Pengertian Kepercayaan Totemisme Adalah

    Sebelum masuk ke pengertian kepercayaan totemisme, sebaiknya kita melihat bagaimana KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) mendefinisikan beberapa kata berikut ini.

    1. Totem, benda atau binatang yang dianggap suci dan dipuja (dalam paham totemisme).

    2. Totemisme, sistem religi yang berkeyakinan bahwa warga kelompok unilineal adalah keturunan dewa-dewa nenek moyang, moyang yang satu dengan lainnya mempunyai hubungan kekerabatan.

    3. Unilineal, melalui satu garis kekerabatan, misalnya patrilineal saja atau matrilineal saja.

    4. Patrilineal, mengenai hubungan keturunan melalui garis kerabat pria saja, bapak.

    5. Matrilineal, mengenai hubungan keturunan melalui garis kerabat wanita.

    Pengertian kepercayaan totemisme

    Totemisme adalah istilah yang mengacu pada kepercayaan atau agama pada komunitas tertentu yang mempercayai terdapatnya energi atau sifat ilahi pada benda atau makhluk hidup selain manusia.

    Kepercayaan ini serupa dengan agama yang terdapat pada peradaban kuno, seperti peradaban bangsa Indian (daratan Amerika), Cippewa, atau Ojibwa di Amerika Utara.

    Totem

    Totem (Ojibwe doodem) merupakan spirit being, benda suci, atau simbol yang berfungsi sebagai lambang sekelompok orang, seperti keluarga, komunitas, garis keturunan, suku, dll. Sebutan ini berasal dari kata Ojibwa, suku Algonkin dari Amerika Utara. Totem pada kelompok tertentu bisa berupa burung, ikan, binatang atau tumbuhan tertentu.

    Keyakinan totemisme umumnya diikuti dengan beberapa peraturan terpaut pada totem yang mereka percayai. Misalkan, komunitas tidak boleh menyakiti dan memakan binatang yang dianggap sebagai totem. Totem dipuja, dihormati, dan disakralkan sebab berhubungan dengan komunitas tersebut. Biasanya terdapat cerita tertentu yang mengatakan bahwa totem tersebut berkaitan dengan eksistensi komunitasnya, umumnya diwariskan dari generasi ke generasi.

    Totemisme umumnya terdapat di Afrika, Amerika dan banga-bangsa di Kepulauan Pasifik. Beberapa suku di Amerika memciptakan simbol totem mereka pada arca dan ukiran kayu.

    Menurut pendapat Émile Durkheim, totemisme tidak bersifat individual, melainkan terpaut dengan nilai komunitas. Semisal di Autralia, mereka meyakini totem tertentu sebab melambangkan kesatuan di antara anggota mereka. Nilai kepercayaan yang terdapat pada totem tersebut dapat dihayati dan dipakai sebagai acuan nilai moral untuk hidup berkelompok.

    Sifat

    Totemisme merupakan kepercayaan yang berkaitan dengan animistis. Totem biasanya binatang atau tokoh alami lainnya yang dengan spiritual merepresentasikan sekelompok orang yang berhubungan seperti pada komunitas.

    Istilah ini biasanya dipakai untuk mengkarakterisasi sifat agama dan komunitas sosial. Istilah ini biasa ditujukan pada beberapa wujud dengan konteks tertentu dan kebanyakan ditemukan di antara populasi tradisional yang memiliki kegiatan ekonomi bergantung pada berburu dan meramu, atau bercampur dengan pertanian, atau menekankan pada peternakan.

    Meskipun totem biasanya menjadi fokus pemujaan bagi para totemis, namun pada umumnya totemisme tidak dianggap sebagai agama. Tentu saja para totemis bisa memasukkan unsur keagamaan pada tingkat tertentu. Namun totemisme kebanyakan dicampur dengan berbagai jenis kepercayaan lain, seperti pemujaan leluhur, animisme, dll.

    Referensi:
    1. kbbi.kemdikbud.go.id
    2. en.wikipedia.org/wiki/Totem
    3. britannica.com/topic/totemism-religion