Pengertian, Cara Menghitung, dan Limit di Bank

Mello.id – Saat akan melakukan peminjaman di bank, kamu mungkin pernah mendengar istilah plafon kredit. Tapi sudah tahu belum pengertian hingga cara perhitungannya? Untuk kamu yang ingin mengetahui lebih lanjut, simak informasi berikut ini.

Secara umum, plafon kredit merupakan batasan tertinggi dari peminjaman. Biasanya istilah ini banyak digunakan di bidang perbankan maupun fintech. Istilah ini perlu diketahui terutama bagi kamu yang ingin mengajukan peminjaman supaya transaksi keuangan tidak terkendala. Tenang saja, tidak akan sulit dalam memahami perihal plafon kredit. Berikut penjelasan selengkapnya.

Plafon Kredit Adalah

Merujuk KBBI, plafon dapat diartikan sebagai batas tertinggi. Jika diartikan dalam istilah keuangan, plafon kredit berarti batas maksimal dari pinjaman yang ditawarkan suatu pihak. Batas kredit diterapkan sesuai dengan kontrak atau perjanjian kredit yang disepakati.

Plafon kredit ini memiliki dua jenis, yakni plafon kredit yang diajukan dan yang disetujui. Misalnya, kamu ingin meminjam dana ke bank sebesar Rp400 juta tetapi yang disetujui hanya Rp250 juta. Dalam hal ini, Rp400 juta masuk ke plafon kredit yang diajukan, sementara Rp250 juta adalah yang disetujui.

Sementara itu, ada pula yang berpendapat bahwa plafon kredit adalah istilah yang merujuk pada batas atas dari transaksi keuangan, termasuk layanan kredit dari bank.

Adapun tujuan dari penetuan batas limit kredit ini agar bisa menghindari terjadinya gagal bayar atau kredit macet. Hal ini juga bisa mengurangi kerugian dari kedua belah pihak. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk mengetahui batasan pinjaman agar pengajuan kredit bisa disetujui pihak bank.

Perhitungan Plafon Kredit

Istilah plafon kredit banyak digunakan dalam pengajuan pinjaman Kredit Pemilikan Rumah (KPR) di bank. Biasanya besarannya akan tercantum di dalam surat perjanjian kredit atau yang disebut dengan akad.

Untuk perhitungannya, plafon kredit didapatkan dari pengurangan harga rumah dan nominal uang muka yang disetor ke pihak peminjam, yang dalam hal ini adalah bank. Berikut untuk lebih jelasnya.

Plafon Kredit = Harga Rumah – Nominal Uang Muka (DP)

Sebagai contoh, kamu ingin membeli rumah dengan harga Rp600 juta melalui skema KPR di suatu bank, lalu uang muka yang perlu dibayarkan sekitar 30% atau 180 juta. Jadi, cara menghitung plafon kredit sebagai berikut.

Plafon Kredit = 600 juta – 180 juta = 420 juta

Artinya, pihak bank hanya akan meminjamkan dana sebesar Rp420 juta untuk pembelian rumah KPR seharga Rp600 juta. Jumlah utang tersebut harus bisa dilunasi dalam waktu atau tenor yang telah disepakati dalam surat perjanjian peminjaman atau akad.

Namun perlu diketahui pula bahwa sebelum memberikan keputusan mengenai plafon kredit yang disetujui, biasanya pihak bank akan mengecek terlebih dahulu arus keuangan dari calon peminjam atau debitur. Hal ini agar tidak terjadi kredit macet.

Besaran Plafon Kredit di Beberapa Bank Indonesia

Setiap bank memiliki besaran plafon kredit yang berbeda-beda, tergantung dengan kebijakan dari masing-masing lembaga atau perusahaan yang sudah disesuaikan dengan riwayat para nasabah. Berikut ini daftar besaran plafon kredit KPR di berbagai bank menurut data tahun 2022.

Bank BCA

Bank BCA menyediakan plafon kredit KPR mulai dari Rp250 juta hingga Rp5 miliar. Sementara untuk waktu pelunasan atau tenor mulai dari 1-20 tahun. Selain KPR, BCA juga menyediakan jenis kredit lain seperti kredit sepeda motor serta kredit kendaraan bermotor. Untuk syarat pengajuan yang harus dipenuhi antara lain:

  • Warga Negara Indonesia
  • Karyawan dengan minimal masa kerja 1 tahun dan memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun
  • Wiraswasta atau professional dengan lama bekerja minimal 2 tahun di sektor yang sama.
  • Minimal berusia 18 tahun atau sudah menikah
  • Bagi wiraswasta atau professional, batasan usia maksimal 65 tahun saat utang atau kredit lunas. Sedangkan untuk karyawan, batas usianya 55 tahun ketika kredit selesai dibayar.
  • Pemohon harus menutup asuransi jiwa dan asuransi kebakaran dengan syarat banker’s clause.
  • Mau menandatangi perjanjian kredit serta Akta Pembebanan Hak Tanggungan (APHT)
  • Pembayaran dilakukan lewat autodebet BCA

Bank BNI

Sementara itu jika kamu mengajukan pinjaman KPR di BNI, besaran plafon kredit yang tersedia hanyalah sekitar Rp100 juta hingga Rp5 miliar dengan waktu pelunasan sampai 25 tahun. Salah satu produk kredit yang ditawarkan adalah BNI Griya. Jenis kredit ini ditujukan untuk pembelian, pembangunan atau renovasi, hingga take over/pengalihan properti.

Untuk suku bunga, BNI memberikan paling rendahnya sekitar 6,75% untuk promosi 3 tahun, tetapi akan berkembang di tahun keempat. Dalam mengajukan KPR di BNI, kamu minimal harus memiliki gaji sekitar Rp3 juta.

BTN

Limit kredit KPR BTN kurang lebih Rp 250 hingga Rp1,5 miliar dalam jangka waktu pelunasan maksimal 25 tahun. BTN menawarkan beragam pinjaman, khususnya untuk kepemilikan rumah. Selain itu, ada juga pinjaman tanpa jaminan untuk pekerja perusahaan/kantor, hanya dengan mengajukan SK karyawan.

Adapun penawaran tunai yang diberikan mencapai Rp 500 juta dan jangka waktu hingga 15 tahun. Di dalamnya juga terdapat perlindungan berupa asuransi jiwa. Cara pengajuannya adalah:

  • Instansi dan Bank BTN menandatangani perjanjian kerjasama
  • Peminjam menyerahkan formulir pengajuan pinjaman dan semua dokumen
  • Instansi mengirimkan permintaan pinjaman ke bank BTN
  • Bank BTN melakukan analisis kredit
  • Realisasi kredit 

Bank Mandiri

Batas maksimal KPR di Bank Mandiri adalah Rp 25 miliar dalam tempo paling lama 20 tahun. Bank ini menawarkan kredit khusus untuk pegawai dengan program KPR Multiguna. Pinjaman ini khusus untuk pegawai yang memiliki payroll Bank Mandiri atau non-payroll SPAN/ASN/TNI/POLRI atau bekerja di perusahaan/institusi yang dikelola oleh Bank Mandiri.

Walaupun begitu pegawai kontrak ternyata juga bisa mengajukan pinjaman di Mandiri. Namun ada syarat yang harus dipenuhi, yakni minimal memiliki posisi sebagai manajer/supervisor/professional dan minimum gajinya Rp5 juta dengan masa kerja minimal 5 tahun.

Bank Permata

Selain itu, Bank Permata juga memiliki ketentuan sendiri dalam urusan plafon kredit. Bank ini menyediakan limit hingga Rp300 juta tanpa jaminan. Akan tetapi plafon kredit ini diperuntukan bagi nasabah yang meminjam dana untuk kebutuhan konsumtif dengan jangka waktu atau tenor maksimal 5 tahun.

Untuk besaran cicilan tidak berubah sampai akhir pinjaman. Suku bunganya mulai dari 0,88% per bulan atau 10,56% per tahun. Bunga tersebut sifatnya flat atau tidak berkembang. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa ada beberapa risiko dari peminjaman yang satu ini, di antaranya:

  • Setiap keterlambatan pembayaran akan dikenakan biaya 5% dari angsuran atau minimal Rp150 ribu.
  • Nasabah meninggal dunia ketika kredit belum lunas
  • Bagi nasabah yang tidak ikut program Perlindungan Asuransi Jiwa, maka sisa utang akan dilimpahkan pada ahli waris dari nasabah yang bersangkutan
  • Bagi nasabah yang melakukan percepatan pelunasan sebelum jatuh tempo bakal terkena biaya 7% dari sisa pokok utang. Dalam hal ini, dana yang harus dibayar nasabah dapat dihitung menggunakan rumus sisa pokok pinjaman+7% dari sisa utang+bunga berjalan.
  • Itulah penjelasan mengenai plafon kredit, mulai dari pengertian hingga besarannya di sejumlah bank Indonesia. Semoga bisa membantu!

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan