Bagaimanakah Proses Siklus Air untuk Menghasilkan Air Bersih?

    Proses siklus air merupakan peristiwa yang biasa terjadi sepanjang waktu, namun pada umumnya kita tidak menyadarinya. Air bersih yang biasa kita gunakan untuk kebutuhan sehari-hari merupakan hasil dari proses tersebut. Kita membutuhkan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga, industri, dll. Nah bagaimana proses siklus air menghasilkan air yang bersih? Berikut di jelaskan.

    Pada posting ini adalah pembahasan tentang proses siklus air, tahap penguapan, hujan, air tanah, serta air permukaan.

    Daftar Isi:

    Bagaimana proses siklus air menghasilkan air yang bersih? Berikut di jelaskan

    Dalam proses siklus air untuk menghasilkan air bersih ada tahap penguapan air dari permukaan bumi, yakni bisa dari laut, danau, sungai, genangan air lainnya, dll. Ketika penguapan tersebut, kotoran yang ada di air tertinggal. Lalu uap air naik dan wujudnya menjadi awan yang berupa uap air bersih. Ketika awannya menjadi mendung, maka dapat turun sebagai hujan. Air yang turun tersebut berupa air bersih.

    Apa yang dimaksud dengan air tanah?

    Air tanah adalah air yang masuk ke dalam lapisan tanah dan mengalir lewat bawah permukaan tanah.

    Bagaimana perbedaan air tanah dengan air permukaan?

    Perbedaannya adalah air tanah biasanya lebih bersih serta lebih jernih jika dibandingkan dengan air permukaan. Sebab air tanah sudah tersaring oleh lapisan tanah serta akar tanaman. Maka dari itu, kebanyakan orang menggunakan air tersebut dalam mencukupi kebutuhan sehari-hari, yakni dengan membuat sumur untuk mendapatkannya.

    Mengapa air permukaan biasanya lebih kotor jika dibandingkan dengan air tanah?

    Air pembukaan biasanya lebih kotor jika dibandingkan dengan air tanah karena berupa air hujan yang tidak diserap oleh tanah, sehingga belum tersaring. Air tersebut cenderung lebih kotor pula, sebab dapat mengandung lumpur ataupun benda lain yang bisa terbawa saat mengalir di permukaan tanah.

    Apa akibat dari musim kemarau yang panjang?

    Akibat dari mesin kemarau yang panjang adalah air permukaan maupun air tanah bisa jadi menyusut. Dengan begitu dapat terjadi kekurangan air, bahkan bisa menyebabkan bencana kekeringan.

    Penutup

    Jadi pada proses siklus air yang menghasilkan air bersih, saat penguapannya kotoran di air tidak turut menguap. Uap tersebut berupa uap air yang memang bersih. Maka dari itu ketika terjadi hujan, air yang turun pun bersih dan jernih.

    Air yang turun tersebut ada yang terserap ke dalam tanah, lalu tersaring oleh lapisan tanah dan akar tanaman hingga menjadi bersih dan jernih. Kita bisa mendapatkannya dengan menggali lubang, semisal dengan membuat sumur.

    Sementara itu, air hujan yang turun lainnya ada yang terus mengalir di permukaan tanah. Air tersebut menuju permukaan yang lebih rendah, misalnya bisa ke sungai, danau, hingga laut.

    Namun lain ketika musim kemarau, air hujan yang turun menjadi berkurang. Ketika ada air di tanah biasanya dengan cepat terserap ke dalam tanah. Lalu jika air di sungai dan danau surut, penguapan yang dibutuhkan untuk menghasilkan awan uap air menjadi berkurang. Dengan begitu, awan uap air semakin sedikit dan turunnya hujan semakin berkurang.

    Akibat dari itu, sumur penduduk bisa jadi kering. Jika terjadi dalam waktu yang cukup panjang, penduduk dapat kekurangan air bersih. Jika kekurangan air terjadi dalam waktu yang panjang, akhirnya bencana kekeringan pun terjadi.

    Oleh sebab itu, kita harus menghemat pemakaian air dalam keperluan sehari-hari. Mungkin sementara itu cukup untuk pembahasan bagaimana proses siklus air menghasilkan air yang bersih, mudah-mudahan apa yang di jelaskan di atas bisa bermanfaat ya.


    Share this post:
    Loading...