Teknik Renang Gaya Bebas, Gerakan, Sejarah dan Manfaatnya

Renang gaya bebas adalah salah satu jenis gaya dalam berenang yang paling mudah dilakukan, jika dibandingkan dengan gaya lainnya. Seperti renang gaya dada (breaststroke), renang gaya kupu-kupu (butterfly stroke) atau renang gaya punggung (backstroke).

Renang dengan gaya bebas sendiri banyak dianjurkan bagi pemula dengan cara berenang dalam jarak dekat dan jeda untuk istirahat secara berkala. Untuk mengetahui secara lengkap pembahasan tentang renang dengan gaya bebas, berikut ini informasinya.

Sejarah Olahraga Renang Gaya Bebas

Renang dengan gaya bebas disebut juga dengan istilah front crawl. Gaya bebas sendiri pertama kali diperlombakan pada tahun 1844 di London. Orang yang pertama kali mengenalkan gaya renang bebas adalah John Arthur Trudgen, yang merupakan seorang pelatih olahraga renang asal Inggris.

Gaya renang bebas yang diajarkan Trudgen dilakukan dengan menyampingkan kaki dan gerakan seperti menggunting. Gaya bebas ini kemudian dimodifikasi oleh Charles Daniels, seorang perenang Amerika dengan mengubah gerakan kakinya.

Jika pada versi Trudgen gerakan kakinya seperti menggunting, maka pada versi Daniels gerakan kakinya diayunkan dan tangan juga diayunkan ke depan. Versi renang dengan gaya terakhir inilah yang sekarang kita temui dalam renang yang menggunakan gaya bebas.

4 Teknik Renang Gaya Bebas

Pada dasarnya renang dengan gaya bebas sering dianjurkan bagi pemula sebagai salah satu teknik renang dasar yang harus dikuasai. Gaya bebas pada aktivitas renang ditandai dengan posisi badan yang telungkup, gerakan kaki secara bergantian serta gerakan lengan menyerupai kincir angin.

Untuk melakukan aktivitas renang dengan gaya bebas ini dibutuhkan teknik yang tepat agar bisa dilakukan secara maksimal dan tidak menimbulkan cedera. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah 4 teknik yang perlu diketahui:

1. Posisi Badan dan Kepala

Posisi badan saat rnang gaya bebas adalah telungkup dengan posisi kepala yang lurus. Atau dengan kata lain dahi dan wajah menghadap ke arah bawah selama melakukan aktivitas renang. Sementara bagian rambut dan puncak kepala tetap berada di atas permukaan air.

Pada saat berenang, posisi badan harus berada sejajar atau garis lurus dengan permukaan air. Jika badan bagian depan terlalu naik maka hal itu akan membuat pergerakan terhambat dan bahkan bisa memicu risiko cedera pada bahu.

Posisi yang dianjurkan adalah menggerakkan tubuh dengan sedikit berguling ke samping pada bagian lengan yang keluar dari air. Sedangkan posisi kepala sampai mulut tetap berada di atas permukaan air agar bisa bernapas.

2. Gerakan Tangan

Fungsi gerakan tangan pada gaya bebas adalah sebagai penggerak dan pendorong. Selain itu juga berfungsi untuk mengatur keseimbangan badan. Adapun cara untuk melakukan gerakan tangan adalah dengan meluruskan kedua tangan sejauh 40 cm dari kepala.

Kemudian jari dilebarkan sedikit ketika tangan menyentuh air, sementara telapak tangan mengikuti aliran di permukaan air. Pada posisi ini bisa langsung melakukan gerakan ayunan tangan. Bagi pemula, bisa mengikuti panduan berikut.

  • Tangan kanan digerakkan ke arah bawah kemudian ke posisi belakang secara vertikal. Pada saat yang bersamaan, siku maupun lengan atas pada tangan kiri harus berada di atas permukaan air dan sedikit bergerak keluar.
  • Tangan kanan yang berada di dalam air diayunkan ke arah badan agar bisa membantu mendorong badan ke depan. Tangan kanan berayun ke pinggang, dan badan bisa dimiringkan sehingga tangan kanan mudah berayun tanpa terhalang oleh pinggang.
  • Siku tangan kanan bisa diangkat ke atas permukaan air setelah tangan kanan berayun ke arah badan, sampai ujung siku berada pada posisi menunjuk ke atas. Pada posisi ini tangan harus rileks dan jari-jari agak terbuka. Ayunan dilakukan dengan memutar.
  • Cara yang sama juga diterapkan pada tangan kiri sehingga bisa melakukan gerakan renang dengan gaya bebas secara maksimal.

3. Gerakan Kaki

Gerakan kaki gaya bebas adalah menendang serta memutar tubuh sehingga menimbulkan energi untuk bergerak ke arah depan. Pada teknik ini perenang harus fokus dalam menendang dan mengikuti gerakan tubuh. Jika salah maka akan membuat cepat lelah.

Gerakan kaki pada renang dengan gaya bebas bisa dilakukan melalui beberapa teknik seperti berikut:

  • Melakukan tendangan dengan posisi kaki yang lurus. Fokuskan sumber energi dari paha dan pinggang, bukan dari lutut.
  • Setiap melakukan satu ayunan tangan maka kaki harus melakukan gerakan menendang sebanyak tiga kali.
  • Ujung jari kaki harus selalu diluruskan pada saat sedang berenang dengan gaya bebas.
  • Dorongan badan bisa dimaksimalkan dengan cara memiringkan posisi badan ke kiri dan ke kanan sesuai dengan ayunan tangan.
  • Posisi badan diputar ke arah kanan ketika tangan dan bahu sebelah kanan bergerak ke arah depan, demikian juga sebaliknya. Pada saat memutar badan, yang diputar dari arah pinggan bukan dari bahu atau pundak.

4. Teknik Pernapasan

Dalam renang gaya bebas pengambilan napas dilakukan dengan cara memalingkan wajah di atas permukaan air sesuai dengan tangan yang digerakkan. Jika tangan kanan digerakkan ke atas, maka wajah perenang akan ikut berpaling ke arah kanan.

Pada momen itulah perenang akan mengambil napas. Dan setelahnya, ketika tangan kanan sudah masuk ke dalam air, maka wajah perenang akan ikut masuk dan pada saat yang bersamaan digunakan untuk membuang napas ke dalam air.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa teknik pernapasan yang perlu diperhatikan dalam renang gaya bebas:

  • Memutar badan sekitar 30 derajat ke kanan atau ke kiri kemudian menarik napas secukupnya dan tidak perlu terlalu panjang. Bahkan kalau bisa setiap kali wajah berada di permukaan air, perenang segera menarik napas.
  • Pada saat menarik napas tidak perlu sampai mengangkat kepala karena bisa mengganggu keseimbangan saat berenang.
  • Pada saat bernapas, posisi badan harus dijaga agar tetap terbentang dengan lurus.
  • Selanjutnya, napas bisa dihembuskan melalui mulut pada saat posisi wajah berada di dalam air.

Manfaat Renang Gaya Bebas

Seperti jenis olahraga lainnya yang identik dengan gerakan fisik, gaya bebas juga memiliki beberapa manfaat. Selain menjadi salah satu nomor yang dilombakan, jenis renang ini bermanfaat untuk:

1. Membantu Meningkatkan Tinggi Badan

Berenang dengan gaya bebas akan membuat badan bergerak secara aktif sehingga cukup efektif untuk membantu meningkatkan tinggi badan. Namun tentunya harus tetap memperhatikan batas usianya. Renang akan efektif meningkatkan tinggi badan selama masa pertumbuhan.

2. Membantu Membangun Otot

Gaya bebas yang dilakukan akan membuat seluruh otot bergerak sehingga sangat efektif untuk melatih dan membangun otot kaki, bahu, lengan dan perut. Itulah mengapa perenang dengan gaya bebas jarang mengalami kram otot.

3. Melatih Pernapasan

Melakukan aktivitas renang dengan gaya bebas juga akan membantu melatih pernapasan sehingga semakin kuat. Karena dalam teknik pernapasannya sendiri membutuhkan kontrol yang baik sehingga pada saat berenang bisa bernapas secara efektif dan efisien.

Dapat disimpulkan bahwa renang gaya bebas merupakan jenis renang yang tekniknya paling mudah dilakukan daripada gaya renang yang lain. Meski begitu, agar aktivitas renang semakin maksimal maka perlu melakukan teknik dasar yang telah dijelaskan tersebut dengan benar.

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan