Jenis-Jenis Pekerjaan Desain Grafis di Indonesia

    Apakah Kamu sedang mencari pekerjaan yang berkaitan desain grafis? Jenis pekerjaan desain grafis sekarang ini sangat luas dan telah menjadi profesi yang bagus untuk diikuti.

    Kendati sebagian orang masih memiliki pemahaman yang kurang tentang pekerjaan ini. Mereka berpikir bahwa desainer membuat logo dan mengedit foto di Photoshop. Benar desainer melakukannya, namun itu hanya sebagian kecil dari konteks desain.

    Jika kita lihat, desain di mana-mana dan itu penting. Desain grafis memengaruhi cara kita memandang dunia dengan foto, warna, tipografi, dan ilustrasi. Lihat desain pada benda-benda di sekitar kita dan kita akan melihat bahwa seseorang menjadikannya estetik dan fungsional. Misalnya box kemasan, paper bag, aplikasi pemesanan ojek online, dll.

    Kemajuan teknologi telah mengubah industri desain. Dalam dunia pekerjaan yang kompetitif sekarang ini, desain grafis telah menjadi bagian dari setiap bisnis dan memainkan peran penting. Dengan menggabungkan kreativitas, teknologi, dan estetika, fungsi seni grafis dapat ditujukan untuk mengkomunikasikan pesan yang dapat mempengaruhi audiens.

    Ruang lingkup desain grafis sangat luas dan kemungkinan meningkatkan jumlah bagi mereka yang tertarik dengan karier desainer. Ada banyak jenis pekerjaan dalam bidang desain grafis yang bisa dipilih dan masing-masing membutuhkan keahlian khusus.

    Kendati Kamu bisa mencoba berbagai bidang, banyak peluang yang muncul bagi spesialis. Terlebih lagi dalam banyak kasus, desainer dengan keterampilan khusus bisa memiliki peluang untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi daripada yang memiliki keterampilan umum. Dengan demikian, tidak perlu merasa khawatir ketika harus mempersempit jalur karier.

    Jadi, apa yang bisa dilakukan dengan desain? Banyak pekerjaan dan proyek-proyek yang membutuhkan desain grafis, dari konsep hingga penyelesaian. Desainer dapat bekerja di berbagai perusahaan dengan berbagai jenis spesialisasi. Di bawah ini adalah beberapa dari banyak jenis pekerjaan yang memungkinkan untuk dilakukan dengan keterampilan desain grafis.

    1. Editor Foto

    Ketika memilih pekerjaan dengan keterampilan desain grafis, Kamu tidak dapat meninggalkan editing foto. Beberapa perusahaan Ecommerce membutuhkan fotografer produk. Bagi mereka editor foto dapat memainkan peran penting. Dengan keterampilan program editing foto, memungkinkan untuk manipulasi, crop, dan menyempurnakan foto digital maupun gambar bitmap lainnya.

    Edit Foto
    Credit: Freepik/Snowing

    2. Desainer Kantor Perusahaan

    Setiap perusahaan baik kecil, menengah, ataupun besar memiliki cerita. Cerita tentang bisnis, visi, misi, kelebihan, dan informasi lainnya yang dapat mendukung perusahaan untuk berkembang. Desainer di kantor perusahaan lebih dari sekadar desain pada umumnya, mereka dapat menarasikan perusahaan dengan komunikasi visual. Mereka dapat mencakup dua unsur utama, yaitu desain untuk logo dan warna, lalu strategi untuk branding.

    Desain Kantor Perusahaan
    Credit: Freepik/Mindandi

    3. Desainer Pemasaran

    Desainer pemasaran bekerja dengan pemilik perusahaan, direktur, manager, atau marketing, untuk menciptakan alat pemasaran. Dapat dengan satu orang desainer atau dengan tim kreatif. Mereka bisa membuat berbagai macam desain untuk keperluan cetak dan digital. Selain harus mahir dalam beberapa jenis pekerjaan desain grafis, layout, dan program presentasi. Desainer pemasaran perlu mengikuti tren online dan memahami produksi percetakan.

    Desain Pemasaran
    Credit: Unsplash/Helloquence

    4. Desainer Logo

    Logo adalah tanda atau simbol yang digunakan untuk mengenali merek produk atau layanan milik perusahaan. Simbol ini ditujukan untuk merepresentasikan identitas perusahaan di mana-mana, misalnya di situs web dan iklan. Oleh karena itu, desain logo membutuhkan bentuk dan pemilihan warna khusus sebagai simbol perusahaan.

    Desainer logo dapat bekerja untuk membuat logo baru maupun memperbarui yang sudah ada. Saat membuat atau memperbarui logo, desainer juga dapat membuat kartu nama, kop surat, iklan, dan desain lainnya dengan menampilkan logo baru.

    Desain Logo
    Credit: Rawpixel

    5. Desainer Merek

    Desain merek lebih dari sekadar desain logo. Merek merepresentasikan identitas perusahaan dan mendominasi seluruh materi perusahaan seperti kartu nama, kop surat, iklan, dan materi lainnya. Dapat melalui tanda, gambar, huruf, atau warna khusus sebagai ciri khas untuk memudahkan konsumen mengingat bisnis perusahaan.

    Merek sangat berkaitan dengan bisnis perusahaan dan konsumennya. Mereka mengomunikasikan kepribadian dan esensi perusahaan ke ingatan dan pengalaman konsumen. Dengan demikian, konsumen bisa merasa akrab dengan bisnis perusahaan.

    Desainer merek harus memiliki pengetahuan umum terkait beberapa jenis pekerjaan desain untuk membuat unsur-unsur desain grafis yang dapat selaras ketika diterapkan di semua media. Mereka juga memerlukan kemampuan konseptual dan kemauan untuk meneliti industri, tren, dan kompetitor.

    Desain Merek
    Credit: Freepik/Starline

    6. Desainer User Interface

    User Interface (UI) adalah cara interaksi pengguna dengan antarmuka program aplikasi. Desain UI adalah desain untuk membuat antarmuka aplikasi yang ramah pengguna dan mudah digunakan.

    Desainer UI berfokus pada pengalaman pengguna dan unsur desain grafis di layar seperti tombol dan menu. Tugas mereka adalah menyeimbangkan estetika dengan fungsional aplikasi. Mereka dapat berspesialisasi dalam aplikasi desktop, aplikasi seluler, aplikasi web, dan game. Desainer UI biasanya bekerja sama dengan desainer User Experiment (UX) yang menentukan cara kerja aplikasi dan developer UI yang menulis kode untuk membuatnya berfungsi.

    Desainer UI menjadi bagian tim yang didukung keterampilan desain grafis dengan pemahaman tentang prinsip-prinsip UI/UX dan desain responsif. Selain software grafis, mereka membutuhkan pengetahuan tentang bahasa pemrograman seperti HTML, CSS, dan JavaScript.

    Desain User Interface
    Credit: Freepik/Tutatama

    7. Desainer Web

    Seorang desainer web membantu perusahaan untuk membangun situs web. Tugas mereka adalah mengumpulkan semua konten seperti teks dan gambar. Lalu mendesain halaman web yang ramah pengunjung.

    Dalam peran ini, desainer membuat layout web, bekerja sama dengan developer untuk memastikan kelayakan dan fungsional dari desain. Mereka juga membantu membuat perencanaan navigasi, tampilan, kenyamanan pengunjung, dan kesederhanaan semua halaman web. Dengan mengetahui dasar-dasar pemrograman web, dapat membantu keberhasilan pekerjaan ini.

    Desain Web
    Credit: Freepik/Sarinya9940

    8. Layouter

    Layouter terlibat dalam desain cetak untuk menciptakan keseimbangan antara teks dan gambar. Mereka bekerja untuk layout majalah, buku, pamflet, brosur, poster, dan cetakan lainnya.

    Bagi layouter, penempatan gambar dan pemilihan tipografi menjadi perhatian khusus, terutama ketika mengerjakan proyek desain dengan banyak teks. Keakraban dengan proses percetakan juga penting untuk keberhasilan pekerjaan ini.

    Desain Layout
    Credit: Freepik/Xvector

    9. Desktop Publishing

    Publishing adalah bentuk komunikasi dengan audiens melalui media cetak. Misalnya buku, koran, majalah, dan katalog. Tetapi baru-baru ini ada perkembangan untuk publishing digital.

    Desainer desktop publishing bekerja dengan editor dan penerbit. Mereka membuat layout dengan tipografi dan unsur-unsur yang menyertainya, meliputi fotografi dan ilustrasi. Desainer desktop publishing harus memiliki keterampilan komunikasi, layout, dan kerja sama tim. Selain keahlian desain grafis, mereka perlu memahami pengaturan warna, percetakan, dan publishing digital.

    Desain Publishing
    Credit: Freepik/Macrovector

    10. Desainer Kemasan

    Fungsi kemasan bukan sekadar bungkus untuk melindungi produk. Namun sekarang ini telah menjadi bagian penting untuk meningkatkan angka penjualan. Kemasan memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan identitas merek. Oleh karena itu, desain kemasan harus dibuat sedemikian rupa untuk menarik perhatian konsumen. Desainer kemasan harus mengetahui bagaimana mengembangkan bentuk dan gaya suatu paket kemasan.

    Desain Kemasan
    Credit: Freepik/siiiiiixth

    11. Desainer Label

    Label ditujukan untuk membedakan produk dari kompetitor di rak supermarket. Label biasanya menyimpan informasi seperti produsen, tanggal pembuatan, tanggal kadaluwarsa, komposisi, peringatan, dan informasi penting lainnya. Di Indonesia banyak produk makanan dan obat-obatan diwajibkan untuk mencantumkan label sesuai peraturan dari pemerintah.

    Bagi produsen, label kemasan dapat membantu untuk menyampaikan pesan dan membangun identitas merek. Bagi konsumen, label membantu mereka untuk menentukan keputusan pembelian. Dengan demikian, desainer label dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan angka penjualan.

    Desain Label
    Credit: Freepik/Vectorexpert

    12. Animator Motion

    Animasi motion grafis menghidupkan visual di internet, televisi dan film. Bagian tim kreatif ini menggunakan keterampilan animasi untuk menarasikan cerita-cerita dengan visual yang mengesankan. Bisa berupa animasi pengantar di halaman situs web, efek transisi pada siaran berita, dan animasi yang menjelaskan cara menggunakan suatu produk.

    Desain Animasi Motion
    Credit: Freepik/Brgfx

    13. Desainer Multimedia

    Ada beberapa keterampilan yang perlu dikembangkan untuk bisa melakukan pekerjaan di bidang multimedia. Desainer multimedia menggunakan keterampilan seni dan desain untuk membuat video dan audio. Mereka membutuhkan imajinasi dan kreativitas yang dikombinasikan dengan keahlian teknis.

    Pekerjaan desain multimedia dapat ditemukan di bidang karier seperti produksi televisi, film, audio, animasi, dan bidang multimedia lainnya. Pekerjaan di bidang ini cenderung kompetitif. Dengan demikian, penting untuk memilih program studi multimedia yang menawarkan pelatihan menyeluruh dan banyak praktik secara langsung.

    Desain Multimedia
    Credit: Freepik/Tonefotografia

    14. Ilustrator

    Ilustrasi sering dianggap sama dengan desain grafis, namun mereka masing-masing berbeda. Ilustrator membuat sejumlah bentuk atau unsur ilustrasi asli, sedangkan desainer grafis menggunakannya sebagai komposisi untuk membuat dan menyelesaikan pekerjaan desain.

    Ilustrator juga sering memiliki keterampilan konteks desain grafis. Keterampilan dan aplikasi yang diperlukan, memungkinkan untuk menemukan ilustrator yang juga bekerja sebagai desainer grafis dan sebaliknya.

    Desain Ilustrasi
    Credit: Rawpixel

    15. Desainer Lingkungan

    Desain lingkungan membantu menghubungkan orang-orang ke berbagai tempat. Dengan membuat lingkungan menjadi mudah diingat, menarik, informatif, dan mudah dinavigasi untuk meningkatkan pengalaman.

    Desain lingkungan terdiri dari tanda penunjuk arah, papan pengumuman, papan reklame, dan isyarat-isyarat visual yang dapat membantu pengunjung mengidentifikasi lingkungan. Dengan demikian, pengunjung tahu sedang berada di mana dan tahu harus ke mana untuk bisa sampai di tujuan tanpa kebingungan.

    Desain grafis lingkungan adalah pekerjaan multi yang menggabungkan desain grafis, arsitektur, interior, industri, dan latar belakang lingkungan. Desainer lingkungan bekerja sama dengan orang-orang di sejumlah bidang untuk merencanakan dan mengimplementasikan desain mereka.

    Desain Lingkungan
    Credit: Freepik/Macrovector

    16. Seniman 3D

    3D adalah seni desain dengan skala lebar, tinggi, dan kedalaman yang dapat dilihat dari semua sudut secara langsung. Seni 3D semakin penting akhir-akhir ini dan permintaan desain 3D meningkat.

    Seniman 3D memiliki keterampilan komputer dan teknis. Terlepas dari fotografi dan berbagai program komputer, mereka mempelajari pencahayaan, efek, dan teknik animasi.

    Desain 3D
    Credit: Freepik/Macrovector

    17. Pengajar Desain

    Desainer yang memiliki gelar dalam seni dan pengalaman, memungkinkan mendapatkan pekerjaan sebagai pengajar desain grafis. Jika ingin mengajar di bidang pendidikan, harus mendaftar di sekolah terakreditasi yang menawarkan desain atau program seni. Cara lain untuk calon pengajar desain adalah mendaftar program pendidikan guru dan jurusan seni. Paling tidak pengajar desain grafis memerlukan gelar sarjana, namun gelar magister diperlukan untuk posisi di tingkat perguruan tinggi atau universitas.

    Tentu pengajar tidak mengerjakan proyek-proyek desain, namun mereka menyebarkan ilmunya ke para siswanya. Pendekatan bisnis mungkin kurang berlaku, karena mengajar melibatkan kegiatan sosial ekstra.

    Pengajar
    Credit: Freepik/Tzido

    18. Direktur Seni / Kreatif

    Direktur seni / kreatif adalah pekerjaan untuk desainer grafis yang berpengalaman. Direktur seni bertanggung jawab atas tim kreatif untuk menghasilkan karya seni yang ditampilkan di televisi, papan iklan, internet, ataupun majalah. Tim kreatif dapat terdiri dari desainer grafis, fotografer, copywriter, staf produksi, dan lain-lain. Lalu direktur seni memastikan setiap anggota tim menyelesaikan pekerjaannya dengan tepat.

    Kendati sebagian besar waktu direktur seni dihabiskan untuk melakukan pekerjaan pengawasan dan administrasi. Pengetahuan lanjutan terkait desain grafis masih diperlukan untuk dapat memimpin tim mereka.

    Direktur seni juga bekerja dengan tim manajemen atau klien untuk mengumpulkan informasi terkait merek dan target audiens yang diinginkan. Pekerjaan ini ditujukan untuk membuat perencaan kerja dan standar yang harus diikuti seluruh anggota tim kreatif.

    Direktur Seni
    Credit: Rawpixel

    Penutup

    Saat melamar pekerjaan di salah satu bidang di atas, Kamu perlu menunjukkan keahlian desain dan pengaplikasiannya pada bidang yang dipilih. Dengan demikian, perlu mengembangkan keterampilan dan menekankannya di resume, sistematika surat lamaran pekerjaan, dan interview. Semakin mendekati kecocokan dengan yang dicari perusahaan, maka semakin besar peluang untuk diterima.

    Kendati ada jenis pekerjaan yang berbeda dalam bidang desain, kita semua harus menguasai inti dari desain dan program software grafis. Kendati kita mungkin memiliki perbedaan, semua desainer grafis, tidak peduli spesialisasinya, semua memiliki tujuan yang sama untuk berkomunikasi secara visual.


    Share this post:
    Loading...