katalog, dan buku-buku lain. Namun kertas tipis mudah rusak atau sobek, oleh karena itu ditujukan untuk penggunaan jangka pendek.

    2. Kertas Tebal

    Kertas dengan karakteristik tebal diperuntukkan bagi penggunaan jangka panjang. Dengan daya tahan dan ketahanan sobek cocok digunakan untuk sampul buku, map folder, sertifikat, undangan pernikahan, dan kartu nama. Kertas tebal juga bisa diubah bentuk ke box kemasan, paper bag, kerajinan tangan, dan bentuk lainnya.

    Redup atau Mengkilau?

    1. Kertas Redup

    Kertas dengan karakteristik redup memungkinkan sedikit cahaya masuk. Kertas redup cocok bagi poster dan pajangan di bawah lampu untuk tetap kelihatan jelas dengan tidak memantulkan cahaya.

    2. Kertas Mengkilau

    Kertas dengan karakteristik mengkilau merupakan pilihan yang bagus untuk proyek cetak penuh color. Dengan tampilan mecolok dan hidup, dengan mudah dapat menarik perhatian. Namun ketika disinari, pantulan cahaya membuat keterbacaan desain menjadi mengurang. Oleh karena itu, kertas mengkilau tidak diperuntukkan bagi poster yang dipajangan di bawah lampu. Tetapi kertas ini cocok untuk sampul buku, kartu nama, dan flyer.

    Halus, Kasar, atau Bertekstur?

    1. Kertas Halus

    Kertas dengan karakteristik halus rata-rata menghasilkan cetakan lebih detail dan tajam.

    2. Kertas Kasar

    Kertas dengan karakteristik kasar biasanya dapat menyerap tinta lebih baik dan bisa dengan mudah untuk ditulis dengan tangan. Permukaan kasar cocok untuk kertas sertifikat yang masih perlu ditandatangani.

    3. Kertas bertekstur

    Kertas dengan permukaan bertekstur dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan hasil cetak yang elegan. Jika menginginkan tampilan artistik dari gambar atau cetakan karya seni, maka kertas bertekstur adalah pilihan yang bagus. Salah satu yang paling populer adalah Kertas Linen Jepang.

    Penutup

    Apapun karakteristik kertas yang dipilih, materi harus dicetak di perusahaan percetakan berkualitas. Dengan mesin cetak offset dan digital yang canggih untuk membuat hasil cetak keluar dengan warna yang diinginkan.

    Itu penting, jangan sampai telah bekerja keras untuk desain atau menyewa desainer untuk pekerjaan desain grafis yang mewah. Lalu ketika di atas kertas, hasilnya justru jauh dari yang diharapkan.


    Share this post:
    Loading...