Perhitungan Gaji Grab: Mitra Ojek Online dan Sistem Kerja Grab

Perhitungan Gaji Grab: Mitra Ojek Online dan Sistem Kerja Grab
Perhitungan Gaji Grab: Mitra Ojek Online dan Sistem Kerja Grab

Mello.id – Sistem Gaji Grab, sebagai salah satu perusahaan transportasi online terkemuka, telah menjadi pilihan bagi jutaan mitra di Indonesia. Namun, menjadi mitra ojek online bukan hanya tentang menerima orderan semata. Penting untuk memahami sistem gaji Grab agar dapat menjalankan usaha ini dengan bijak dan efektif.

Grab telah menciptakan sistem penghasilan yang komprehensif bagi mitra mereka. Mengetahui bagaimana sistem ini bekerja dapat membantu para mitra untuk merencanakan langkah mereka dengan lebih baik, memaksimalkan pendapatan, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi penumpang. Ini adalah langkah bijak untuk menghindari cara curang seperti menggunakan Fake GPS yang hanya merugikan diri sendiri dan merugikan komunitas mitra ojek online secara keseluruhan.

Salah satu hal yang perlu dipahami adalah bagaimana tarif perjalanan dihitung. Tarif Grab dapat bervariasi berdasarkan berbagai faktor, termasuk jarak tempuh, waktu tempuh, serta jenis layanan yang dipilih oleh penumpang. Dengan memahami cara perhitungan tarif ini, mitra dapat memiliki perkiraan pendapatan yang lebih akurat dari setiap perjalanan yang mereka lakukan.

Selain itu, penting untuk memahami bagaimana sistem insentif dan bonus bekerja. Grab seringkali menawarkan insentif dan bonus kepada mitra mereka sebagai bentuk penghargaan atas performa yang baik. Ini bisa berupa bonus harian, mingguan, atau bahkan bulanan, tergantung pada target dan kriteria yang ditetapkan. Mengetahui cara mendapatkan insentif dan bonus ini dapat menjadi motivasi ekstra bagi para mitra untuk bekerja lebih keras dan mencapai target tertentu.

Tidak hanya itu, sistem rating dan umpan balik dari penumpang juga memiliki peran penting dalam sistem gaji Grab. Penilaian positif dari penumpang tidak hanya meningkatkan reputasi mitra, tetapi juga dapat membuka peluang untuk mendapatkan lebih banyak orderan. Oleh karena itu, memberikan pelayanan yang baik dan ramah kepada penumpang menjadi faktor penting dalam meraih sukses sebagai mitra ojek online.

Dengan memahami seluruh aspek ini, para mitra Grab dapat menjalankan usaha mereka dengan lebih efisien dan menguntungkan. Ini bukan hanya tentang mendapatkan orderan, tetapi juga tentang mengoptimalkan penghasilan, membangun reputasi yang baik, dan memberikan pengalaman yang memuaskan bagi penumpang. Jadi, daripada menggunakan cara curang yang hanya akan merugikan diri sendiri, lebih baik fokus pada pemahaman mendalam tentang sistem gaji Grab dan berusaha untuk berkembang sebagai mitra ojek online yang sukses.

Perhitungan Sistem Gaji Grab Berdasarkan Orderan

Konsumen bukan hanya membutuhkan jasa antar jemput saja. Alasan ini yang membuat Grab menyediakan banyak layanan. Mulai dari GrabBike, GrabCar, GrabFood, GrabTaxi hingga Grab Express. Setiap layanan memiliki sistem gaji berbeda. Berikut sistem gajinya:

1. Sistem Gaji GrabBike

Hitungan gaji yang diperoleh driver GrabBike adalah gabungan intensif setiap orderan dan bagi hasil yang telah ditentukan Grab, yakni 90:10. Grab akan memotong tarif perjalanan 10% untuk perusahaan dan sisanya akan diberikan untuk driver. Misalnya Anda menyelesaikan orderan GrabBike dengan tarif 20 ribu maka penghasilan yang didapat driver tersebut adalah Rp 18.000.

2. Sistem Gaji GrabCar

Berbeda dengan GrabBike, di GrabCar ada sistem token yang perlu driver pahami. Pertama, driver harus mendaftar jadi mitra driver terlebih dahulu. Selanjutnya bisa mengisi saldo token yang telah disiapkan aplikasi sebagai penerima orderan atau driver. Jika mendapat orderan, otomatis token langsung terpotong. Perhitungan pemotongan tokennya seperti berikut

  • Pemotongan token hingga 15% sesuai tarif argo yang tertera di aplikasi
  • Potongan jarak dekat sebesar 10%
  • Potongan token jarak jauh sebesar 15%

Contoh, jika ada driver yang mendapat orderan dari Pantai Indah Kapuk ke Margonda dengan tarif 100 ribu. Otomatis perhitungannya menjadi Rp 100 ribu X 15% = Rp 15.000. Artinya, perusahaan mendapat 15 ribu sedangkan 85 ribu masuk kantong driver. Uang 15 ribu langsung terpotong dari token yang sudah dimiliki oleh mitra GrabCar.

3. Sistem Gaji GrabFood Untuk Pemilik Restoran

GrabFood memiliki sistem gaji Grab dengan profit sharing yang dibebankan kepada restoran sebesar 30% sesuai pesanan yang masuk. Misal sehari pemilik restoran mendapat penghasilan 200 ribu dari GrabFood, maka 30% dari penghasilan tersebut diberikan kepada perusahan, yakni sebesar 60 ribu dan sisanya untuk pemilik restoran menjadi 140 ribu.

Bagaimana merasa dirugikan untuk sistem pendapatan 30% ini? Memang banyak pertanyaan yang dilontarkan pemilik restoran mitra Grab. Namun jika diperhitungkan dengan matang, 30% sudah normal dibanding keuntungan yang didapat pemilik restoran. Driver Grab yang memesankan juga tidak rugi meskipun ia mendapat orderan promo. Pasalnya masih mendapat intensif dan masih banyak lainnya.

4. Grab Taxi

Di awal munculnya transportasi online seperti Grab dan Gojek, banyak penolakan dari transportasi umum seperti Taxi. Tidak ingin mitra pengemudi mendapat masalah dengan sopir taxi, grab menambah layanan yang cukup inovatif bernama GrabTaxi. Dengan layanan tersebut, armada Taxi mendapat bagian untuk mengambil orderan seperti GrabCar.

Meskipun begitu sistem gaji GrabCar dan GrabTaxi berbeda. Dimana ada potongan pengemudi taksi 5,5% dari argo terendah yang dipesan pengemudi. Misal ada orderan GrabTaxi sebesar 25 ribu, maka sistem akan memotongnya sebesar Rp 1.375. Yang masuk ke credit balance GrabTaxi menjadi Rp 23.625.

Sistem Kerja Grab Merah Dan Grab Putih

Setiap layanan Grab memiliki sistem gaji yang berbeda-beda. Jika boleh dikelompokkan, hanya layanan GrabTaxi saja yang mempunyai perhitungan berbeda. Untuk layanan Grab lainnya memiliki pembagian sistem kerja Grab merah dan Grab putih. Berikut perhitungannya:

1. Grab Merah

Secara umum penghasilan driver Grab meningkat di hari Sabtu, Minggu dan tanggal merah. Inilah arti dari grab merah yang berarti tarif khusus ketika hari libur. Grab merah menjadi keuntungan tersendiri karena sistem gajinya yang lebih besar. Bagi driver Grab Merah akan mendapat tambahan Rp 16 ribu untuk super sibuk sore dan tambahan Rp 6000 lagi.

2. Grab Putih

Grab Putih merupakan kebalikan dari Grab Merah. Perbedaannya hanya kurangnya pendapatan tambahan di hari Senin hingga Jumat di jam sibuk dan super sibuk pagi dan sore hari. Namun jangan khawatir karena ada tambahan jaminan argo dibawah perjalanan 6 kilometer yang tentu saja lebih besar.

Sistem gaji Grab sering dibandingkan dengan sistem gaji Gojek karena berbeda jauh. Meskipun berbeda tetap saja dengan adanya transportasi online membuat setiap perjalanan semakin nyaman. Bukan hanya itu, menjadi driver ojek online juga menguntungkan sehingga banyak digunakan untuk menambah penghasilan utama. Namun banyak juga yang menjadikannya sebagai penghasilan utama.