Niat Sholat Hajat Arab, Latin, Terjemahan & Tata Caranya

Mello.id – Sholat hajat umum dilakukan saat seorang muslim memiliki hajat tertentu yang ingin dimohonkan pada Allah. Dalam menjalankannya, tentu haruslah mengetahui niat sholat hajat beserta tata cara pelaksanaannya.

Sholat ini sendiri menjadi salah satu cara bagi umat muslim untuk khusus menyatakan hajat yang diinginkan pada Allah SWT. Dengan harapan, nantinya jalan yang akan ditempuh akan dimudahkan oleh Allah SWT. lebih-lebih jika hajat tersebut langsung dikabulkan begitu saja.

Lantas, apa niat yang harus dibaca saat akan mendirikan sholat hajat dan bagaimana cara melakukannya? Berikut ini terdapat penjelasan selengkap sholat hajat mulai dari bacaan niat hingga waktu pelaksanaannya.

Niat Sholat Hajat 2 Rakaat

Dalam melaksanakan sholat hajat, seorang muslim dapat mengambil jumlah rakaat sesuai dengan yang diinginkan. Minimal jumlah rakaat shalat hajat adalah 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat. Jumlah ini bisa disesuaikan dengan tingkat hajat yang ingin dimohonkan pada Allah SWT.

Walaupun memiliki maksimal rakaat hingga 12 rakaat, niat sholat yang diucapkan tetap sama. Sehingga walaupun mendirikan 2 rakaat ataupun 12 rakaat sekaligus, niat yang dibaca tetap sama.

Hal ini karena pelaksanaan sholat hajat adalah melakukan salam setiap 2 rakaat. Jika mengambil 4 rakaat, maka juga harus melakukan 2 kali salam. Artinya, setelah 2 rakaat maka sholat ditutup dengan salam. Jika ingin menambah rakaat maka boleh berdiri lagi, membaca niat dan melakukan rukun sholat hingga salam.

Sehingga apabila ingin mendirikan 12 rakaat sholat hajat, maka harus terdapat 6 salam di dalamnya. untuk itu, tidak ada perbedaan antara niat sholat hajat 2 rakaat, 4, rakaat, hingga 12 rakaat. Semuanya memiliki niat yang sama, yaitu sebagai berikut:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatal hajati rak’ataini ada’an lillahi ta’ala.

Artinya: Aku menyengaja shalat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah SWT.

Tata Cara Pelaksanaan Sholat Hajat

Sesuai dengan penjelasan sebelumnya, sholat hajat dilakukan dengan cara melakukan salam setiap 2 rakaat. Setiap selesai salam, maka harus melakukan tahap-tahap sholat mulai dari awal lagi. Hal ini berlaku pada kelipatan 2 rakaat shalat hajat.

Sementara itu, tata cara melaksanakan sholat hajat dapat dilihat pada tahapan-tahapan berikut ini:

  1. Membaca niat sholat hajat 2 rakaat (sangat dianjurkan untuk membaca versi Arabnya)
  2. Melakukan takbiratul ihram
  3. Membaca surat Al-Fatihah dan membaca surat pendek
  4. Setelahnya, dianjurkan untuk membaca ayat kursi dan surat Al-Ikhlas
  5. Rukuk dan tuma’ninah di dalamnya
  6. I’tidal dan tuma’ninah di dalmnya
  7. Sujud dan tuma’ninah di dalamnya
  8. Duduk di antara dua sujud
  9. Sujud kedua
  10. Berdiri untuk mendirikan rakaat kedua
  11. Mengulangi poin no. 3-9
  12. Duduk tahiyat akhir
  13. Salam

Sebagaimana sholat pada biasanya, seorang muslim haruslah mengambil wudhu sebelum mendirikan sholat hajat. Tubuh, tempat, serta pakaian yang digunakan untuk sholat harus bersih dari hadas kecil dan besar.

Karena shalat hajat dimaksudkan untuk meminta pada Allah SWT agar hajat yang diinginkan dikabulkan, maka jangan langsung beranjak setelah selesai melakukannya. Sebaliknya, hal yang dianjurkan adalah berdzikir, membaca sholat nabi, dan memperbanyak doa pada Allah SWT.

Jangan lupa untuk memanjatkan hajat yang dimaksud. Mantapkan hati bahwa Allah akan memberikan pilihan terbaik atas apa yang diminta oleh hamba-Nya.

Waktu Pelaksanaan Sholat Hajat

Karena merupakan sholat sunnah, banyak yang masih belum mengerti kapan waktu untuk melaksanakan sholat hajat. Meski sholat hajat dikatakan tidak harus dilakukan pada waktu khusus, ada baiknya untuk mendirikan sholat ini di waktu yang dianjurkan.

Ini menjadi salah satu bentuk kesungguhan seseorang dalam niat sholat hajat yang ingin didirikannya. Terlebih apabila hati benar-benar dilema atau resah karena masalah hingga kesulitan yang sedang dihadapi.

Karena sesungguhnya Allah tidak pernah tidur dan dapat melihat kesungguhan itu. Adapun waktu yang sangat dianjurkan adalah pada sepertiga malam terakhir. Lebih tepatnya lagi, ini berkisar pada pukul 01.00 hingga menjelang masuknya waktu sholat subuh.

Seperti yang dijelaskan dalam Islam, waktu-waktu itu adalah waktu yang mustajab. Dasar ini jugalah yang menjadi sebab pelaksanaan sholat tahajud adalah pada sepertiga malam. Sebab, pada dasarnya di waktu-waktu itu banyak umat manusia yang masih nyenyak dan terlelap dalam tidurnya.

Memang nyaman rasanya tidur dibalik selimut pada waktu-waktu tersebut. Karena itu Allah menjanjikan pahala bagi siapa yang bisa melawan hawa nafsunya dan mendirikan sholat serta berdoa kepada-Nya.

Lantas, bisakah melaksanakan sholat hajat siang hari? Hal ini diperbolehkan karena tidak termasuk dalam waktu yang tidak diperbolehkan untuk sholat hajat.  Terdapat dua waktu yang tidak diperbolehkan mendirikan sholat hajat di dalamnya, yaitu:

  • Selepas waktu sholat subuh hingga matahari terbit
  • Selepas waktu sholat ashar hingga matahari terbenam

Keutamaan Mendirikan Sholat Hajat

Sholat hajat adalah sholat sunnah yang dilakukan sebagai bentuk ikhtiar seorang muslim dalam menghadapi perkara yang membuatnya gelisah. Hal ini bisa berupa keinginan yang berkaitan dengan jodoh, rezeki, dan aspek lainnya.

Karena membutuhkan niat yang kuat untuk bisa mendirikannya, inilah berbagai keutamaan yang bisa didapatkan:

1. Hajat yang Terkabul

Keutamaan yang pasti didapatkan dari adalah adanya sesuatu yang dikabulkan oleh Allah SWT. Namun, tanamkan dalam hati bahwa Allah akan memberi hal yang lebih baik untuk hamba-Nya. Artinya, hal yang dikabulkan tidaklah harus hajat itu sendiri.

Bisa saja Allah memberikan jalan lain yang sebenarnya lebih baik untuk kehidupan mendatang. Karena itu, bentuk pengabulan doa ini tidak hanya berfokus pada hajat itu sendiri. Sebaliknya, jangan berputus asa atau kecewa saat hajat yang begitu diinginkan tidak dapat tercapai.

Karena bisa saja Allah memberikan hajat tersebut namun akhirnya itu adalah hal yang tidak baik. Untuk itu, tetap syukuri apa yang telah diberikan oleh Allah dan selalu percaya bahwa rencana-Nya lebih sempurna.

2. Mendapatkan Derajat yang Tinggi

Saat seorang muslim berusaha menghafalkan niat sholat hajat, mempelajari, dan berikhtiar melaksanakannya, maka sesungguhnya Allah melihat semua usaha itu. Di mana seorang hamba bersusah payah melawan hawa nafsunya untuk mendirikan sholat sunnah.

Dalam sholat hajat, seseorang juga cenderung lebih fokus beribadah karena memiliki tujuan yang jelas. Hatinya akan lebih memohon dengan bersungguh-sungguh pada Allah SWT agar diberikan yang terbaik. Maka tidak jarang seorang yang sedang solat hajat kerap menitikkan air mata dalam solatnya.

Karena sebab-sebab itu, pastilah Allah akan meningkatkan derajatnya. Mengampuni dosanya dan mengabulkan doa dengan memberikan jalan yang lebih baik pada hamba-Nya.

3. Terhindar dari Hal Perkara Mudharat

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, tidak semua hajat dapat dikabulkan oleh Allah secara kasat mata. Bisa jadi Allah memberikan hal lain yang lebih baik untuk hamba-Nya tersebut. Salah satunya adalah dijauhkan dari perkara mudharat yang membahayakan dan tidak baik.

Misalnya saja, seorang hamba meminta untuk bisa melangsungkan pendidikan di suatu negeri. Ternyata setelah sholat hajat, lembar beasiswa yang diajukannya tidak lolos. Tapi setelah satu minggu berlalu, negeri tersebut tertimpa bencana besar yang mengorbankan banyak nyawa.

Allah tidak mengabulkan hajat teresbut dengan maksud menghindarkan seorang hamba yang berdoa padanya dari bahaya.

Dari berbagai keutamaan tersebut, bisa dipahami bahwa mendirikan sholat hajat tidaklah merugikan diri. Seiring dengan hal itu, mulailah mempelajari tata caranya dengan menghafalkan niat sholat hajat dahulu. Semoga hajat yang dipanjatkan dapat dikabulkan oleh Allah dalam jawaban yang indah dan sempurna.

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan