Pengembangan Sikap yang Apresiatif pada Seni Rupa

    Apresiatif seni rupa

    Apresiasi seni rupa merupakan aktivitas mengindra hasil karya seni rupa, dapat dengan merasakan, menikmati, menghayati, dan menghargai nilai-nilai estetika pada karya seni. Lalu juga menghormati keanekaragaman konsep dan variasi keartistikan yang ada di seni rupa.

    Sikap apresiatif seni rupa

    Kendati parameter estetika tidak sama pada setiap orang, namun pada dasarnya semua orang memiliki apa yang disebut sebagai sense of beauty, yaitu rasa keindahan. Baik secara sadar ataupun tidak, setiap orang menerapkannya pada kehidupan sehari-hari. Semisal ketika sedang mengatur penampilannya, yaitu berdandan dan berpakain. Perasaan keindahannya menuntun perilakunya untuk memilih apa dan bagaimana yang menurutnya bisa membuatnya tampak bagus.

    Demikin juga untuk kebutuhan sehari-hari lainnya, kita biasa dituntun oleh rasa keindahan. Misalnya adalah untuk memilih arsitektur rumah, memilih pelengkapan perabotan rumah tangga, kendaraan, perhiasan, dll di kehidupan sehari-hari.

    Kepekaan terhadap perasaan keindahan biasanya berkembang melalui aktivitas menerima semua perwujudan reni rupa. Yaitu dengan mengapresiasi aspek keindahan beserta maknanya, jika itu merupakan seni rupa murni seperti seni lukis, seni patung, dll. Lalu menghargai aspek keindahan beserta kegunaannya, jika itu merupakan seni rupa terapan seperti desain produk, desain tekstil, desain interior, dll.

    Pengembangan sikap apresiatif seni rupa

    Melalui proses penginderaan, kita mendapatkan pengalaman estetika. Dengan mendapatkan banyak pengalaman estetika, kita bisa mengembangkan sikap apresiatif. Namun untuk pengembangan sikap apresiatif seni rupa, juga perlu dilakukan dengan upaya mendeskripsikan, menganalisis, menginterpretasikan, mengevaluasi, lalu menyimpulkan arti dan makna karya seni. Aktivitas ini dapat dilatihkan sebagai pengembangan kemampuan apresiatif, baik lisan ataupun tulisan.

    Aktivitas pendukung lain dapat dilakukan dengan membaca teori-teori seni, termasuk sejarah seni dan reputasi seniman. Lalu juga dapat melakukan dialog dengan tokoh seniman dan budayawan. Yang mana bisa menjadi pelengkap untuk mengembangkan kemampuan berapresiasi, hingga kita dapat menyampaikan argumentasi yang bagus ketika meyimpulkan arti dan makna seni.

    Secara umum dapat dikatakan bahwa pengalaman pengindraan karya seni terjadi dengan berurutan. Yaitu diawali dari reaksi panca indra kita mengamati seni, merasakan keindahan, mendapatkan kesan pencerapan, menafsirkan makna seni, menerima dan menghargai makna seni, lalu menyimpulkan nilai seni. Karya seni yang bagus dapat memberikan kepuasan bagi penikmatnya.

    Loading...