Rantai Makanan Adalah: Komponen, Jenis dan Fungsinya

Rantai makanan adalah peristiwa memakan dan dimakan yang terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia. Peristiwa ini terjadi di semua ekosistem dengan  cara kerja yang relatif sama. Selain itu, proses tersebut juga melibatkan beberapa komponen, yakni produsen, konsumen, dan dekomposer.

Peristiwa makan dan dimakan merupakan bagian dari bukti keseimbangan ekosistem. Setiap organisme pada dasarnya mempunyai peran tertentu dalam kejadian atau peristiwa tersebut. Artikel ini akan membahas tentang interaksi atau kejadian alami tersebut dengan lebih detail!

Pengertian Rantai Makanan

Organisme pada dasarnya memiliki sifat ketergantungan dengan lingkungan dan organisme lainnya. Ketergantungan antara organisme dengan sesama organisme ini terjadi dalam rangkaian interaksi memakan dan dimakan.

Interaksi memakan dan dimakan antara organisme yang satu dengan lainnya disebut sebagai rantai makanan. Terdapat urutan tertentu dalam rantai ini yang melibatkan produsen, konsumen, dan dekomposer. Ketiga komponen tersebut saling berinteraksi dan menimbulkan ketergantungan.

Proses makan dan dimakan terjadi secara berkesinambungan sesuai peran setiap organisme. Konsumen akan memakan produsen, kemudian produsen dan konsumen yang telah mati diuraikan oleh dekomposer.

Nutrisi dari organisme yang diuraikan oleh dekomposer akan kembali ke lingkungan dan menjadi pupuk alami. Lingkungan tersebut kemudian menjadi lebih subur sehingga dapat menunjang kehidupan organisme dalam memperoleh makanan dan tempat tinggal.

Komponen Rantai Makanan

Semua organisme secara alami akan terlibat dalam interaksi memakan dan dimakan. Bagaimana hal itu bisa terjadi dan seperti apa pembagian perannya? Jika penasaran, maka berikut ini rincian penjelasan tentang komponen dalam interaksi alami tersebut, yaitu:

1. Produsen

Produsen adalah makhluk hidup yang mempunyai kemampuan untuk memproduksi makanannya sendiri. Oleh karena itu, produsen juga merupakan organisme autotrof. Contohnya adalah tumbuhan hijau, lumut, dan alga.

Produsen biasanya memproduksi makanan sendiri dengan melakukan proses fotosintesis. Keberlangsungan hidup organisme ini tergantung pada keseimbangan alam tempat hidupnya, bukan ketersediaan makanan.

Produsen menjadi makanan bagi organisme yang lain, misalnya sapi memakan rumput.

2. Konsumen

Konsumen adalah makhluk hidup yang tidak mampu memproduksi makanannya sendiri sebagai organisme heterotrof. Contohnya adalah sapi, anjing, dan ayam.

Konsumen terbagi lagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan tingkatan dan makanannya. Klasifikasi konsumen menurut tingkatannya, yaitu:

  • Konsumen tingkat I atau konsumen primer, makhluk hidup yang memakan produsen
  • Konsumen tingkat II atau konsumen sekunder, makhluk hidup yang memakan konsumen primer

Klasifikasi konsumen menurut makanannya, yaitu:

  • Herbivor, organisme yang memakan tumbuh-tumbuhan, seperti sapi dan kambing
  • Karnivor, organisme yang memakan daging, seperti kucing dan anjing
  • Omnivor, organisme yang memakan tumbuh-tumbuhan dan daging, seperti ayam dan manusia

3. Dekomposer

Dekomposer atau pengurai biasanya berupa sejenis mikroorganisme dengan tugas utamamenguraikan atau membusukkan tumbuhan dan hewan yang sudah mati. Contohnya, seperti bakteri dan jamur.

Hewan atau tumbuhan yang telah diuraikan akan menjadi pupuk dan kembali lagi ke lingkungan. Nutrisi yang tersisa dari organisme-organisme ini dapat menyuburkan lingkungan dan memenuhi kebutuhan produsen atau tumbuhan untuk terus bertahan hidup dan berkembang.

Jenis-Jenis

Jenis-jenis rantai makanan dapat diklasifikasikan berdasarkan organisme yang mengawali, yaitu:

1. Rantai Parasit

Parasit merupakan makhluk hidup yang merugikan makhluk hidup lain. Rantai parasit mempunyai ciri khas, yakni makhluk hidup kecil memakan makhluk hidup besar. Contohnya seperti padi dimakan kerbau, kerbau dimakan kutu, kutu dimakan burung jalak, dan burung jalak dimakan elang.

2. Rantai Perumput

Rantai perumput sangat umum dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Jenis rantai makanan ini berawal dari tumbuhan produsen, konsumen tingkat I, dilanjutkan konsumen tingkat II, dan ditutup dekomposer.

Misalnya, padi di sawah dimakan tikus. Setelah itu, kemudian tikus tersebut dapat menjadi mangsa bagi ular. Sementara itu, ular lalu dimakan atau dimangsa oleh burung elang. Nantinya elang akan mati bangkai tubuhnya akan diuraikan oleh dekomposer.

3. Rantai Saprofit

Rantai saprofit diawali oleh peristiwa penguraian organisme yang telah mati oleh organisme saprofit, seperti lumut, bakteri, dan jamur. Misalnya, kayu lapuk akan dimakan oleh jamur, selanjutnya jamur tersebut dimakan ayam, dan ayam bisa dimakan rubah.

4. Rantai Detritus

Rantai detritus diawali oleh organisme heterotrof yang mengonsumsi detritus untuk memperoleh energi. Detritus ini meliputi patahan ranting, kotoran hewan, daun-daun yang telah terurai, dan sejenisnya. Contoh rantai detritus, yaitu kayu lapuk dimakan oleh rayap, rayap dimakan burung pipit.

Fungsi Rantai Makanan

Rantai makanan berfungsi untuk menjaga ekosistem. Bagaimana peristiwa memakan dan dimakan dapat menjaga kondisi ekosistem? Berikut ini fungsi dan manfaat dari peristiwa makan dimakan tersebut, yaitu:

1. Menguraikan Interaksi Spesies di dalam Ekosistem

Setiap spesies mempunyai peran tertentu di dalam ekosistem. Adanya rantai makanan dapat mengklasifikasikan peran spesies ini secara alami. Misalnya, spesies tertentu berperan sebagai pemangsa atau mangsa.

2. Menjaga Ekosistem agar Tetap Stabil

Peristiwa memakan dan dimakan akan membuat ekosistem tetap stabil. Setiap komponen organisme dalam rantai ini memiliki ketergantungan. Hilangnya satu komponen akan memengaruhi komponen lain yang berimbas pada terganggunya kestabilan ekosistem.

Tingkat Trofik

Peristiwa memakan dan dimakan dalam suatu ekosistem berlangsung berdasarkan urutan tertentu. Urutan ini disebut juga tingkat trofik.

1. Trofik Pertama

Tingkat trofik pertama diisi oleh tumbuh-tumbuhan yang mampu memproduksi makanannya sendiri. Tingkat ini dinamakan produsen. Keberlangsungan hidup produsen tidak bergantung pada ketersediaan makanan, melainkan keseimbangan ekosistem.

2. Trofik Kedua

Tingkat trofik kedua diisi oleh konsumen tingkat I atau konsumen primer. Biasanya peran ini diambil oleh hewan-hewan herbivor. Herbivor merupakan hewan pemakan tumbuh-tumbuhan, seperti kambing, domba, kerbau, dan lainnya.

3. Trofik Ketiga

Tingkat trofik ketiga diisi oleh konsumen tingkat II atau konsumen sekunder. Biasanya peran ini diambil oleh hewan-hewan omnivor dan karnivor. Omnivor merupakan hewan pemakan tumbuhan dan daging, sedangkan karnivor hanya memakan daging.

4. Tingkat Keempat

Tingkat trofik keempat diisi oleh konsumen puncak atau lebih dikenal dengan istilah predator. Hewan-hewan pada trofik keempat mempunyai cakupan yang lebih luas daripada trofik sebelumnya. Misalnya, elang.

Cara Kerja

Bagaimana cara kerja rantai makanan? Mekanisme rantai ini relatif sama di setiap ekosistem. Semuanya bermula dari sumber energi utama, yakni matahari untuk membantu tumbuhan hijau melakukan proses fotosintesis.

Organisme lain yang menjadi konsumen primer akan memakan tanaman hijau sebagai sumber energinya. Biasanya tahapan ini dilakukan oleh herbivor, meskipun omnivor juga dapat terlibat.

Setelah itu, organisme yang menjadi konsumen sekunder akan memakan konsumen primer. Konsumen sekunder lalu dimakan oleh konsumen puncak atau predator. Jika konsumen puncak mati, maka akan diuraikan oleh dekomposer.

Peristiwa memakan dan dimakan dalam ekosistem berlangsung secara alami tanpa campur tangan manusia. Lalu, bagaimana jika manusia terlibat?

Sejauh ini pada beberapa kasus, aktivitas manusia justru mengganggu proses rantai makanan. Misalnya, pembuangan limbah ke sungai yang menyebabkan lingkungan sungai menjadi tercemar.

Ketika sungai menjadi tercemar, tumbuhan-tumbuhan air akan kesulitan melakukan fotosintesis. Jika fotosintesis tumbuhan air terhambat, tentu hewan-hewan yang hidup di dalam sungai akan kekurangan sumber makanan dan bisa berakhir mati.

Aktivitas manusia lainnya, seperti penebangan hutan liar, rupanya juga bisa mengganggu keseimbangan ekosistem. Hutan adalah habitat alami sebagian besar hewan. Jika hutan terganggu, hewan-hewan yang hidup di sana akan mencari tempat tinggal baru dan menyebabkan kerusakan rantai makanan.

Rantai makanan sudah semestinya terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia yang bisa mengganggu bahkan merugikan. Setiap komponen mulai dari produsen hingga dekomposer memiliki peranan masing-masing dalam proses tersebut.

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan