Musik sebagai Simbol serta Ciri-Cirinya

    Pengertian musik sebagai simbol

    Musik sebagai simbol adalah musik dengan simbol tertentu yang berhubungan dengan makna tertentu pada kehidupan masyarakat.

    Secara etimologi, simbol berasal dari Bahasa Yunani yaitu symbolon. Symbolon artinya adalah melempar bersama-sama, melempar atau meletakkan bersama-sama pada satu ide atau gagasan objek yang terlihat, hingga objek tersebut dapat merepresentasikan gagasan.

    Simbol dapat diwujudkan melalui bentuk, gambar, gerakan, ataupun benda yang bisa mewakili suatu gagasan. Bentuk simbol tidak terbatas pada benda yang bisa dilihat dengan mata, melainkan juga bisa melalui ucapan atau suara. Oleh karena itu, musik juga bisa dijadikan sebagai simbol.

    Ciri-ciri yang menunjukkan musik sebagai simbol

    a. Berhubungan dengan makna tertentu.

    b. Tampak ada karakter bunyi yang dihasilkan oleh instrumen-instrumen.

    c. Termasuk vokal/suara manusia.

    d. Adanya unsur-unsur seperti tinggi rendahnya nada, ritme, dinamika, atau tempo.

    Unsur-unsur

    Secara musikal, simbol-simbol musik terdapat pada karakter suara yang dihasilkan dari instrumennya, termasuk suara vokal manusia. Simbol-simbol tersebut dapat terlihat pada unsur-unsur pada musik, yaitu sebagai berikut.

    1. Nada, tinggi rendahnya suara.

    2. Ritme, durasi setiap suara.

    3. Dinamika, perubahan suara, yaitu keras menjadi semakin lembut atau lembut menjadi semakin keras.

    4. Tempo, kecepatan musik, yaitu sangat cepat, cepat, sedang, lambat, atau sangat lambat.

    Penjelasan unsur-unsur

    1. Nada

    Nada atau melodi diproduksi oleh instrumen, termasuk suara vokal manusia. Nada bisa menunjukkan simbol, semisal ketika bagaimana kita memaknai suara yang tinggi, seperti kicauan burung, sirine ambulan, dan suara lonceng sepeda. Lalu juga suara yang rendah, seperti suara alat musik yang memiliki nada terendah, yaitu instrumen bas.

    2. Ritme

    Ritme terbentuk dari suara dan diam. Suara dan diam tersebut dikombinasikan untuk membentuk pola suara yang berulang hingga menjadi ritme. Ritme bisa menunjukkan simbol, semisal ketika bagaimana kita memaknai suara yang lama dan suara yang pendek.

    3. Dinamika

    Dinamika merupakan perubahan keras lembutnya suara. Dinamika bisa menunjukkan simbol, semisal ketika bagaimana kita memaknai rangkaian suara yang diawali dengan suara lembut, lalu semakin lama menjadi semakin keras, yang biasa disebut sebagai Crescendo. Juga bagaimana kita memaknai rangkaian suara yang diawali dengan suara keras, lalu semakin lama menjadi semakin lembut bahkan hilang, biasa disebut sebagai Decrescendo.

    4. Tempo

    Tempo merupakan cepat lambatnya suara. Tempo bisa menunjukkan simbol, semisal bagaimana kesan yang kita dapatkan ketika mendengarkan lagu yang dinyanyikan dengan tempo cepat. Juga bagaimana kesan yang kita dapatkan jika lagu tersebut dinyanyikan dengan tempo lambat.

    Simbol-simbol musik juga bisa terdapat pada aspek non musikal. Contohnya pada alat musik, yang mana didasarkan pada bentuk, warna, bahan, dan ornamen yang tampak pada instrumen.

    Simbol musik pada kehidupan masyarakat

    Di indonesia, musik tradisional biasanya menjadi simbol pada kehidupan masyarakat. Banyak daerah di Indonesia yang memiliki karakteristik musik yang berbeda. Perbedaan tersebut dikarenakan setiap daerah memiliki bahasa dan budaya yang berbeda.

    Perbedaan tersebut contohnya meliputi alat musik yang digunakan, lalu pola dan irama musiknya. Akibat perbedaan tersebut, makna yang dimiliki musik di setiap daerah juga berbeda.

    Jika dikatakan musik sebagai simbol pada kehidupan masyarakat, berarti berhubungan dengan kehidupan masyarakat di ruang lingkup musik tersebut. Dengan begitu, musik dapat merepresentasikan adat dan budaya yang terdapat pada masyarakat tersebut. Simbol-simbol tersebut tampak pada suara yang dihasilkan oleh instrumen khas yang dimiliki masyarakat dan vokal dari nyanyian mereka.

    Cara masyarakat mengekspresikan gagasan pada musik dipengaruhi oleh bahasa dan budaya yang ada di lingkungannya. Baik dari aspek musikal maupun non musikal, musik yang dihasilkan dari masyarakat juga tidak bisa dilepaskan dari nilai-nilai dan pandangan hidup yang terdapat di lingkungannya.