Kelebihan dan Kekurangan dari Kemasan Kaleng

    Kemasan kaleng dapat meliputi wadah biskuit dan minuman. Bahan ini banyak menjadi pilihan untuk kemasan makanan karena tahan lama, tidak terlalu mahal, dan tidak beracun. Namun ada kelebihan dan kekurangan dari kemasan kaleng yang perlu kita perhatikan juga.

    Di bawah ini adalah kelebihan dan kekurangan kemasan kaleng serta penjelasannya.

    Poin-poin kelebihan dan kekurangan kemasan kaleng

    Kelebihan dari kemasan kaleng

    1. Bisa didaur ulang.
    2. Ringan dan nyaman digunakan.
    3. Memiliki daya tahan yang tinggi.
    4. Dapat dibentuk dengan mudah.
    5. Dapat dicetak dengan tinta.

    Kekurangan dari kemasan kaleng

    1. Rentan terhadap efek korosi seperti karat.
    2. Tidak memiliki transparansi.
    3. Biasanya kemasannya sulit dibuka.

    Penjelasan kelebihan dan kekurangan kemasan kaleng

    Penjelasan kelebihan

    1. Dapat didaur ulang

    Kaleng sepenuhnya bisa didaur ulang tanpa batas dan tanpa kehilangan kualitas. Dengan pembersihan wadah kemasan yang tepat, kaleng bekas dapat dikirim ke fasilitas daur ulang untuk dicairkan dan dicetak ulang.

    2. Ringan dan nyaman digunakan

    Dengan perkembangan teknologi, sekarang ini telah memungkinkan untuk membuat kemasan dengan bahan baku yang lebih sedikit daripada sebelumnya. Dengan begitu, kemasan ini menjadi ringan dan nyaman untuk digunakan.

    3. Memiliki daya tahan yang tinggi

    Kendati bahan kaleng ini ringan, namun memiliki daya tahan yang tinggi. Bahan ini lebih tahan terhadap benturan daripada kemasan kaca. Dengan begitu, kemasan ini memerlukan biaya penyimpanan dan pengiriman yang lebih rendah.

    4. Dapat dibentuk dengan mudah

    Kaleng memungkinkan untuk dibuat ke hampir semua ukuran dan beragam bentuk sesuai dengan kebutuhan kemasan.

    5. Dapat dicetak dengan tinta

    Kemasan ini tidak sekadar ditujukan untuk melindungi produk. Namun dapat ditambahkan cetakan desain grafis untuk tujuan artistik dan perlindungan merek.

    Penjelasan kekurangan

    1. Rentan terhadap efek korosi

    Beberapa jenis kaleng rentan terhadap efek korosi. Salah satu contoh korosi adalah karat yang dapat menyebabkan kemasan terkelupas. Oleh karena itu, kemasan ini seringkali dilapisi bahan lain untuk meminimalisir korosi.

    2. Tidak memiliki transparansi

    Bahan kemasan plastik dan kaca memungkinkan konsumen melihat ke dalam kemasan untuk memeriksa isi produk. Namun tidak demikian dengan kaleng, di beberapa situasi mungkin toko membatasi produk dengan kemasan kaleng dengan alasan ini.

    3. Biasanya kemasannya sulit dibuka

    Kaleng dapat menyimpan makanan untuk jangka waktu yang lama, namun pembuka kaleng bisa menjadi masalah. Biasanya untuk membuka kemasan ini memerlukan benda bantuan seperti pisau yang dapat mengakibatkan cedera. Sementara kemasan dengan bahan lain seperti kertas dan plastik dapat dibuka lebih mudah.


    Share this post:
    Loading...