Konsep Jalan Cepat dalam Atletik, Ini Teknik Dasar dan Aturannya

Bagaimana konsep jalan cepat? Olahraga yang satu ini termasuk dalam cabang olahraga atletik. Sekilas memang mirip dengan olahraga lari, namun sebenarnya ada banyak perbedaan diantara keduanya.  Salah satu yang paling terlihat adalah pada gerakan kakinya.

Jalan cepat atau dikenal dengan istilah race walking biasanya akan menunjukkan gerakan kaki yang terlihat selalu menyentuh tanah. Sedangkan pada olahraga lari, ada beberapa momen dimana kedua kaki terlihat seperti melayang di udara. Untuk, lebih memahami tentang jalan cepat, ikuti ulasan berikut.

Pengertian Jalan Cepat dalam Atletik

Untuk memahami konsep jalan cepat tentu kita harus mengenal terlebih dulu apa yang dimaksud dengan jalan cepat itu sendiri. Perlu diketahui bahwa jalan cepat merupakan jenis olahraga yang dilakukan dengan cara berjalan cepat dan posisi kaki selalu menyentuh tanah.

Sementara menurut Buku Pendidikan Jasmani ,Olahraga dan Kesehatan karya Muhajir (2017) disebutkan bahwa konsep pengertian jalan cepat adalah gerak langkah kaki ke depan yang dilakukan sedemikian rupa sehingga menyebabkan kontak dengan tanah tetap terjaga dan tidak terputus.

Jalan cepat termasuk dalam cabang olahraga atletik sehingga jenis olahraga ini berada dibawah naungan IAAF (International Amateur Athletic Federation) atau organisasi atletik dunia. Jalan cepat juga termasuk cabang olahraga yang dilombakan di olimpiade.

Adapun nomor yang dipertandingkan dalam perlombaan resmi biasanya adalah 5 km dan 10 km untuk peserta putri serta 20 km dan 50 km untuk peserta putra. Olahraga ini pertama kali diselenggarakan di kejuaraan resmi pada tahun 1867 di London, Inggris. Dan di Indonesia dilombakan sejak tahun 1978.

Teknik Dasar dalam Konsep Jalan Cepat

Seperti cabang olahraga lainnya, jalan cepat juga dilakukan dengan beberapa teknik dasar sehingga bukan hanya sekedar berjalan dengan asal cepat saja. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah 4 teknik dasar yang ada dalam olahraga jalan cepat.

1. Teknik Awalan atau Start

Teknik awalan merupakan teknik dasar yang dilakukan sebelum jalan cepat dimulai. Tidak ada gerakan khusus yang diperlukan dalam teknik ini. Yang perlu dilakukan peserta adalah berdiri di belakang garis start. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Menunggu arahan “bersedia” dengan berdiri di belakang garis start.
  • Kaki kiri diposisikan di belakang garis start dan kaki kanan di belakangnya.
  • Posisi badan dicondongkan ke depan sementara kedua lengan tetap dalam kondisi rileks.
  • Pada saat terdengar “ya” atau letusan pistol, maka peserta bisa langsung melangkahkan kaki kanan secepatnya diikuti kaki kiri dengan ayunan tangan dan gerakan pinggul yang rileks.

2. Teknik Posisi Badan

Teknik posisi badan harus dilakukan dengan tepat karena akan sangat menentukan gerakan jalan cepat bisa efektif atau tidak. Posisi badan yang tepat adalah menghadap ke depan, siku ditekuk sampai membentuk sudut 90 derajat, langkah kaki dan ayunan lengan seirama.

3. Teknik Langkah Kaki

Teknik dasar dalam konsep jalan cepat selanjutnya berhubungan dengan langkah kaki. Pada teknik ini yang harus diperhatikan adalah tumpuan berat badan yang dibebankan pada bagian paha. Karena paha akan berperan penting dalam menjaga keseimbangan badan.

Teknik langkah kaki akan sangat berpengaruh karena dilakukan dengan cara menjaga ayunan kaki sambil menekuk lutut sesuai gerakan langkah yang diambil. Tumit kaki harus menyentuh permukaan tanah untuk menjaga posisi kaki.

4. Teknik Akhiran atau Finish

Teknik dasar yang terakhir yaitu teknik akhiran yang seringkali luput dari perhatian para peserta sehingga tidak dilakukan peserta pemula. Pada saat menyentuh garis finish, peserta harus tetap jalan cepat sekitar 5 meter dari garis finish dan tidak boleh langsung berhenti.

Setelah mencapai 5 meter maka baru bisa menurunkan kecepatan jalannya sampai akhirnya benar-benar berhenti dengan posisi sempurna.

Fase Gerak Spesifik dalam Konsep Jalan Cepat

Selain 4 teknik dasar yang telah dijelaskan sebelumnya, di dalam olahraga jalan cepat juga terdapat fase gerak spesifik seperti berikut:

1. Fase Topang Tunggal

Fase ini merupakan tahap persiapan dengan penempatan kaki secara bebas, pada fase ini ada dua cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Gerak spesifik topang depan dengan memposisikan kaki depan aktif dan menyiapkan gerak ke belakang. Fase bisa dilakukan sesingkat mungkin dengan posisi lutut tungkai depan yang diluruskan.
  • Gerak spesifik topang belakang dilakukan dengan memposisikan tungkai topang tetap dalam keadaan lurus selama mungkin. Kaki diarahkan ke depan, tungkai bebas melewati tungkai topang dengan lutut, mempertahankan tungkai bawah tetap rendah.

2. Fase Topang Ganda

Fase ini dilakukan dengan cara menahan kontak menggunakan badan setiap saat. Adapun beberapa prinsip dasar yang harus diperhatikan adalah:

  • Kaki depan mendarat pada tumit dengan lembut dan kaki belakang ada pada posisi tumit kaki yang diangkat.
  • Kedua lengan diayunkan secara bergantian.

Fase Aktivitas dalam Konsep Jalan Cepat

Dalam konsep olahraga jalan cepat juga terdapat fase aktivitas yang terdiri dari beberapa fase seperti berikut:

1. Fase Tumpuan Dua Kaki

Fase ini dilakukan dalam waktu yang sangat cepat. Pada saat kedua kaki menyentuh tanah maka berakhir pula dorongan yang diikuti gerakan tarikan. Tarikan yang lama akan membuat gerakan bahu dan pinggul berlawanan.

2. Fase Tarikan

Fase tarikan dilakukan dengan cara kaki depan melalui tumit dan berkoordinasi dengan seluruh anggota badan. Ketika posisi badan di atas kaki penopang maka gerakan tarikan bisa selesai.

3. Fase Relaksasi

Fase ini ada diantara fase tarikan yang selesai dan gerakan awal pada fase dorongan kaki. Pinggang diposisikan pada bidang yang sama dengan lengan atau bahu.

4. Fase Dorongan

Fase dorongan dilakukan setelah fase sebelumnya selesai. Ketika titik pusat pada gravitasi badan difokuskan di kaki tumpu, maka kaki yang sudah menyelesaikan gerakan tarikan bisa mulai melakukan gerakan dorongan. Kaki yang lain maju dan diluruskan.

Ketika melangkah dengan jarak yang lebar, posisi pinggang akan berada di sisi yang sama dan maju ke arah yang sama. Hal ini akan memberikan dorongan lebih pada tubuh dan kaki sehingga langkah kaki bisa semakin cepat. Bagian lengan berfungsi sebagai  penyeimbang.

Peraturan dalam Olahraga Jalan Cepat

Konsep jalan cepat juga berhubungan dengan peraturan di dalamnya. Seperti jenis olahraga lainnya, jalan cepat juga memiliki beberapa peraturan yang wajib diikuti agar olahraga bisa dilakukan secara sportif. Adapun aturan jalan cepat yang ditetapkan IAAF adalah seperti berikut:

  1. Kaki depan harus menginjak tanah ketika kaki belakang melangkah, jika tidak melakukan hal itu maka dianggap melanggar.
  2. Peserta yang mendapatkan 3 kartu merah dari 3 juri yang berbeda dinyatakan didiskualifikasi.
  3. Awalan atau start harus dilakukan dengan posisi berdiri dan tangan tidak boleh menyentuh tanah.
  4. Jika badan (bukan kepala, kaki atau lengan) peserta jalan cepat melewati garis finish maka dianggap memenangkan pertandingan.

Pada dasarnya konsep jalan cepat berbeda dengan olahraga lari, meskipun keduanya sama-sama termasuk cabang atletik. Selain berbeda dari sikap awalan atau start, gerakan langkah kakinya juga sangat berbeda. Karena dalam olahraga jalan cepat kaki harus selalu menyentuh tanah.

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan