Parameter Terkait Lingkungan Kerja yang Baik

    Lingkungan kerja yang baik adalah kunci untuk aktivitas pekerjaan yang menyenangkan dengan hasil yang berkualitas. Bahkan banyak orang yang lebih mengutamakannya daripada tarif gaji dan tunjangan mereka. Lingkungan kerja yang demikian dapat mempertahankan proses pekerjaan mereka dalam suasana apapun, terutama suasana yang penuh tekanan.

    Siapapun Kamu pasti menginginkan lingkungan kerja yang baik, lingkungan yang memungkinkan kita untuk bekerja pada tingkat yang paling produktif. Lalu kita dapat menjalaninya sebagai pekerjaan tetap selama bertahun-tahun yang akan datang.

    Namun sayangnya, tidak ada satu pun lingkungan kerja yang sempurna. Setiap tempat kerja biasanya memiliki karakteristik masing-masing dan mereka semua tergantung pada Kamu, budaya dan sikap orang-orang yang bekerja dengan Kamu.

    Di bawah ini adalah parameter terkait lingkungan kerja yang baik.

    1. Budaya tempat kerja

    Setiap perusahaan biasanya memiliki budaya kerja sendiri yang menentukan nilai dan standar mereka yang harus diikuti oleh semua karyawan. Ketika kita mendapati budaya tempat kerja yang positif dan diterapkan oleh semua orang. Maka lingkungan kerja cenderung lebih baik dan kita tidak menemukan karyawan yang merasa tidak bahagia karena kesal.

    2. Lingkungan kerja yang mendukung

    Setiap orang memiliki masalah pribadi, namun hanya sesedikit mungkin emosi pribadi dapat dibawa ke tempat kerja. Tetapi kita harus berupaya untuk tidak mengabaikannya, paling tidak mendukung dengan menunjukkan perhatian jika mendapati rekan kerja yang tampak sedang memiliki masalah.

    3. Berorientasi pada penyelesaian pekerjaan

    Semua orang ingin datang ke tempat kerja dengan rasa diakui dan dihargai. Tidak ada tanda-tanda kecemasan, dominasi, dan pembullyan yang diinginkan. Namun kreativitas dan produktivitas adalah yang harus dikembangkan untuk keberhasilan pekerjaan.

    4. Komunikasi terbuka

    Apakah karyawan takut berbicara dengan atasannya? Apakah banyak gosip kantor? Apakah karyawan membiarkan masalah menumpuk tanpa berbicara satu sama lain untuk memperbaikinya? Jika jawabannya adalah ya untuk satu atau lebih, mungkin Kamu telah menemukan lingkungan kerja yang tidak baik.Lingkungan kerja yang baik cenderung tidak memiliki karakteristik yang disebutkan di atas. Namun secara terbuka dan dengan suka rela berkomunikasi satu sama lain.

    5. Membangun kebersamaan

    Membangun tim tidak hanya membuat karyawan lebih dekat satu sama lain, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang baik. Aspek ini membantu meningkatkan komunikasi internal.Lalu meningkatkan hubungan di tempat kerja dan membantu karyawan saling mengenal satu sama lain dengan lebih baik untuk memiliki rasa persahabatan dan kerja sama. Dengan begitu persaingan di tempat kerja adalah persaingan yang sehat tanpa perasaan dan rasa balas dendam.

    6. Mencerminkan nilai-nilai positif

    Nilai-nilai positif bisa diperlihatkan dari sikap karyawan yang menunjukkan komitmen pada kualitas perusahaan, layanan, dan pelanggan. Perusahaan juga harus berupaya untuk mencapai tujuannya dengan kepedulian secara menyeluruh. Lalu mereka berusaha untuk menjadi yang terbaik dan berkomitmen kepada siapapun yang berkorelasi dengannya.

    7. Kantor yang bersih dan nyaman

    Bekerja di kantor yang bersih dan nyaman memiliki dampak luar biasa terhadap interaksi dengan rekan kerja. Jika kantor tidak mendapatkan sinar matahari, paling tidak memiliki suasana santai dengan interior yang nyaman dan peralatan kerja yang bersih.Lalu dengan beberapa lampu kerja untuk lebih terang.

    8. Lingkungan kerja yang fungsional dan aman

    Lingkungan kerja yang baik biasanya praktis, aman dan menyenangkan.Keselamatan mungkin adalah hal yang paling krusial untuk diperhatikan. Perusahaan harus peduli dengan keselamatan karyawannya dan memiliki persiapan untuk melakukan tindakan pencegahan yang diperlukan sebagai antibodi jika terjadi suatu masalah. Jika Kamu memiliki semua yang Kamu butuhkan untuk melakukan pekerjaan, maka hari kerja Kamu akan jauh lebih menyenangkan.

    9. Atasan yang merepresentasikan aturannya

    Karyawan mengharapkan atasan untuk tidak hanya sekadar mengomunikasikan tujuan, sasaran, strategi, dan budaya perusahaan, tetapi juga mematuhinya. Seorang atasan yang tidak mematuhi aturan yang dibuat atau disetujui olehnya, sering mendapati masalah di antara karyawan.

    10. Mengikuti tren

    Perusahaan dan karyawan mengikuti harus dapat tren dan teknologi baru, lalu menggabungkan keterampilan baru. Jika tidak demikian, bisnis mereka akan ketinggalan.

    Kesimpulan

    Lingkungan kerja memengaruhi produktivitas dan efisiensi pekerjaan. Dengan lingkungan kerja yang baik, ketidakhadiran dan pergantian karyawan di perusahaan dapat menjadi lebih mengurang. Lalu dapat mengarahkan perusahaan ke peningkatan angka penjualan.

    Perusahaan biasanya menanyakan kepada calon karyawan tentang jenis lingkungan kerja yang mereka sukai ketika wawancara. Pertanyaan ditujukan untuk memastikan kesesuaian individu dengan pekerjaan yang dilamar. Misalnya, jika Kamu berpengalaman untuk pekerjaan desain grafis, mungkin Kamu tidak sesuai untuk bekerja di lingkungan penjualan yang serba cepat. Perusahaan memahami jika karyawan tidak nyaman dengan lingkungan kerja, maka kinerja mereka akan rendah. Karyawan yang merasakan kinerja rendah dapat dengan cepat mengambil tawaran pekerjaan lain. Jika tidak, bisa lebih buruk lagi, mereka dapat menyebarkan negativitas dan permasalahan di antara karyawan lainnya.

    Loading...