Surat Lamaran Kerja: Sistematika dan Ciri-Ciri

    Surat Lamaran Kerja: Sistematika dan Ciri-Ciri – Surat lamaran pekerjaan dapat kita buat jika terdapat lowongan di perusahaan tertentu. Informasi lowongan kerja ini bisa kita dapatkan melalui surat kabar ataupun media daring. Lalu terdapat juga surat yang dibuat atas inisiatif dari pelamar.

    Surat ini bisa dibuat dengan ditulis tangan ataupun diprint. Namun terdapat beberapa perusahaan yang mengharuskan pelamar untuk menulis dengan tangan dan terdapat juga yang mengharuskannya dengan diprint. Baik itu tulis tangan maupun diprint, surat lamaran pekerjaan perlu memiliki sistematika dan ciri-ciri yang sedemikian rupa, berikut di sebutkan dan di jelaskan.

    Sistematika penulisan surat lamaran kerja

    Pada umumnya struktur pada surat lamaran pekerjaan ditulis dengan sistematika berikut ini.

    1. Tempat dan tanggal penulisan surat
    2. Lampiran dan perihal
    3. Alamat surat
    4. Salam dan pembuka surat
    5. Isi dan tujuan
    6. Identitas pelamar
    7. Penutup surat
    8. Salam penutup, tanda tangan, dan nama terang pelamar

    Rekomendasi

    Penulisan surat lamaran surat lamaran sebaiknya mengikuti acuan berikut ini.

    a. Jika ditulis tangan, tulis di atas kertas bergaris dengan menggunakan kertas yang berkualitas.
    b. Jika diprint, gunakan kertas HVS dengan jarak pengetikan 1 spasi.
    c. Tidak terdapat coretan, tipex, dan kesalahan.
    d. Kata sapa yang digunakan pada surat lamaran, adalah Bapak atau Ibu dan tidak disarankan dengan kata sapa Anda atau Saudara.

    Lalu bahasa yang digunakan sebaiknya mengikuti aturan berikut.

    a. Bahasa yang digunakan sopan dan simpatik.
    b. Kalimat yang digunakan efektif dan komunikatif.
    c. Bahasa yang digunakan baku dengan ejaan yang tepat.

    Ciri-ciri surat lamaran pekerjaan

    Berikut di sebutkan dan di jelaskan ciri-ciri surat lamaran pekerjaan yang sesuai dengan sistematika.

    1. Tempat dan tanggal penulisan surat

    Tempat dan tanggal penulisan surat diletakkan di pojok kanan atas. Tidak perlu menggunakan titik di akhir sebab bukan merupakan kalamat.

    Contoh: Jakarta, 24 September 2019

    2. Lampiran dan perihal

    Kata Lampiran dan perihal tidak disingkat seperti lamp. atau hal. Lalu angka angka pada bagian lampiran ditulis menggunakan huruf.

    Contoh:

    Lampiran: Empat lembar
    Perihal: Pemberitahuan

    3. Alamat surat

    a. Tidak perlu menggunakan kata Kepada.
    b. Alamat direkomendasikan tidak melebihi 3 baris.
    c. Jabatan tidak perlu menggunakan jenis kelamin seperti Bapak atau Ibu.
    d. Tulisan Jalan pada alamat tidak disingkat.
    e. Tidak menggunakan titik pada akhir baris.

    Contoh :
    Yth. Manager CV …
    Jalan … , Jakarta

    4. Salam dan pembuka surat

    Pada salam pembuka, tulis kata Dengan hormat menggunakan tanda koma. Kata Dengan hormat ini disarankan disatukan dengan kalimat berikutnya, namun jika ingin ganti baris juga bisa.

    Contoh:
    a. Dengan hormat, berdasarkan … (Direkomendasikan)
    b. Dengan hormat,
    Berdasarkan … (Juga bisa)

    Lalu pada pembuka surat, sebaiknya menggunakan bahasa yang sopan dan simpatik.

    6. Isi dan tujuan

    a. Pada bagian isi terdapat Identitas, yaitu keterangan nama, tempat dan tanggal lahir, alamat, pendidikan terakhir, dan bisa ditambah yang lainnya sebagai pendukung.

    Contoh :
    nama : Eka Putra
    tempat dan tanggal lahir : Jakarta, 1 Januari 1996
    pendidikan terakhir : S1 Sastra Indonesia
    alamat : Desa Swasembada, Jakarta

    b. Pada bagian tujuan, yaitu keterangan tentang alasan pengirim atau pelamar pekerjaan menulis surat.

    c. Menyatakan lampiran

    Pada surat lamaran pekerjaan terdapat beberapa lampiran berupa persyaratan yang diperlukan oleh perusahaan yang membuka lowongan kerja. Sebagai pelamar, maka harus memenuhi lampiran yang diperlukan.

    Pada lampiran ini di akhir kalimatnya dapat menggunakan tanda titik dua dan di akhir lampiran mengggunakan titik.

    Contoh:
    1. Fotokopi ijazah yang dilegalisir;
    2. Fotokopi kartu tanda penduduk;
    3. Foto ukuran 3×4 dua lembar.

    7. Penutup surat

    Pada bagian penutup surat, kita perlu menunjukkan keseriusan kita untuk melamar pekerjaan pada perusahaan yang dituju.

    Contoh:
    Demikian surat lamaran pekerjaan yang saya buat, besar harapan saya untuk bisa menjadi bagian dari perusahaan …

    8. Salam penutup, tanda tangan, dan nama terang pelamar

    Jika di awal terdapat salam pembuka, pastinya perlu diakhiri dengan salam penutup. Tulis Hormat saya dengan tanda koma.

    Contoh: Hormat saya,

    Lalu pada bagian tanda tangan berada di pojok kanan bawah surat, dengan di bawahnya ditulis nama.

    Contoh:
    Hormat saya,
    (tanda tangan)
    Eka Putra

    Contoh surat lamaran pekerjaan dengan sistematika yang tepat

    Berikut merupakan contoh surat lamaran pekerjaan dengan mengacu sistematika dan ciri-ciri yang di sebutkan dan di jelaskan di atas.

    Surat Lamaran Pekerjaan