Majas yang Ada dalam Puisi Serenada Hijau

    Serenada Hijau merupakan puisi yang diciptakan oleh W.S. Rendra. Berikut dijelaskan majas apa saja yang ada dalam puisi Serenada Hijau dan Bagaimana irama yang tergambar di dalamnya. Lalu kata-kata yang bermakna konotasi di dalamnya dan makna dari setiap kata itu.

    Majas yang ada dalam puisi Serenada Hijau adalah

    1. Majas anafora

    Majas anafora yaitu majas perulangan kata atau frasa yang terdapat di awal kalimat. Majas ini terdapat pada kata kupacu kudaku.

    Kupacu kudaku
    Kupacu kudaku menujumu.

    2. Majas personifikasi

    Majas personifikasi yaitu majas pengumpamaan benda mati sebagai orang atau manusia. Majas ini terdapat pada kata bulan, syahdu malam, kali, dan batu yang diumpamakan memiliki sifat seperti manusia, yakni menegur salam, bergantung, berkata tentang rindu, dan mengeluh.

    Bila bulan
    menegur salam
    dan syahdu malam
    bergantung di dahan-dahan.
    Menyusuri kali kenangan
    yang berkata tentang rindu
    dan terdengar keluhan
    dari batu yang terendam.

    Bagaimana irama yang tergambar di dalamnya?

    Irama yang tergambar di dalamnya adalah ekspresi yang lembut sebagai perwujudan dari rasa rindu yang dalam.

    Kata-kata yang bermakna konotasi

    Kata-kata yang bermakna konotasi dalam puisi Serenada Hijau di dalamnya dan makna dari setiap kata itu adalah.

    1. Kupacu kudaku

    Makna dasarnya yaitu menambah kecepatan kuda. Pemaknaannya yaitu semangat yang menggebu-gebu.

    2. Batu yang terendam

    Makna dasarnya yaitu batu yang berada di dalam air. Pemaknaanya yaitu menahan rasa kerinduan dari hati yang paling dalam.

    3. Syahdu malam bergantung di dahan-dahan

    Maknanya dasarnya yaitu suasana malam. Pemaknaanya yaitu malam yang hening bercampur kesedihan.

    Catatan

    1. Majas atau gaya bahasa yaitu pemanfaatan atau penggunaan ragam bahasa tertentu untuk memperoleh efek tertentu yang dapat menjadikan karya sastra semakin hidup. Majas digunakan pada karya sastra misalnya puisi dan prosa. Pada umumnya puisi dapat mempergunakan lebih banyak majas daripada prosa.

    2. Irama pada puisi yaitu alunan bunyi yang terjadi karena perulangan dan pergantian kesatuan bunyi pada arus panjang pendek bunyi, keras lembut tekanan, dan tinggi rendah nada.

    3. Kata konotasi yaitu kata yang bermakna tidak sesungguhnya.

    Puisi Serenada Hijau oleh W.S. Rendra

    Kupacu kudaku.
    Kupacu kudaku menujumu.
    Bila bulan
    menegur salam
    dan syahdu malam
    bergantung di dahan-dahan.
    Menyusuri kali kenangan
    yang berkata tentang rindu
    dan terdengar keluhan
    dari batu yang terendam.
    Kupacu kudaku.
    Kupacu kudaku menujumu.
    Dan kubayangkan
    sedang kau tunggu daku
    sambil kau jalin
    rambutmu yang panjang.

    Rima yang terdapat dalam puisi

    Rima yang terdapat dalam Serenada Hijau memiliki fungsi untuk memperindah bunyi yang diwujudkan dengan perulangan bunyi kalimat yang terdapat pada beberapa baris di dalamnya.

    Kupacu kudaku
    Kupacu kudaku menujumu.

    Kalimat ini bukan hanya terdapat pada baris pertama dan kedua saja, melainkan terdapat pula pada baris ke 11 dan ke 12.

    Citraan puisi

    Seseorang sedang berada dalam perjalanan untuk menuju tempat kekasihnya, dengan menggunakan alat transportasinya yang memiliki daya tahan pada waktu malam hari.

    Pada perjalanannya, dia diiringi dengan suara binatang yang mendiami dahan-dahan pohon pada malam hari. Suara tersebut menurutnya menjadikan perjalanannya menjadi syahdu.

    Dia menyusuri jalan yang dilewatinya merasa seperti sedang bernostalgia dengan kenangannya. Kenangan yang menjadinya sangat rindu. Suara hatinya yang selama ini diam menyuarakan isi hatinya karena sangat merasakan kerinduan.

    Dia semakin mempercepat perjalanannya menuju tempat kekasihnya. Dia membayangkan kalau kekasihnya sedang menunggu kedatangannya dengan memainkan rambutnya yang panjang.

    Tema

    Serenada Hijau merupakan puisi yang bertemakan tentang percintaan.