Mengapa Berbagai Bentuk Perlawanan Terhadap Belanda Sering Gagal?

Rakyat Indonesia pernah mengalami penderitaan karena penjajahan dari abad 17 hingga hampir abad 20. Di waktu itu, bangsa Indonesia sudah berupaya sebisa mungkin untuk melawan penjajahan serta ingin mencapai kemerdekaan. Banyak perlawanan telah dilakukan oleh para raja, bangsawan, tokoh masyarakat, serta tokoh agama. Namun berbagai bentuk perlawanan terhadap Belanda sering mengalami kegagalan, mengapa? Berikut adalah pembahasannya.

Daftar Isi:

Mengapa berbagai bentuk perlawanan terhadap Belanda sering mengalami kegagalan?

Berikut adalah penyebab berbagai bentuk perlawanan terhadap Belanda sering mengalami kegagalan.

1. Perjuangan sifatnya kedaerahan.
2. Perlawanan bukan dilakukan dengan serentak.
3. Terlalu bergantung pada pemimpin.
4. Kurangnya persenjataan.

Nah dengan pengalaman kegagalan tersebut, kaum atau golongan muda terpelajar menginginkan bentuk perjuangan yang lebih modern.

Bagaimanakah perubahan strategi perlawanan terhadap Belanda dilakukan oleh kaum atau golongan muda terpelajar?

Perubahan strategi perlawanan terhadap Belanda yang dilakukan oleh kaum atau golongan muda terpelajar adalah dengan cara yang lebih modern, yakni memakai kekuatan organisasi.

Peristiwa apa yang menandai lahirnya masa pergerakan nasional?

Peristiwa yang menandai lahirnya masa pergerakan nasional adalah terbentuknya organisasi Budi Utomo di tanggal 20 mei 1908.

Bagaimana pembagian masa pergerakan nasional? Berikut di jelaskan

Pembagian masa pergerakan nasional adalah Masa awal pergerakan nasional sekitar tahun 1900, Masa awal radikal sekitar tahun 1920 hingga 1927, dan Masa moderat sekitar tahun 1930.

1. Masa awal pergerakan nasional

Di masa ini, banyak organisasi pergerakan yang terbentuk. Misalnya adalah Budi Utomo, Sarekat Islam, Muhammadiyah, serta Indische Partij (IP). Dapat dikatakan bahwa Budi Utomo adalah organisasi yang besar memiliki pengaruh begitu besar terhadap pergerakan nasional.

Di hari minggu 20 Mei 1908, Sutomo berkumpul bersama teman-temannya di Jakarta. Mereka setuju membentuk Budi Utomo yang artinya usaha mulia. Dikarenakan menjadi organisasi modern pertama yang muncul di Indonesia, maka pemerintah menetapkan tanggal berdirinya organisasi tersebut sebagai peringatan Harkitnas.

2. Masa awal radikal

Di masa ini dikenal sebagai masa radikal sebab pergerakan nasional yang terjadi sifatnya radikal atau keras kepada pemerintah Hindia Belanda. Mereka memakai asas non kooperatif atau tidak ingin bekerja sama. Organisasi yang sifatnya demikian saat itu misalnya PI (Perhimpunan Indonesia), PKI (Partai Komunis Indonesia), NU (Nahdlathul Ulama), PNI (Partai Nasional Indonesia).

3. Masa moderat

Semenjak tahun 1930, berbagai organisasi pergerakan Indonesia merubah cara berjuangnya. Mereka menggunakan cara kooperatif atau mau bekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda. Beberapa organisasi yang berhaluan moderat meliputi Partindo 1930, PNI Baru, Parindra (Partai Indonesia Raya), Gerindo (Gerakan Rakyat Indonesia), dan Gapi (Gabungan Politik Indonesia).

Sebetulnya bukan cuma organisasi yang disebutkan di atas, banyak organisasi kepemudaan dan keagamaan yang lain dan berkembang pada saat itu. Misalnya adalah Persatuan Pemuda Kristen, Persatuan Pemuda Katholik, Perti (Pergerakan Tarbiyah Islamiyah), MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia), Jong Islamieten Bond, dan Sumatra Thawalib.

Peristiwa apa yang menjadi latar belakang ditetapkannya Hari Kebangkitan Nasional? Berikut di jelaskan alasannya

Peristiwa yang menjadi latar belakang ditetapkannya Hari Kebangkitan Nasional adalah dibentuknya Budi Utomo yang menjadi organisasi modern pertama di Indonesia. Karena itu, tanggal terbentuknya organisasi tersebut diperingati sebagai Harkitnas.

Penutup

Berbagai bentuk perlawanan terhadap penjajah sering mengalami kegagalan hingga kemudian lahir sistem perjuangan modern yang disebut sebagai Kebangkitan Nasional. Kebangkitan Nasional tersebut merupakan periode pada paruh pertama abad 20 di mana rakyat Indonesia banyak yang mulai meningkatkan rasa kesadaran nasional sebagai orang Indonesia. Timbulnya rasa kebangsaan asalnya dari kemauan kuat rakyat Indonesia untuk menuju pada kedaulatan dan kemerdekaan.

Sebetulnya banyak faktor yang bisa memicu timbulnya rasa kebangsaan di Indonesia. Salah satu di antaranya adalah kenangan kejayaan di masa lalu. Misalnya pada kejayaan Kerajaan Majapahit dan Sriwijaya. Pada masa Majapahit, kerajaan tersebut dapat menguasai seluruh Nusantara. Sedangkan pada masa Sriwijaya, kerajaan tersebut dapat menguasai lautan sebab punya pasukan maritim yang kuat.


Share this post:
Loading...