Kampus  

Penjelasan Lengkap Tentang Unsur-Unsur Cerpen Intrinsik dan Ekstrinsik

Penjelasan Lengkap Tentang Unsur-Unsur Cerpen Intrinsik dan Ekstrinsik
Penjelasan Lengkap Tentang Unsur-Unsur Cerpen Intrinsik dan Ekstrinsik

Mello.id – Cerpen adalah salah satu bentuk karya sastra yang menarik dan populer di kalangan masyarakat. Keunggulan cerpen terletak pada kekompakannya, sehingga dapat dinikmati dan selesai dibaca hanya dalam satu kali duduk. Dalam penulisannya, cerpen terdiri dari unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik yang membentuk struktur cerita yang menarik.

Unsur intrinsik dalam cerpen meliputi tema, alur, karakter, setting, dan gaya bahasa. Tema cerpen merupakan inti atau pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. Alur cerita terdiri dari bagian awal, tengah, dan akhir yang membentuk jalannya cerita. Karakter adalah tokoh-tokoh dalam cerita yang menghadapi konflik dan berinteraksi satu sama lain. Setting adalah latar tempat dan waktu cerita berlangsung. Gaya bahasa dalam cerpen bebas, tanpa harus mengikuti aturan-aturan tertentu seperti rima atau sajak.

Sementara itu, unsur ekstrinsik dalam cerpen meliputi latar belakang penulis, konteks sosial, dan nilai-nilai budaya yang tercermin dalam cerita. Latar belakang penulis dapat mempengaruhi gaya penulisan dan tema cerita. Konteks sosial mencakup kondisi sosial dan budaya pada saat cerita ditulis, yang dapat mempengaruhi cara pandang penulis terhadap permasalahan yang diangkat dalam cerpen. Nilai-nilai budaya juga tercermin dalam cerita, menjadikannya sebagai cerminan dari kehidupan masyarakat pada saat itu.

Penjelasan Lengkap Tentang Unsur-Unsur Cerpen Intrinsik dan Ekstrinsik

Cerpen umumnya hanya mengangkat satu permasalahan saja, sehingga alur cerita cenderung lebih sederhana dibandingkan dengan novel atau cerita bersambung. Namun, kekompakan dan kejelian dalam merangkai cerita membuat cerpen tidak kalah menarik untuk dinikmati.

Sebagai bentuk karya sastra, cerpen memiliki kebebasan dalam gaya tulisan dan penokohan, sehingga penulis dapat mengekspresikan ide dan kreativitasnya dengan lebih bebas. Hal ini membuat cerpen menjadi salah satu bentuk karya sastra yang menarik dan dapat dinikmati oleh berbagai kalangan pembaca.

Pengertian Cerpen

Cerpen adalah cerita pendek yang mencakup rangkaian cerita dengan fokus pada konflik dan permasalahan antara tokoh-tokoh di dalamnya. Konflik ini bisa berupa konflik antar-tokoh, konflik dalam diri tokoh, atau konflik dengan lingkungan sekitar. Pengalaman dan latar belakang penulis akan mempengaruhi tema dan gaya penulisan cerpen, serta cara penulis menghadapi permasalahan yang diangkat dalam cerpen.

Cerpen berfokus pada satu tokoh pada suatu waktu, sehingga pembaca akan mengikuti kisah kehidupan dan perjuangan salah satu tokoh dalam menghadapi masalah yang dihadapinya. Cerpen termasuk ke dalam jenis fiksi prosa dengan jumlah kata yang relatif pendek, biasanya tidak lebih dari 10 ribu kata.

Dalam penulisan cerpen, penulis mengikuti struktur cerpen yang umumnya terdiri dari beberapa bagian, yaitu pengenalan (eksposisi), puncak konflik (klimaks), dan penyelesaian (resolusi). Pengenalan akan memperkenalkan tokoh-tokoh utama dan latar tempat dan waktu cerita berlangsung. Puncak konflik adalah bagian di mana konflik mencapai titik puncaknya dan ketegangan dalam cerita mencapai tingkat tertinggi. Penyelesaian adalah bagian akhir cerita di mana konflik dipecahkan atau diselesaikan dengan berbagai cara.

Cerpen merupakan salah satu bentuk karya sastra yang menarik karena kekompakannya dan fokus pada konflik yang menarik untuk diikuti. Cerpen dapat menggambarkan berbagai aspek kehidupan dan menghadirkan pelajaran atau pesan moral yang dapat diambil oleh pembaca.

Struktur Cerita Pendek

Struktur cerpen adalah bagian-bagian yang membangun sebuah cerita pendek menjadi satu kesatuan utuh. Berikut penjelasan struktur cerita pendek:

1. Abstrak

Abstrak merupakan pelengkap cerita yang digunakan untuk memberi gambaran awal cerpen.

2. Orientasi

Orientasi adalah bagian awal yang mengenalkan tokoh, latar tempat, waktu dan lainnya.

3. Komplikasi

Komplikasi menampilkan awal mula munculnya konflik di dalam cerita.

4. Evaluasi

Evaluasi merupakan bagian cerpen yang menunjukkan puncak dari konflik atau munculnya masalah lain.

5. Resolusi

Resolusi adalah bagian cerpen yang memberikan solusi penyelesaian dari masalah yang dihadapi oleh tokoh utama. Pada struktur resolusi kita akan mendapai akhir dari nasib tokoh utama.

6. Koda

Koda merupakan penutup akhir dari cerita. Di dalam koda penulis akan memberi kesimpulan seluruh cerita.

Unsur-Unsur Cerpen Intrinsik

Cerpen dibangun oleh dua jenis unsur yakni unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik dalam cerpen merupakan unsur pembangun yang berasal dari dalam atau dari isi cerpen itu sendiri. Unsur intrinsik merupakan unsur yang paling banyak dibahas ketika menganalisa kandungan cerpen.

1. Tema

Contoh unsur intrinsik cerpen yang pertama adalah tem atau ide pokok di dalam sebuah cerita. Bisa dikatakan bahwa tema merupakan nyawa atau ruh yang terdapat di dalam suatu karya sastra prosa termasuk novel.

Tema termasuk ke dalam unsur intrinsik cerpen karena tema berisi gambaran luas mengenai kisah yang dibahas di dalam cerpen. Umumnya penulis sebelum mulai membuat cerpen mereka akan memikirkan tema tulisan tersebut terlebih dulu.

2. Tokoh

Unsur intrinsik pada cerpen berikutnya adalah tokoh. Tokoh yang ada di dalam cerita merupakan fokus utama yang berperan terhadap perkembangan plot cerpen. Tokoh yang ada pada cerita dibedakan menjadi dua macam yaitu tokoh utama dan tokoh sekunder atau tokoh bawahan.

Tokoh utama disebut sebagai tokoh protagonis yang paling sering muncul dalam cerita. Tokoh utama akan menggerakkan jalannya cerita atau setiap peristiwa akan melibatkan tokoh protagonis. Selain tokoh protagonis juga dikenal tokoh antagonis, tritagonis dan figuran.

3. Penokohan

Penokohan merupakan proses yang dilakukan penulis untuk menciptakan citra dan karakter setiap tokoh di dalam cerita. Penggambaran watak tokoh haruslah dibuat secara halus dan masuk akal agar terasa lebih dekat dengan kehidupan nyata para pembaca.

Ada banyak cara yang digunakan oleh penulis untuk melakukan penokohan sebagai berikut:

  1. Dengan melakukan dialog antara tokoh yang terkait
  2. Melalui gerak-gerik dan perilaku tokoh
  3. Cara penulis melukiskan kondisi yang terkait dengan kehidupan tokoh seperti kamar, rumah, tempat kerja dan lainnya
  4. Karakter yang langsung dijelaskan penulis

4. Plot Cerita

Unsur-unsur cerpen selanjutnya adalah plot atau alur cerita. Nah, alur cerita sendiri merupakan unsur fundamental yang membentuk sebuah cerita bahkan disebut sebagai jiwa cerita.

Alur yang digunakan penulis untuk membentuk cerita terdiri dari alur maju, alur mundur ataupun alur maju mundur. Selanjutnya, alur cerita akan dimulai dari bagian pengenalan, muncul konflik, klimaks hingga solusi.

5. Latar Cerita

Setting cerita terdiri dari latar tempat, latar waktu hingga atmosfir atau suasana dari suatu peristiwa yang sedang diangkat dalam cerpen. Latar kehidupan sosial juga akan dijelaskan di dalam cerpen agar pembaca bisa mendapat gambaran cerita secara konkret dan lebih jelas.

Alhasil para pembaca bisa membayangkan bagaimana latar suasana di dalam cerpen dan merasakan seolah-olah turut hadir di dalamnya.

6. Sudut Pandang

Unsur sudut pandang adalah bagaimana pengarang cerpen menempatkan dirinya dalam menyampaikan cerita. Sudut pandang yang digunakan dalam penulisan cerpen terdiri dari tiga macam yaitu sudut pandang orang ketiga, sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang kedua.

Sudut pandang orang pertama atau “aku” akan digunakan oleh tokoh utama. Sementara sudut pandang orang ketiga digunakan oleh sosok yang serba mengetahui seluruh alur cerita namun tidak termasuk tokoh di dalamnya.

7. Gaya Bahasa

Majas atau gaya bahasa yang digunakan untuk menulis cerita bisa dilihat dari dialog atau percakapan antar tokoh dan deskripsi cerita. Gaya bahasa yang dipilih ditentukan oleh tema cerpen dan kategori cerita. Apabila cerita dibuat untuk usia anak-anak umumnya gaya bahasa yang digunakan sangat sederhana.

8. Amanat

Selanjutnya, amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh sang penulis kepada setiap orang yang membaca ceritanya. Amanat bisa dalam bentuk cara pandang yang ingin disebarkan oleh penulis dalam melihat suatu persoalan kehidupan, yang disampaikan bisa tersurat dan tersirat.

Amanat tersurat adalah nilai tersebut ditulis secara jelas oleh penulis. Sementara amanat tersirat disampaikan melalui tingkah laku tokoh.

Unsur-Unsur Cerpen Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik adalah unsur di dalam cerita pendek yang berasal dari luar namun ikut mempengaruhi isi cerita. Bisa dikatakan bahwa unsur ekstrinsik adalah nilai yang ingin disampaikan oleh pengarang cerpen. Di bawah ini adalah unsur ekstrinsik cerpen:

1. Latar Belakang Penulis

Latar belakang pengarang tentu akan sangat berpengaruh terhadap gaya bahasa, nilai yang ingin disampaikan bahkan tema yang dipilih dari cerpen.

Latar belakang pengarang adalah setiap hal yang terkait dengan diri pengarang seperti pendidikan, kondisi psikologis, riwayat hidup, kondisi keluarga, agama yang dianut dan sebagainya.

2. Latar Belakang Sosial

Salah satu unsur ekstrinsik cerpen adalah latar belakang masyarakat. Latar belakang masyarakat turut berperan terhadap pengembangan cerpen. Latar belakang masyarakat meliputi ideologi negara, kondisi ekonomi, kondisi perpolitikan dan kondisi sosial masyarakat.

3. Nilai yang Diangkat

nilai-nilai seperti agama, moral, budaya, dan sosial yang diangkat dalam cerpen termasuk dalam unsur ekstrinsik. Unsur ekstrinsik dalam cerpen mencakup segala hal yang berasal dari luar cerita itu sendiri dan mempengaruhi penyampaian pesan, tema, atau nilai yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembaca.

Sedangkan unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang ada di dalam cerpen itu sendiri dan membentuk struktur serta isi cerita. Unsur intrinsik mencakup hal-hal seperti karakter tokoh, alur cerita, setting, tema, gaya bahasa, dan lain-lain yang langsung terkait dengan isi dan narasi cerpen.

Kedua unsur ini saling berhubungan dan bersama-sama membentuk keseluruhan cerpen. Penulis cerpen akan menggunakan unsur intrinsik untuk menyusun cerita dengan baik dan menarik, sementara unsur ekstrinsik akan mempengaruhi pesan dan makna cerpen yang ingin disampaikan kepada pembaca.

Dalam menulis cerpen, penulis seringkali menggunakan nilai-nilai ekstrinsik untuk menghadirkan cerita yang lebih bermakna dan relevan dengan realitas kehidupan pembaca. Hal ini membuat cerpen menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan, memotivasi, atau mengajarkan pelajaran kepada pembaca.

 

Tinggalkan Balasan