Teks dan Novel Sejarah: Perbedaan, Pengertian, Ciri, Kaidah, Jenis

    Bagi sebagian orang mungkin belum mengetahui bedanya teks sejarah dan novel sejarah. Atau mungkin mengetahuinya namun belum dapat mendefinisikannya dengan jelas. Tidak heran, sebab di samping perbedaannya, keduanya memiliki kesamaan. Karena itu, berikut di jelaskan perbedaan antara teks sejarah dan novel sejarah, juga pengertian, ciri, kaidah, struktur, dan jenis cerita sejarah.

    Daftar Isi:

    Pengertian

    Pengertian teks sejarah

    Teks sejarah adalah uraian mengenai fakta sejarah atau kejadian masa lampau yang menjadi latar belakang terbentuknya sebuah peristiwa. Cerita ini isinya berupa fakta serta peristiwa masa lampau yang mempunyai nilai sejarah. Teks tersebut dikemas dengan wujud uraian dengan selaras sesuai kejadiannya.

    Pengertian novel sejarah

    Novel sejarah adalah cerita atau kisah yang menerangkan kejadian masa lampau dengan tujuan menghidupkan ulang, namun dengan penambahan narasi yang dikarang penulisnya.

    Novel sejarah merupakan karangan prosa panjang yang memiliki rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan memperlihatkan sifat atau watak tiap-tiap pelaku yang berhubungan dengan sejarah.

    Perbedaan teks sejarah dan novel sejarah

    1. Tokoh

    Teks cerita sejarah menggunakan tokoh nyata yang bersumber pada fakta. Sebaliknya, novel dapat menggunakan tokoh fiktif.

    2. Rangkaian peristiwa

    Teks cerita sejarah sifatnya gradual, sedangkan novel sejarah sifatnya hierarki.

    3. Kejadian

    Teks sejarah berisikan cerita atau kisah nyata yang betul-betul terjadi. Sementara novel sejarah tidak harus berisikan fakta sepenuhnya, melainkan terdapat imajinasi penulis di dalamnya.

    4. Tipe karya

    Teks sejarah masuk ke kategori karya ilmiah. Lain dengan novel sejarah yang masuk ke kategori karya sastra.

    5. Sumber

    Teks cerita sejarah bersumber pada informasi hasil riset yang nyata dan bisa dikonfirmasi. Sedangkan novel sejarah bersumber dari wawancara atau cerita yang pernah terjadi sebelumnya.

    Kesamaan teks sejarah dengan novel cerita sejarah adalah keduanya memiliki isi yang berkaitan dengan sejarah.

    Ciri-ciri teks cerita sejarah

    Teks cerita ini mempunyai beberapa ciri-ciri yang membedakannya dengan tipe teks yang lain. Antara lain sebagai berikut.

    1. Teks cerita ini disajikan dengan urutan kejadian.
    2. Wujud dari teks cerita ini berupa teks cerita ulang. Maksudnya, teks tersebut menggambarkan ulang kejadian mulai dari pertama peristiwa terjadi sampai akhir peristiwa dengan selaras.
    3. Teks cerita ini mempunyai struktur teks yang terdiri atas orientasi, urutan kejadian, serta reorientasi.
    4. Pada teks ceritanya kerap ditemui konjungsi temporal.
    5. Teks cerita sejarah isinya umumnya fakta yang betul-betul pernah terjadi.

    Struktur teks

    1. Orientasi

    Orientasi merupakan bagian pembuka, yakni pembukaan dari teks cerita sejarah. Bagian ini sangat perlu, sebab orientasi menjadi titik pondasi penceritaan. Umpama bagian ini tidak jelas, di bagian berikutnya biasanya menjadi susah diikuti.

    2. Urutan kejadian

    Teks cerita ini memiliki isi fakta yang dikemas lewat urutan kejadiannya. Seumpama tidak disajikan dengan struktur urutan kejadian, pastinya teks tidak mempunyai alur yang jelas.

    3. Reorientasi

    Pada bagian ini berisi pendapat penulis mengenai kejadian atau peristiwa yang sedang dibahas atau dikisahkan. Keberadaan reorientasi ini tidak baku, karena itu reorientasi dapat dimasukkan maupun tidak, tergantung keinginan penulisnya.

    Kaidah kebahasaan

    Berikut ini merupakan kaidah kebahasaan pada teks cerita sejarah.

    1. Pemakaian kata ganti atau pronomina untuk mengganti kata nomina atau frasa nomina dan untuk kata ganti nama orang.
    2. Pemakaian kata penjelasan atau frasa adverbial.
    3. Pemakaian verba material. Pemakaiannya dimaksudkan untuk menampilkan perbuatan ataupun kejadian. Dengan demikian, pembaca dapat memahami suasana yang terjadi pada penceritaan.
    4. Pemakaian konjungsi temporal atau kata sambung waktu. Pemakaiannya dimaksudkan untuk menata urutan kejadian yang dikisahkan, sehingga pembaca memahami alur kejadian.

    Jenis cerita sejarah

    Jenis isi cerita sejarah bisa dikategorikan menjadi 2, yakni cerita sejarah fiksi serta non fiksi.

    1. Cerita sejarah fiksi

    Cerita sejarah fiksi yakni cerita sejarah yang tidak nyata atau hasil imajinasi dari penulisnya. Jalur cerita pada cerita sejarah fiksi ini disusun dengan bersumberkan pada cerita nyata, namun disajikan berdasarkan dengan sudut pandang penulisnya. Contohnya yaitu novel, cerpen, legenda, dll.

    • Novel merupakan karya fiksi prosa yang ditulis dengan naratif, biasanya dengan wujud cerita.
    • Cerpen merupakan cerita pendek berupa prosa naratif fiktif. Cerita ini cenderung padat serta langsung pada inti jika dibandingkan dengan karya fiksi lain yang biasanya cukup panjang.
    • Legenda merupakan cerita prosa rakyat yang dianggap oleh beberapa orang bahwa peristiwanya pernah terjadi.

    2. Cerita sejarah non fiksi

    Cerita sejarah non fiksi yakni cerita sejarah yang betul-betul terjadi. Karena itu, pada pembuatannya mesti bersumber pada fakta serta data yang objektif. Tidak hanya itu, penyusunannya juga perlu mengikuti kaidah penyusunan sejarah dengan baku. Dengan kata lain, tulisannya harus betul-betul menjabarkan fakta sejarah dari sebuah kejadian. Contohnya biografi, autobiografi, catatan sejarah, dll.

    • Biografi merupakan uraian kehidupan seseorang yang ditulis oleh orang lain.
    • Autobiografi merupakan cerita kehidupan seseorang yang ditulis oleh orangnya sendiri.
    • Catatan sejarah merupakan uraian yang menggambarkan fakta atau peristiwa masa lampau yang menjadi latar belakangnya dengan memiliki nilai sejarah.

    Jadi, keduanya isinya sama berkaitan tentang sejarah dan ceritanya terbuat dengan bersumber pada fakta.

    Loading...