Pengertian Ordner Adalah: Fungsi, Ukuran, Gambar

    Pengertian Ordner Adalah: Fungsi, Ukuran, Gambar – Ketika pergi ke toko peralatan kantor, kita bisa mendapati banyak pilihan map. Misalkan ada yang memiliki semacam daun penutup pada bagian tepinya, ada yang memiliki penjepit pada bagian tengahnya, ada yang digantung di tempat khusus, dan ada yang besar dengan besi penjepit.

    Nah, untuk map yang berukuran besar dan mempunyai besi penjepit ini dikenal sebagai ordner. Artikel ini dirancang untuk mengidentifikasi pengertian, fungsi, ukuran, dan gambar ordner pada umumnya.

    Daftar Isi:

    Pengertian ordner

    Ordner adalah map besar berkulit tebal untuk menyimpan surat-surat atau lembaran-lembaran kertas lainnya. Map ini dikenal pula sebagai map brief ordner, ring binder, dll. Seperti kegunaan map lain pada umumnya, kita bisa menggunakannya agar berkas yang terdiri dari lembaran-lembaran kertas tidak berantakan.

    Melalui gambar yang ada di atas, bisa kita lihat bahwa map ini menyerupai buku besar yang memiliki sisi depan, belakang, dan punggung. Sisi depan dan belakang fungsinya untuk membuka dan menutup, sedangkan pada bagian punggung bisa ditambahkan label ordner.

    Map ini berkulit tebal sebab memiliki lembaran papan dari karton yang solid dan dilapisi PVC (polivinil klorida). Namun selain dari karton, ada pula yang lapisannya dari plastik.

    Fungsi

    Fungsi ordner adalah untuk menyimpan surat-surat atau lembaran kertas lainnya agar lebih teratur dan terlindungi. Kita bisa menggunakan map ini untuk mengarsipkan berkas penting agar tidak berantakan di meja.

    Lembaran-lembaran kertas bisa dimasukkan ke dalam map dan dijepit, sehabis itu bisa menambahkan label untuk memudahkan pencarian seumpama memiliki banyak arsip lainnya. Pada pengarsipan dengan jumlah yang banyak sebaiknya meletakkannya pada lemari file semacam filing cabinet atau rak arsip.

    Filing Cabinet
    Filing Cabiner | Credit: AliExpress

    Lembaran kertas yang dimasukkan ke dalam map ini harus berlubang. Sebab lembarannya diikat ke semacam ring yang biasanya berbentuk O atau D dan menjadikan lembaran kertas bisa diulir. Ring ini biasanya diamankan dengan mekanisme khusus agar bisa untuk memasukkan dan mengambil kertas dengan aman. Sedangkan untuk melubangi kertas, kita bisa menggunakan perforator.

    Ring D
    Ring D | Credit: esedirect.co.uk

    Ukuran

    Pada umumnya penyimpanan berkas di perkantoran tidak sedikit. Karena itu bisa kita jumpai ordner dari ukuran yang kecil hingga besar. Semisal ada yang memiliki ketebalan mencapai 7 sentimeter pada bagian punggungnya, maka sudah pasti bisa menampung banyak lemabaran-lembaran kertas di dalamnya.

    Ordner tersedia dengan berbagai ukuran standar, sebab berhubungan dengan ukuran kertas yang umum digunakan, macam-macam ukurannya dari kecil ke besar antara lain adalah:

    1. A5
    2. A4
    3. F4 (Folio)
    4. A3
    5. A2
    6. Dll

    Pada ukuran A3 ke bawah biasanya tersedia dalam bentuk landscape (memanjang) maupun portrait (berdiri), sedangkan untuk ukuran A2 biasanya hanya tersedia dalam bentuk landscape (memanjang). Dengan macam-macam ukuran yang tersedia, maka bisa dipilih sesuai yang kita inginkan.

    Warnanya pun bervariasi, mulai dari warna terang seperti biru tosca, hijau muda, pink, abu-abu, dll hingga warna gelap seperti hitam, hijau tua, navy, maroon, dll. Opsi merek ordner yang bisa dipilih juga banyak, antara lain adalah Bantex, Bindex, Bambi, Gobi, Teka, Forte, dll.

    Gambar

    Ordner Ring O
    Gambar Ordner Ring O | Credit: tops-products.com
    Ordner Ring D
    Gambar Ordner Ring D | Credit: Amazon
    Ordner Ungu
    Ungu | Credit: wilsonjones.com
    Ordner Merah
    Merah | Credit: Amazon

    Cara penyimpanan bukti-bukti transaksi pada ordner

    Penyusunan bukti-bukti transaksi ke dalam ordner biasa dilakukan dengan posisi transaksi yang lama di bawah dan transaksi yang paling baru di atas. Semisal transaksi yang terjadi pada tanggal 1 di bawah dan pada tanggal 31 di atas. Sedangkan cara penyimpanan bukti-bukti transaksi pada ordner yang baik dan benar bisa dilakukan dengan berikut:

    1. Mengelompokkan jenis bukti transaksi.
    2. Mengurutkan tanggal terjadinya transaksi, mulai dari tanggal yang paling awal atau nomor dikeluarkannya bukti transaksi.
    3. Memisahkan berdasarkan nama, seumpama diperlukan.
    4. Menyimpan bukti-bukti transaksi ke dalam ordner.
    5. Menuliskan judul untuk memudahkan pencarian.
    6. Menyimpan ordner ke dalam lemari file lemari file (filing cabinet atau rak arsip).
    7. Memindahkan bukti transaksi yang sudah tidak dipakai, bisa ke dalam gudang arsip atau dimusnahkan dengan berangsur-angsur.

    Loading...