Perbedaan Pencatatan Manual dan MYOB Accounting

    Pencatatan transaksi secara manual bisa menghabiskan lebih banyak waktu, kertas, tenaga, dan pikiran. Sementara pencatatan transaksi dengan MYOB Accounting lebih menguntungkan, bisa menghemat waktu, kertas, tenaga, dan pikiran. Mengapa bisa demikian? Karena terdapat perbedaan dasar antara pencatatan transaksi secara manual dan dengan menggunakan MYOB Accounting, yakni dapat di jelaskan sebagai berikut.

    Perbedaan antara pencatatan manual dan MYOB Accounting adalah ketika melakukan pencatatan transaksi manual, maka perlu mencatat mulai dari dokumen transaksi hingga laporan keuangan dengan menghitung semuanya manual. Sedangkan ketika melakukan pencatatan transaksi dengan MYOB Accounting, maka yang diperlukan adalah mencatat dokumen transaksi sesuai dengan jurnal, lalu laporan keuangan dihitung otomatis oleh program.

    Pencatatan secara manual harus mengerjakan semua dengan manual, yang mana memerlukan waktu yang lama dan konsentrasi. Demikian juga untuk hitung menghitung, yang mana juga memerlukan kefokusan dan ketepatan.

    Lain dengan pencatatan transaksi dengan komputerisasi menggunakan MYOB, sebagian besar pekerjaan bisa dilakukan dengan komputer. Kita cuma perlu mengentri dokumen pada dengan tepat dan dengan penempatannya yang benar, lalu hitung menghitung dikerjakan otomatis. Lalu kita juga dapat langsung print laporan keuangan jika semua proses selesai.

    Penggunaan program MYOB juga mudah untuk digunakan. Dengan komputerisasi, pekerjaan dapat lebih efektif, lalu juga memiliki efisiensi karena pada program MYOB terdapat fasilitas untuk penyimpanan otomatis.

    Perbedaan tersebut merupakan perbedaan paling dasar antara pencatatan manual dengan menggunakan MYOB Accounting.

    Pencatatan manual

    Pada pencatatan manual, sebagian besar pekerjaan dilakukan oleh tangan manusia. Dengan demikian, manusia memiliki peranan utama untuk menjalankan proses akuntansi.

    Pada proses manual, kita harus melakukan banyak pencatatan secara manual pada beberapa kertas dan menyusun jurnal yang mungkin membingungkan bagi yang tidak begitu mengerti akuntansi. Lalu sangat memakan waktu dan juga riskan jika kurang teliti.

    Komputerisasi

    Banyak perbedaan pada proses akuntansi manual dengan yang dikomputerisasi. Laporan seperti daftar piutang, daftar utang, dan laporan interim bisa disusun dan diprint seketika. Jika data penyesuaian selesai dimasukkan ke komputer, maka laporan keuangan akhir bisa diprint. Oleh sebab itu, pada sistem komputerisasi tidak diperlukan banyak kertas seperti pada sistem manual.

    Namun perlu diingat bahwa komputerisasi tidak menggantikan konsep pelaporan keuangan. Melainkan untuk menggantikan proses pengolahan data.

    Jika kita membandingkan antara keduanya, sistem komputerisasi jelas lebih memiliki banyak keunggulan, seperti kecepatan, ketelitian, dan kapasitas pada pemrosesannya.

    Kecepatan komputer bisa dijadikan keunggulan karena komputer bisa mengerjakan perintah dengan hitungan cepat. Perkembangan spesifikasi komputer yang sampai sekarang ini, kebanyakan mampu memproses data dengan seketika.

    Lalu ketelitian juga demikian, karena data yang disiapkan dengan benar, diolah oleh program yang teruji keakuratannya. Dengan begitu, kemungkinan terjadinya kesalahan hitung dan klasifikasi menjadi kecil. Semisal jika tidak yakin pada program yang digunakan, maka trial dengan percobaan data bisa dilakukan untuk memastikannya.

    Lain dengan sistem manual, karena langkah demi langkah dikerjakan oleh manusia dan kemungkinan terjadinya kesalahan bisa lebih besar.

    Kendati demikian, permasalahan komputer juga bisa terjadi. Misalnya data perusahaan dapat rusak, hilang, tidak terbaca, dll karena masalah tertentu. Oleh sebab itu diperlukan backup data. Lalu yang lain adalah persoalan cyber crime yang juga bisa menjadi risiko bagi perusahaan yang menggunakan komputerisasi untuk pencatatan keuangan dan operasionalnya.


    Share this post:
    Loading...