Pengertian, Bentuk, Ciri, Dampak dan Contoh

Perbedaan merupakan hal yang sering kita lihat di masyarakat. Perbedaan itu disebut sebagai diferensiasi sosial yang bisa ditemukan dalam banyak hal seperti budaya, agama, usia, ras, pekerjaan, dan lain-lain.

Jika perbedaan tersebut tidak dipahami dengan baik, maka itu akan memicu diskriminasi sosial. Pada artikel ini, kita akan membahas lebih detail tentang apa itu diferensiasi sosial dan segala hal mengenai perbedaan sosial tersebut.

Pengertian Diferensiasi Sosial

Definisi diferensiasi sosial adalah perbedaan yang terjadi di masyarakat karena adanya perbedaan ras, agama, suku, etnis, dan jenis kelamin. Perbedaan itu terjadi dalam konteks horizontal yang artinya adalah semua perbedaan tersebut terjadi secara menyeluruh.

Dalam konteks perbedaan tersebut, seseorang mendapatkan label atau peringkat yang lebih rendah atau lebih tinggi dibandingkan orang lain. Menurut pendapat para sosiolog, ada beberapa definisi penting dari perbedaan sosial.

Kita perlu memahami definisi tersebut untuk mengetahui konteks perbedaan sosial di masyarakat atau lingkungan sekitar.

1. Soerjono Soekanto

Menurut Soerjono Soekanto, diferensiasi sosial adalah bentuk keragaman dalam aspek pekerjaan yang dianggap sebagai kebanggan.

2. Soesanto

Soesanto berpendapat bahwa perbedaan sosial merupakan fenomena yang menghasilkan perbedaan horizontal di lingkungan sosial masyarakat.

3. Litzer

Litzer menjelaskan bahwa diferensiasi dalam lingkungan sosial adalah proses pengklasifikasian seseorang ke dalam kategori yang berbeda. Hal itu berkaitan dengan kehidupan sosial mereka.

4. Vina Dui

Vina Dui mempunyai pendapat lain mengenai makna perbedaan sosial. Menurutnya, itu merupakan perbedaan lingkungan sosial yang jika dibiarkan akan menimbulkan perpecahan sosial.

Perbedaan itu membentuk pembagian orang ke dalam kelompok-kelompok tertentu. Pembagian itu terkait dengan agama, ras, jenis kelamin, dan nilai atau filosofis yang diyakini oleh seseorang.

Dari berbagai pengertian perbedaan sosial di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa diferensiasi sosial membagi masyarakat dalam beberapa kelompok. Perbedaan itu bisa terjadi karena faktor ras, etnis, agama, adat, budaya, jenis kelamin, dan pandangan yang dianut.

Perlu diingat bahwa perbedaan sosial tidak menguntungkan kelompok tertentu. Namun, banyak orang yang menganggap bahwa perbedaan tersebut memberikan keuntungan bagi pihak yang lebih “tinggi.”

Dalam masyarakat majemuk, kelompok-kelompok masyarakat tersebut disebut juga sebagai pluralisme sosial.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2010, ada 300 kelompok etnis dan 1.340 suku bangsa di Indonesia. Hal itu menimbulkan keberagaman. Karena itulah, Indonesia mengalami heterogenitas sosial karena ada banyak agama, suku, jenis kelamin, dan pekerjaan di masyarakat.

Faktor Penyebab Terjadinya Perbedaan Sosial

Perbedaan sosial tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan ada faktor tertentu yang melatarbelakanginya. Berikut adalah faktor-faktor utama yang menyebabkan terjadinya diferensiasi sosial.

1. Fisik

Konteks fisik dalam perbedaan sosial adalah segala hal yang berkaitan dengan ras, mata, rambut, kulit, hidung, dan hal-hal lain semacamnya. Jadi, fisik adalah segala sesuatu yang jelas terlihat oleh mata dan mudah dibedakan antara satu individu dengan individu lainnya.

2. Sosial

Dalam diferensiasi sosial, faktor sosial yang melatarbelakangi perbedaan sosial adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan fungsi seseorang dalam berbagai aspek kehidupan di masyarakat.

Namun, biasanya faktor sosial itu berkaitan dengan pekerjaan seseorang. Pekerjaan menjadi salah satu faktor sosial yang menjadikan seseorang dianggap lebih tinggi atau lebih rendah dari yang lain.

Pekerjaan tersebut juga menyebabkan perbedaan perilaku dan cara pandang. Di masyarakat, orang yang mempunyai pekerjaan dengan jabatan yang bagus akan dipandang lebih daripada yang lainnya.

Hal itu menjadikan orang dibeda-bedakan dalam peran, prestasi, dan kekuasaan mereka. Hal ini bisa kita lihat di sekitar kita.

Contohnya adalah dokter dan arsitek. Dua pekerja tersebut mempunyai kebiasan yang berbeda. Masyarakat juga memandang mereka dengan cara berbeda.

Apapun yang dikerjakan oleh dokter dan arsitek akan membentuk pola pikir dan kebiasaan mereka. Hal itu juga bisa mempengaruhi agama, ketekunan, kekeluargaan, dan perilaku mereka.

3. Budaya

Budaya juga menjadi salah satu faktor penting yang menjadikan individu dibedakan dari individu lainnya. Contoh mudahnya adalah adat yang dianut oleh sekelompok masyarakat tertentu.

Adat suku A tentu berbeda dari adat suku B. Jika dua suku itu tidak saling menghormati satu sama lain, maka perbedaan adat itu bisa memicu kekacauan.

4. Marga

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, marga diartikan sebagai sekelompok besar kerabat. Marga disebut juga sebagai klan. Klan adalah silsilah dan tradisi dari sekelompok orang. Di Indonesia sendiri ada beberapa marga yang menjadi mayoritas, khususnya untuk orang Batak.

Secara umum, Indonesia mempunyai dua jenis marga yaitu marga matrilineal dan marga patrilineal. Marga matrilineal banyak digunakan oleh orang-orang Minangkabau. Sementara itu, marga patrilineal banyak dianut oleh masyarakat Batak.

5. Agama

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak agama. Hal itu menciptakan perbedaan agama. Contohnya adalah agama-agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia, mulai dari Islam hingga Konghucu.

Selain itu, ada beberapa kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Indonesia seperti Kaharingan dan Kejawen. Kepercayaan tersebut bukan merupakan agama, melainkan keyakinan yang dianut oleh seseorang secara turun-temurun dari nenek moyang mereka.

Agama dan kepercayaan yang bermacam-macam itu membentuk suatu perbedaan. Meskipun begitu, tidak ada agama atau kepercayaan yang lebih baik karena semuanya mengajarkan hal yang baik kepada para penganutnya.

6. Gender

Seseorang juga bisa diklasifikasikan berdasarkan jenis kelaminnya. Di masyarakat, jenis kelamin atau gender juga menjadi salah satu faktor penentu kasta. Seperti yang kita ketahui, masyarakat lebih menganggap laki-laki sebagai pihak dominan dibandingkan perempuan.

Contoh Diferensiasi Sosial dalam Masyarakat

Memahami perbedaan sosial tidak lengkap jika tidak memahami contoh-contohnya. Oleh karena itu, berikut kami berikan beberapa contoh perbedaan atau diskriminasi sosial yang sering terjadi di masyarakat.

  • Perbedaan budaya antar suku di Indonesia. Contohnya adalah suku Kalimantan dan suku Jawa. Dua suku tersebut memang berbeda, tetapi itu bukan berarti mereka harus terpisah. Berbagai suku di Indonesia bisa rukun asal saling menghargai dan tidak merasa unggul dari yang lain.
  • Perbedaan jenis kelamin anak laki-laki dan perempuan juga menimbulkan perbedaan sosial di masyarakat. Seperti yang sudah disinggung di atas, laki-laki cenderung mendapatkan kasta yang lebih tinggi dibandingkan perempuan, termasuk dalam hal pendidikan.
  • Perbedaan jabatan dalam departemen juga menjadi salah satu contoh perbedaan sosial yang sering kita temui di lingkungan kerja. Orang-orang yang mempunyai posisi atau jabatan lebih tinggi dianggap lebih baik dari karyawan biasa.
  • Warna kulit menjadi perbedaan sosial yang paling sering terjadi di masyarakat. Kebanyakan orang menganggap bahwa orang berkulit putih lebih tampan atau cantik dibandingkan orang berkulit hitam. Hal itulah yang menyebabkan terjadinya banyak kericuhan.
  • Pengelompokan masyarakat juga sering didasarkan oleh agama, khususnya di negara dengan banyak agama seperti Indonesia.
  • Marga juga menjadi salah satu hal yang menjadikan orang dikelompokkan ke dalam kasta-kasta tertentu. Contohnya adalah Suku Batak dengan berbagai marga. Setiap marga mempunyai kasta sendiri, sehingga ada beberapa orang yang dianggap kurang unggul dibandingkan lainnya.
  • Pengelompokan orang juga bisa dikarenakan oleh ras.
  • Penggolongan masyarakat berdasarkan suku juga sering ditemui. Di Indonesia ada banyak suku dan itu menyebabkan terjadinya perbedaan sosial.

Agar lebih memperjelas pemahamanmu mengenai contoh perbedaan sosial, berikut adalah contoh perbedaan berdasarkan faktor-faktor yang sudah kami jelaskan di atas. Contoh-contoh ini memperjelas contoh yang sudah kami sajikan dalam poin-poin sebelumnya.

1. Jenis Kelamin

Jenis kelamin adalah contoh perbedaan sosial yang paling mudah untuk kita lihat dan pahami. Masyarakat dibedakan dengan dua jenis kelamin, yaitu laki-laki dan perempuan. Perbedaan tersebut merupakan suatu hal yang normal tetapi sering menimbulkan masalah.

Secara biologis, pria mempunyai fisik yang lebih besar dan kuat. Hal itu menjadikan laki-laki selalu diberi beban tanggung jawab dan pekerjaan berat. Mereka harus berperan sebagai pemimpin dan mempunyai sifat dominan

Sementara itu, wanita bertubuh lebih kecil dan lemah dibandingkan pria. Karena itulah, wanita mendapatkan pekerjaan yang ringan dan remeh. Wanita juga sering dianggap tidak mampu melakukan pekerjaan dengan tanggung jawab besar.

Namun, Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuan dengan derajat yang sama. Hal itu berarti masyarakat sendiri yang membedakan laki-laki dan perempuan. Dua gender tersebut mempunyai kemampuan yang sama asal mau berusaha.

Asumsi di masyarakat yang mengatakan bahwa laki-laki lebih kuat bukanlah ukuran pasti untuk menilai bagus atau tidaknya kualitas laki-laki dan perempuan. Itu merupakan cara berpikir yang keliru dan merugikan salah satu gender tertentu.

2. Perbedaan Etnis

Etnis menjadi salah satu contoh umum dari perbedaan sosial di masyarakat. Pembentukan etnis tersebut didasarkan pada perilaku, adat, dan budaya.

Setiap suku pasti mempunyai karakteristik tersendiri yang membedakannya dari suku lain. Jadi, sebenarnya etnis tidak bisa dijadikan sebagai ukuran baik atau tidaknya suatu suku.

Kita harus menghormati etnis apapun di dunia ini. Mereka semua mempunyai hak yang sama. Budaya mereka juga sama pentingnya dengan budaya kita.

Dalam konteks hukum, suku mendapatkan perlakuan yang sama sehingga mereka juga berhak memperoleh keadilan. Bahkan, perbedaan suku itulah yang menciptakan daya tarik bagi suatu daerah atau negara.

Contohnya adalah di Indonesia. Dengan banyaknya etnis atau suku di Indonesia, Indonesia dianggap unik oleh negara lain.

3. Marga

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, marga yang paling sering kita temui di masyarakat adalah marga Batak. Batak memang menjadi salah satu suku ternama di Indonesia yang sudah ada sejak dulu.

Sampai sekarang, Batak masih mempertahankan sistem marga tersebut. Hal itu diwariskan secara turun temurun dari ayah. Oleh karena itu, orang Batak dengan marga yang sama akan mempunyai keterikatan yang tinggi meskipun bukan dari keluarga yang sama.

4. Ras

Semua manusia terlahir dengan ras tertentu karena orang tua mereka. Itu adalah hal yang wajar. Namun, ada beberapa kelompok masyarakat yang menganggap bahwa ras adalah suatu hal yang harus dibedakan.

Padahal, ras adalah suatu hal yang alami dan manusia tidak bisa memilih itu. Ras berkaitan dengan sejarah dan fisik yang sudah ditetapkan Tuhan.

Oleh karena itu, ras tidak bisa menjadi faktor pembeda karena semua orang diciptakan secara unik. Kini, banyak orang yang sadar bahwa perbedaan ras menjadi bentuk diskriminasi.

Dampak diferensiasi sosial tersebut bisa bersifat negatif dan positif. Oleh karena itu, perbedaan sosial harus dipahami dengan benar agar tidak menimbulkan diskriminasi sosial yang bisa memecah belah persatuan.

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan