Apa Saja Keuntungan & Keterbatasan Produksi Massal?

    Bagi perusahaan industri, strategi produksi merupakan persoalan yang sangat penting. Mereka perlu mengatur kapan harus memproduksi dan kapan harus stop, lalu seberapa banyak yang harus dihasilkan. Salah satu dari strategi tersebut adalah produksi massal. Produksi massal ini memiliki beberapa keuntungan dan keterbatasan.

    Apa itu produksi massal?

    Produksi massal adalah proses pembuatan produk dengan jumlah banyak yang biasanya menggunakan teknologi otomatisasi. Otomatisasi yakni penggantian tenaga manusia dengan tenaga mesin yang dapat melakukan dan mengatur pekerjaan otomatis. Penerapan proses produksi ini memerlukan standarisasi dengan peralatan yang dapat digunakan untuk memproduksi produk serupa dengan jumlah banyak.

    Pada prosesnya, memerlukan bermacam-macam tahap, seperti perencanaan, desain produk hasil riset dan pengembangan, implementasi, pengendalian, dll. Konsep-konsep produksi massal ini dapat diterapkan pada bermacam-macam produk, dari makanan, bahan bakar, bahan kimia, dll hingga produk rakitan seperti peralatan rumah tangga, mobil, dll.

    Produksi ini dapat ditujukan untuk proses yang berkesinambungan. Berkesinambungan artinya proses ini bisa untuk produksi yang terus-menerus dengan jumlah besar namun dengan menetapkan hasil yang standar. Kendati demikian, penerapan produksi massal memiliki keuntungan dan keterbatasan, yang mana keduanya perlu dipertimbangkan.

    Keuntungan produksi massal

    1. Biaya per produk lebih rendah

    Biaya per produk yang rendah biasanya menjadi tujuan utama dari penerapan produksi massal. Dengan menggunakan alat otomatis, dapat memastikan pekerjaan bisa dilakukan lebih cepat dari biasanya. Lalu bahan produksi yang dipesan dengan jumlah banyak juga biayanya bisa lebih rendah.

    2. Lebih menghemat biaya tenaga kerja

    Biaya tenaga kerja dapat lebih hemat bagi produk yang diproduksi massal. Penghematan ini dapat berasal dari proses produksi yang dilakukan dengan perakitan otomatis. Dengan otomatisasi mesin, maka tidak membutuhkan banyak tenaga pekerja manusia.

    3. Hasil perakitan presisi

    Produksi massal dapat menghasilkan perakitan yang presisi karena mesin produksi yang digunakan menetapkan parameternya. Sampai sekarang ini banyak barang yang diproduksi massal dan semuanya memiliki standar dari Quality Control. Oleh sebab itu, bisa menghasilkan akurasi yang tinggi, meskipun membutuhkan pemantauan terus menerus.

    4. Perakitan dan distribusi menjadi lebih cepat

    Perakitan produk yang diproduksi massal berada pada tingkat yang lebih cepat karena peningkatan otomatisasi dan efisiensi. Lalu dengan perakitan yang cepat tersebut, maka dapat membantu distribusi dan pemasaran produk yang lebih cepat juga.

    Keterbatasan produksi massal

    1. Modal besar di awal

    Menciptakan perakitan otomatis membutuhkan modal besar, lalu juga membutuhkan banyak waktu dan sumber daya di awal. Meskipun pengeluaran per produk berkurang, penggunaan peralatan mesin otomatis membutuhkan banyak investasi.

    2. Satu kesalahan dapat mengakibatkan produksi ulang keseluruhan

    Jika mendapati kesalahan desain produksi, mungkin diperlukan untuk mendesain ulang dan melakukan proses produksi ulang kembali. Namun desain ulang pun tidak melulu dikarenakan alasan kesalahan. Semisal jika satu produksi bermasalah, bisa saja seluruh proses produksi massal dapat terpengaruh.

    3. Sumber daya terbuang

    Jika mendapati masalah yang memengaruhi semua produk, maka memerlukan produksi ulang semua. Dengan demikian, berarti terjadi pemborosan sumber daya. Pemborosan ini dapat mengakibatkan kerugian yang besar.

    4. Tidak ada jaminan konsumsi massal

    Seperti yang kita ketahui, produksi massal maka memerlukan konsumsi massal juga. Konsumsi massal sangat penting dan menjadi penentu terakhir untuk tingkat keberhasilan produksi massal. Namun tidak ada jaminan produk dikonsumsi massal. Oleh sebab itu, perusahaan harus memperkirakan permintaan pasar dari produk tersebut biar barang yang diproduksi tidak terbuang sia-sia.

    Contoh

    Contoh produksi massal yang banyak diterapkan di Indonesia adalah pada industri perakitan mobil dan motor.

    Lalu beberapa contoh lain dari produksi massal adalah produksi peralatan elektronik rakitan, seperti mesin cuci, telepon seluler, komputer, kulkas, televisi, dll. Namun perlu diingat bahwa produksi ini tidak terbatas pada pembuatan mesin-mesin besar saja. Proses ini juga diterapkan oleh perusahaan yang memiliki spesialisasi untuk membuat sub komponen perakitan.

    Kesimpulan

    Produksi massal seperti halnya strategi produksi lainnya, yakni membutuhkan banyak pemikiran. Yang mana perlu mempertahankan kualitas dan mencapai tingkat keberhasilan yang tinggi. Bagi perusahaan, yang harus dilakukan adalah memaksimalkan keuntungan dan meminimalisir keterbatasannya untuk melakukan produksi yang efektif dan efisien, baik itu produksi massal ataupun lainnya.

    Referensi:
    1. investopedia.com/terms/m/mass-production.asp
    2. businesszeal.com/mass-production